Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Latih Rasa Hormat Pemimpin “Respect is how to treat everyone, not just those you want to impress.” — Richard Branson, dalam LinkedIn Influencer post (2014) Rasa hormat bukan sekadar nilai moral, melainkan keterampilan kepemimpinan yang berdampak langsung pada retensi dan keterlibatan karyawan. Di tengah tingginya angka pengunduran diri dan menurunnya loyalitas, melatih pemimpin untuk mencontohkan rasa hormat menjadi strategi retensi yang penting—bukan sekadar tambahan. Berikut 5 strategi untuk latih rasa hormat sebagai kompetensi pemimpin yang berdampak langsung pada retensi dan keterlibatan karyawan: Baca juga:4 Teknik Pelatihan Ramah Otak 1. Definisikan Rasa Hormat dalam Tindakan NyataAgar rasa hormat tidak berhenti sebagai nilai abstrak, pemimpin perlu memahami seperti apa perilaku hormat dalam situasi kerja sehari-hari. Gunakan studi kasus dan simulasi. Contohnya: bagaimana menyampaikan kritik secara konstruktif dalam tinjauan kinerja atau menyampaikan ketidaksepakatan tanpa merendahkan. Karyawan akan lebih terlibat jika melihat bahwa pemimpinnya benar-benar memahami makna “menghormati” secara…

Read more

Public Speaking | “You cannot buy engagement. You have to build engagement.” — Tara-Nicholle Nelson Dalam sebuah presentasi, tujuan Anda bukan hanya membuat audiens berpartisipasi saja tapi juga membangun interaksi yang membuat mereka lebih dekat untuk menerima ide-ide Anda. Ada beberapa tips yang bisa membuat audiens anda aktif berinteraksi saat Anda presentasi. Selamat mencoba! Ajukan Serangkaian Pertanyaan “Angkat Tangan Anda Jika…” Hal sederhana pertama yang harus dicoba adalah mengajukan serangkaian pertanyaan kepada audiens. Setiap pertanyaan harus menuntut respons yang lebih sulit secara bertahap selama presentasi. Dalam 1 menit pertama presentasi adalah waktu yang tepat untuk menguji respon audiens. Kenapa harus di awal? Sebuah studi menunjukkan bahwa pendengar cenderung lebih fokus di menit-menit pertama pembicaraan. Jika mereka bersedia mengangkat tangan di awal pembicaraan, maka akan lebih mudah mengajak mereka berinteraksi sampai akhir presentasi Anda. Ceritakan Lelucon Lelucon sendiri adalah cara cerdas untuk berinteraksi dengan audiens karena menghasilkan respon yang alami. Sebuah studi…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Teknik Pelatihan Ramah Otak “Memory is the residue of thought.” — Daniel T. Willingham Di era pelatihan yang makin canggih dan digital, kita tetap harus mengingat satu hal penting: otak manusia belajar dengan cara yang manusiawi. Emosi, gerakan, pengalaman multisensori, dan pengulangan sangat penting agar materi benar-benar tersimpan dalam ingatan. Di sinilah pendekatan brain-friendly seperti model 4C dari Sharon Bowman—Connection, Content, Concrete Practice, Conclusion—menjadi sangat efektif. Berikut 4 teknik untuk pelatihan yang ramah otak dan berdampak jangka panjang: Baca juga:3 Tips Gunakan Pelatihan untuk Retensi 1. Connection: Bangun Koneksi untuk Siapkan OtakSebelum peserta belajar hal baru, mereka perlu “menyalakan” ingatan lama. Strategi seperti diskusi berpasangan, berbagi pengalaman, memilih gambar yang mewakili perasaan, atau menyusun konsep bersama akan membangun relevansi dan rasa ingin tahu. Ini membuat otak lebih siap menyerap informasi, karena ada kaitan langsung dengan pengetahuan yang sudah ada. 2. Content: Sajikan Konten Secara Visual dan…

Read more

Public Speaking Indonesia | Public Speaking Jakarta | Presentasi yang disampaikan terlalu panjang cenderung tidak memanfaatkan banyak cerita, humor, atau acuan ilustratif untuk memberikan daya tarik bagi para audiens. Banyak presenter menyiapkan isinya secara berlebihan, namun kurang persiapan dalam hal penyampaiannya, sementara isi presentasi presenter lain singkat, namun penyajiannya hebat. Para presenter hebat menemukan keseimbangan yang ideal diantara kedua hal itu dalam menyiapakan Seminar Public Speaking.   Berikut beberapa teknik untuk membantu mengembangkan penyampaian presentasi lebih dinamis : – Menghindari pembukaan yang monoton – Menggunakan bahasa yang menarik – Membuat presentasi lebih FLOW (First (Pertama), Last (Terakhir), Often (Sering), Well (Baik)) – Memiliki alat bantu untuk membuat presentasi yang berpengaruh Peralatan bantu presentasi, apabila digunakan dengan tepat dapat menambah pengaruh dalam presentasi yang kita bawakan. Dalam buku terlarusnya dalam melakukan presentasi, “Do Not Go Naked into Your Next Presentation, Ron Hoff berkata, “Apabila ada kata benda dalam presentasi kita, pertimbangkan…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Workshop Sales Mastery with NLP: Meningkatkan Penjualan dengan Pola Pikir dan Komunikasi yang Tepat Pada Selasa, 15 Juli 2025, hari pertama Workshop Sales Mastery with NLP sukses digelar secara luring di Qubika Boutique Hotel, Tangerang. Acara ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari jasa konsultan IT, sales dalam dunia fashion kesehatan, training konseling, insuransi, dan properti—yang ingin meningkatkan performa penjualannya dengan pendekatan NLP (Neuro-Linguistic Programming). Dipandu oleh Coach Ongky Hojanto, workshop ini dirancang untuk membekali peserta dengan strategi mental dan komunikasi yang efektif untuk menghadapi tantangan dunia penjualan. Baca juga:Workshop Story Telling: Mengasah Kemampuan Bercerita untuk Presentasi yang Lebih Efektif Materi pertama yang dibahas adalah tentang Mindset—sebagai fondasi dari setiap tindakan dan pencapaian dalam penjualan. Coach Ongky menjelaskan bahwa mindset yaitu sekumpulan belief yang mempengaruhi sikap, perilaku, tindakan serta hasil yang diperoleh. Dua pola pikir yang ditekankan adalah “Stay Foolish, Stay Hungry” yang mengajak peserta…

Read more

Public Speaking | “Public speaking skills are an essential key to achieving career advancement and success.” — Robert Moment Komunikasi memungkinkan kita untuk membentuk koneksi, mempengaruhi keputusan, dan memotivasi perubahan. Tanpa keterampilan komunikasi, kemampuan untuk maju di dunia kerja dan dalam kehidupan itu sendiri sangat sulit. Berbicara di depan umum adalah salah satu bentuk komunikasi yang paling penting dan paling ditakuti. Glossophobia atau kecemasan berbicara, adalah ketakutan paling umum yang dimiliki orang di seluruh dunia. Jika saat sekolah Anda bisa menghindarinya, di dunia kerja, berbicara di depan umum adalah keterampilan penting yang harus dimiliki dan diasah karena dapat berdampak besar pada karir Anda. 1. Untuk Memenangkan Hati Orang Banyak Keterampilan penting yang harus dimiliki dalam bisnis dan khususnya hubungan masyarakat adalah keterampilan persuasi atau kemampuan untuk memenangkan hati orang banyak. Di dalam dan di luar tempat kerja, kekuatan persuasi dapat membawa karir Anda menjadi lebih berkembang dan semuanya dimulai dengan mengasah keterampilan…

Read more

Teknik “My-Friend-John” dikembangkan oleh Milton Erickson, MD berdasarkan prinsip ini. John adalah subjek hipnotik imajiner yang seolah-olah duduk di sebelah subjek sesungguhnya. Erickson sakan mengarahkan sugesti-sugestinya kepada subjek imajiner itu, dan dengan cara itu ia membawa subjek sesungguhnya memasuki keadaan hipnotik. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Cerita Jenis Perumpamaan Atau John sekadar diceritakan dalam obrolan santai Erickson dengan si subjek. Ini dilakukan, misalnya, ketika ia menangani pasien yang mengidap rasa sakit pasca-amputasi (phantom limb). Ia bilang: “John sungguh luar biasa. Dan aku bicara dengannya mengenai pentingnya memiliki perasaan tenteram dalam kaki kayu, lutut kayu, betis kayu…. Merasakannya hangat. Dingin. Santai…. Anda bisa saja mengidap simptom kegembiraan pasca-amputasi.” Prosedur semacam ini juga bekerja efektif pada pasien resisten. Dalam hal ini Kita bisa mengepung subjek resisten tersebut dengan subjek-subjek yang memiliki penerimaan baik. Proses tanggapan ideodinamik (baik ideomotor maupun ideosensory) akan terjadi secara otomatis dalam diri…

Read more

Public Speaking Jakarta | Apakah anda seorang Trainer ? Atau Apakah  anda  ingin menjadi seorang trainer ? Menjadi seorang Trainer tidaklah cukup hanya dengan bisa berbicara di depan umum. Karena berbicara bukan hanya asal berbicara. Anda harus memiliki beberapa ketrampilan yang diperlukan untuk menjadi seorang Trainer.   Baca Juga : Tujuh Cara Menjadi Master   Seorang Trainer harus memiliki 3 ketrampilan seperti berikut : a. Ahli Dalam Bidang yang Dilatihkan Ketika anda menjadi seorang Trainer, maka dapat dikatakan anda adalah seorang master atau ahli dalam bidang yang diajarkan. Maka anda tidak bisa hanya sebatas tahu tanpa mendalami materi yang anda bawakan. Karena jika hanya berdasarkan dengan pemahaman saja, anda tidak bisa memberikan kualitas pelatihan yang baik bagi audiens. Jadi jika anda sudah menemukan satu bidang keahlian anda, tetapi belum secara maksimal. Maka anda wajib belajar sampai anda menguasai bidang tersebut. b. Ahli Dalam Membangun Personal Branding Ketika berbicara mengenai branding,…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Workshop Story Telling: Mengasah Kemampuan Bercerita untuk Presentasi yang Lebih Efektif Pada Jumat, 11 Juli 2025, Workshop Story Telling diadakan secara luring di Qubika Boutique Hotel, Tangerang, dengan dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang profesi seperti dari bidang engineering telekomunikasi, pengusaha kontraktor, manajer, dosen, manajer finance yang antusias untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum dan komunikasi sehari-hari menggunakan teknik bercerita. Acara ini dipandu oleh Coach Ongky Hojanto, seorang pakar public speaking yang berpengalaman, yang bertujuan untuk memberikan keterampilan penting dalam membangun rasa percaya diri dan keahlian berbicara yang efektif. Baca juga:3 Tips Gunakan Pelatihan untuk Retensi Hari pertama dalam workshop ini difokuskan pada pemahaman mengenai jenis-jenis cerita dan penempatan yang tepat dalam konteks komunikasi maupun public speaking. Coach Ongky menjelaskan bahwa ada tiga jenis utama dalam storytelling, yaitu: Personal Story (kisah pribadi), Others’ Story (kisah tokoh, teman, atau testimoni), dan Parable (cerita perumpamaan). Setiap jenis…

Read more

“Seorang guru mempengaruhi keabadian; dia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti.” – Henry Adams. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Fakta Keliru Mengenai Motivator Motivator adalah sebuah profesi yang sama dengan profesi seorang guru ataupun dosen, dia mengajar dan membimbing para pesertanya untuk memiliki kemampuan atau skill yang baru untuk membantu Mereka mencapai kesuksesan dengan lebih mudah dan cepat. Bedanya guru atau dosen telah mendapat pengakuan dari masyarakat, sementara profesi sebagai motivator atau professional public speaker di Indonesia belum mendapat tempat yang layak dimata masyarakat. Baca Juga : Motivator Abal – Abal Hal Ini Disebabkan Oleh Beberapa Asumsi Yang Keliru Menganai Profesi Ini. Beberapa Salah Kaprah Yang Sering Terjadi : 1. Modal Omongan Doank Orang berpikir bahwa motivator adalah orang yang banyak ngomong dan menjual omongan. Asumsi ini tidak sepenuhnya salah, Saya mengamati bahwa banyak orang merasa diri Mereka motivator atau lebih tepatnya memberikan…

Read more

160/491

© 2025 Public Speaking Academy