Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Workshop NLP Practitioner: Menggali Diri dan Mengubah Pola Pikir Melalui Teknik NLP Pada Rabu, 23 Juli 2025, hari pertama Workshop NLP Practitioner sukses digelar secara luring di Qubika Boutique Hotel, Tangerang. Peserta datang dari berbagai latar belakang—Owner skincare, IT, Coach, Programmer, Trader dan banyak lagi—dengan semangat untuk memahami diri lebih dalam dan meningkatkan keterampilan komunikasi melalui pendekatan NLP (Neuro-Linguistic Programming). Dipandu oleh Coach Ongky Hojanto, workshop ini dirancang untuk memberikan pondasi kuat dalam proses transformasi diri menggunakan prinsip-prinsip NLP. Baca juga:5 Jurus Jitu Latih Tim Penjualan Materi pertama yang dibahas adalah Outcomes—sebuah konsep penting tentang cara menetapkan tujuan secara spesifik dan terukur. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan teknik chunking, khususnya chunking down, yaitu mencacah pernyataan umum menjadi rincian yang lebih spesifik agar makna sebenarnya bisa ditemukan. Contohnya, pada pernyataan “Saya minder kalau bertemu lawan jenis,” peserta diminta menggarisbawahi kata “lawan jenis” dan bertanya “yang seperti apa?”…

Read more

“Kadang kepo itu perlu, biar Kita bisa tahu orang yang baru Kita kenal.” – Baro Indra. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Strategi Atasi Audiens KEPO Acara realita show yang menunjukan kehidupan harian dari seorang actor seperti Raffi Ahmad, Baim Wong atau Atta Halilintar mendapatkan proporsi animo yang besar di mata pemirsa TV. Hal ini tidak lepas dari keingintahuan seseorang terhadap kehidupan pribadi orang lain atau yang Kita kenal dengan kata Kepo. Hal yang sama terjadi dalam benak audience Anda ketika mendengarkan presentasi atau public speaking Anda, Mereka juga memiliki keingintahuan mengenai pengalaman atau hal hal tertentu dalam kehidupan Anda. Namun, alangkah baik nya ada hubungan dengan topik atau poin yang sementara Anda bahas. Cobalah mengingat ingat dan menuliskan beberapa pengalaman yang pernah Anda alami, serta masukan ke dalam tiga kategori ini : Baca Juga : Jangan Lakukan Ini Saat Anda Bercerita 1. Pengalaman Yang…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Jurus Jitu Latih Tim Penjualan “What gets measured gets managed.” — Peter Drucker Agar pelatihan penjualan berdampak nyata, strategi Anda harus berbasis data dan praktik terbaik dari organisasi yang sudah terbukti berhasil. Berdasarkan riset terkini, berikut 5 jurus jitu yang bisa Anda terapkan dalam latih tim penjualan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan penjualan: Baca juga:5 Tips Kembangkan Pemimpin Hebat Internal 1. Prioritaskan Pelatihan Tatap Muka InstrukturSebanyak 93% organisasi dengan pelatihan penjualan yang sangat efektif masih menggunakan pelatihan langsung yang dipandu instruktur (ILT). Meskipun pelatihan virtual tetap penting, pendekatan campuran—seperti kickoff tatap muka yang dilanjutkan sesi online dan tugas aplikasi—meningkatkan keterlibatan serta penerapan keterampilan. Interaksi langsung tetap menjadi faktor krusial dalam membangun pemahaman dan kepercayaan diri peserta. 2. Gunakan Penilaian untuk Temukan KesenjanganOrganisasi dengan pelatihan terbaik 5,4 kali lebih mungkin secara proaktif menggunakan penilaian untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan. Lakukan penilaian awal, analisis hasilnya, dan sesuaikan materi pelatihan dengan…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Tips Kembangkan Pemimpin Hebat Internal“Before you are a leader, success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all about growing others.” — Jack Welch Pemimpin hebat tidak selalu harus direkrut dari luar. Banyak calon pemimpin potensial justru tersembunyi di dalam tim Anda saat ini. Dengan strategi pengembangan yang tepat, Anda bisa mengidentifikasi, membimbing, dan memberdayakan mereka untuk memimpin organisasi ke arah yang lebih kuat dan berkelanjutan. Berikut 5 tips efektif yang dapat Anda terapkan untuk kembangkan pemimpin hebat dalam internal: Baca juga:1. Sesuaikan Jenis Pelatihan dengan KebutuhanProgram pelatihan kepemimpinan harus relevan dengan prioritas organisasi. Misalnya, jika fokus Anda adalah peningkatan kemampuan teknologi, berikan pelatihan CRM dan analitik. Jika Anda sedang menjalankan kampanye besar, latih calon pemimpin agar siap mengelola tahapan kampanye dengan efektif. Gunakan pendekatan yang spesifik dan terarah untuk membangun kompetensi yang benar-benar dibutuhkan. 2. Bangun Jalur Kepemimpinan yang JelasCiptakan…

Read more

“Stories allow us to simulate intense experience without having to actually live through them. Stories allow us to experience the world before we actually have to experience it.” – Leo Widrich. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | DiPHP Dalam Sebuah Cerita Salah satu teknik yang dapat Anda gunakan untuk membuat sebuah kalimat pembuka yang menarik atau poin tambahan yang menggentarkan jiwa para audience adalah dengan menggunakan cerita. Ada sangat banyak jenis cerita, lalu apakah semua jenis cerita cocok digunakan sebagai kalimat pembuka atau poin tambahan ? Jawabannya tentu saja, tidak. Maka inilah 3 jenis cerita yang dapat Anda gunakan untuk membuat kalimat pembuka yang menarik atau poin tambahan yang mampu menggentarkan jiwa para audience ! Baca Juga : Cerita Jenis Perumpamaan (My Friend John) A. Personal – Cerita Dari Pengalaman Pribadi Cerita jenis ini merupakan cerita yang datang dari pengalaman pribadi Anda sehubungan dengan poin…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Latih Rasa Hormat Pemimpin “Respect is how to treat everyone, not just those you want to impress.” — Richard Branson, dalam LinkedIn Influencer post (2014) Rasa hormat bukan sekadar nilai moral, melainkan keterampilan kepemimpinan yang berdampak langsung pada retensi dan keterlibatan karyawan. Di tengah tingginya angka pengunduran diri dan menurunnya loyalitas, melatih pemimpin untuk mencontohkan rasa hormat menjadi strategi retensi yang penting—bukan sekadar tambahan. Berikut 5 strategi untuk latih rasa hormat sebagai kompetensi pemimpin yang berdampak langsung pada retensi dan keterlibatan karyawan: Baca juga:4 Teknik Pelatihan Ramah Otak 1. Definisikan Rasa Hormat dalam Tindakan NyataAgar rasa hormat tidak berhenti sebagai nilai abstrak, pemimpin perlu memahami seperti apa perilaku hormat dalam situasi kerja sehari-hari. Gunakan studi kasus dan simulasi. Contohnya: bagaimana menyampaikan kritik secara konstruktif dalam tinjauan kinerja atau menyampaikan ketidaksepakatan tanpa merendahkan. Karyawan akan lebih terlibat jika melihat bahwa pemimpinnya benar-benar memahami makna “menghormati” secara…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Teknik Pelatihan Ramah Otak “Memory is the residue of thought.” — Daniel T. Willingham Di era pelatihan yang makin canggih dan digital, kita tetap harus mengingat satu hal penting: otak manusia belajar dengan cara yang manusiawi. Emosi, gerakan, pengalaman multisensori, dan pengulangan sangat penting agar materi benar-benar tersimpan dalam ingatan. Di sinilah pendekatan brain-friendly seperti model 4C dari Sharon Bowman—Connection, Content, Concrete Practice, Conclusion—menjadi sangat efektif. Berikut 4 teknik untuk pelatihan yang ramah otak dan berdampak jangka panjang: Baca juga:3 Tips Gunakan Pelatihan untuk Retensi 1. Connection: Bangun Koneksi untuk Siapkan OtakSebelum peserta belajar hal baru, mereka perlu “menyalakan” ingatan lama. Strategi seperti diskusi berpasangan, berbagi pengalaman, memilih gambar yang mewakili perasaan, atau menyusun konsep bersama akan membangun relevansi dan rasa ingin tahu. Ini membuat otak lebih siap menyerap informasi, karena ada kaitan langsung dengan pengetahuan yang sudah ada. 2. Content: Sajikan Konten Secara Visual dan…

Read more

Mengatasi Rasa Takut   Ketakutan sebetulnya hal yang wajar dan alami karena merupakan bagian dari emosi. Emosi itu bersifat positif. Namun, emosi baru menjadi negatif kalau diluapkan tidak pada tempatnya dan tidak menyelesaikan masalah, yang justru membuat masalah baru. Penyesuaian Diri Ketakutan umumnya adalah tanda dari ketidakbiasaan melakukan sesuatu. Penyesuaian diri bisa dilakukan dengan dua cara: Secara Fisik Datanglah lebih awal untuk mengecek segala sesuatu. Secara Mental dan Pikiran Tubuh dan Pikiran adalah satu paket. Tidak nyaman pada salah satunya dapat mengubah keduanya. Pernapasan Secara logika saat seseorang merasa takut, napas yang ditarik menjadi pendek. Apalagi kebanyakan orang melakukan pernapasan dada, yang tidak banyak menarik oksigen. Hal itu dapat menyebabkan tubuh menjadi dingin, pucat dan gemetar dan oksigen tidak secara maksimal masuk kedalam otak bisa terjadi kebingungan atau “blank”. Oleh karena itu ketika Anda takut bernapaslah menggunakan perut Anda, dengan cara: Taruh tangan kanan di atas perut Tarik napas dengan…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Workshop Sales Mastery with NLP: Meningkatkan Penjualan dengan Pola Pikir dan Komunikasi yang Tepat Pada Selasa, 15 Juli 2025, hari pertama Workshop Sales Mastery with NLP sukses digelar secara luring di Qubika Boutique Hotel, Tangerang. Acara ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari jasa konsultan IT, sales dalam dunia fashion kesehatan, training konseling, insuransi, dan properti—yang ingin meningkatkan performa penjualannya dengan pendekatan NLP (Neuro-Linguistic Programming). Dipandu oleh Coach Ongky Hojanto, workshop ini dirancang untuk membekali peserta dengan strategi mental dan komunikasi yang efektif untuk menghadapi tantangan dunia penjualan. Baca juga:Workshop Story Telling: Mengasah Kemampuan Bercerita untuk Presentasi yang Lebih Efektif Materi pertama yang dibahas adalah tentang Mindset—sebagai fondasi dari setiap tindakan dan pencapaian dalam penjualan. Coach Ongky menjelaskan bahwa mindset yaitu sekumpulan belief yang mempengaruhi sikap, perilaku, tindakan serta hasil yang diperoleh. Dua pola pikir yang ditekankan adalah “Stay Foolish, Stay Hungry” yang mengajak peserta…

Read more

Teknik “My-Friend-John” dikembangkan oleh Milton Erickson, MD berdasarkan prinsip ini. John adalah subjek hipnotik imajiner yang seolah-olah duduk di sebelah subjek sesungguhnya. Erickson sakan mengarahkan sugesti-sugestinya kepada subjek imajiner itu, dan dengan cara itu ia membawa subjek sesungguhnya memasuki keadaan hipnotik. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Cerita Jenis Perumpamaan Atau John sekadar diceritakan dalam obrolan santai Erickson dengan si subjek. Ini dilakukan, misalnya, ketika ia menangani pasien yang mengidap rasa sakit pasca-amputasi (phantom limb). Ia bilang: “John sungguh luar biasa. Dan aku bicara dengannya mengenai pentingnya memiliki perasaan tenteram dalam kaki kayu, lutut kayu, betis kayu…. Merasakannya hangat. Dingin. Santai…. Anda bisa saja mengidap simptom kegembiraan pasca-amputasi.” Prosedur semacam ini juga bekerja efektif pada pasien resisten. Dalam hal ini Kita bisa mengepung subjek resisten tersebut dengan subjek-subjek yang memiliki penerimaan baik. Proses tanggapan ideodinamik (baik ideomotor maupun ideosensory) akan terjadi secara otomatis dalam diri…

Read more

130/340

© 2025 Public Speaking Academy