Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Tips Gunakan Pelatihan untuk Retensi “Train people well enough so they can leave, treat them well enough so they don’t want to.” — Sir Richard Branson Di tengah meningkatnya tren resign dan pencarian peluang baru, mempertahankan talenta terbaik menjadi tantangan besar bagi banyak perusahaan. Apalagi jika mereka adalah karyawan berprestasi yang sulit digantikan. Daripada terus-menerus merekrut dan melatih ulang, strategi yang jauh lebih efektif adalah menjaga agar mereka tetap bertahan. Salah satu cara paling berdampak? Memberikan pelatihan yang bermakna, relevan, dan mendorong pertumbuhan. Baca juga:3 Strategi Bangun Tim Multi Generasi Berikut 3 tips gunakan pelatihan agar tidak hanya jadi rutinitas, tapi benar-benar menjadi alat yang berdampak untuk retensi: 1. Fokuskan Pelatihan pada Pertumbuhan KarierSebagian besar pelatihan kerja hanya membekali karyawan dengan keterampilan dasar. Namun, karyawan berprestasi tidak puas hanya dengan tahu cara kerja sistem—mereka ingin jadi ahli dan berkontribusi lebih. Contohnya, Sebuah Academy tidak hanya…

Read more

“Guru biasa-biasa saja hanya bisa menceritakan. Guru yang baik mampu menjelaskan. Guru yang unggul mampu menunjukkan. Sementara guru yang hebat bisa memberikan inspirasi” – William Arthur Ward. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Motivator Abal – Abal Salah satu guru yang dapat memberikan Anda inspirasi adalah seorang Motivator, namun sungguh miris profesi ini, orang mengindentikan profesi Motivator dengan orang yang omdo tanpa bukti nyata. Sementara di lain sisi, orang yang merasa pintar ngomong berasumsi dia dapat menjadi seorang Motivator. Kacaunya hal ini tanpa fakta yang kuat untuk meluruskan. Tidaklah salah dengan asumsi ini, karena banyak Motivator abal-abal hadir saat ini. Motivator yang modal satu pengalaman dan mengeneralisasi bahwa pengalaman tersebut dapat di lakukan oleh semua orang. Motivator yang hanya pintar bicara tanpa kerja. Di kelas Trainerpreneur (Rahasia menghasilkan Rp 1 miliyar dari bisnis training) Saya selalu tekankan bahwa Anda harus menemukan self mastery atau produk yang…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 6 Strategi Latih Pemimpin Jadi Pelatih “A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.” — John C. Maxwell Dalam lingkungan kerja modern, kepemimpinan bukan lagi soal memberi perintah, melainkan membimbing, memberi umpan balik, dan mendorong pertumbuhan. Untuk menciptakan organisasi yang tangguh dan kolaboratif, para pemimpin perlu dilatih menjadi pelatih yang mampu menumbuhkan potensi timnya. Berikut 6 strategi utama latih pemimpin jadi pelatih yang dapat diterapkan: Baca juga:4 Rahasia Sukses Training Bermain Peran 1. Latih Gaya Kepemimpinan SituasionalPemimpin yang baik menyesuaikan gaya mereka dengan kebutuhan individu tim. Pelatihan berbasis DISC membantu pemimpin memahami gaya kerja dan komunikasi setiap anggota tim, sehingga mereka dapat membimbing dengan lebih efektif dan empatik.Pelatihan ini juga membekali mereka dengan keterampilan berpikir kritis, kesadaran diri, dan adaptabilitas yang tinggi. 2. Perkuat Komunikasi Lewat Check-In Tatap MukaPercakapan rutin empat mata menjadi ruang refleksi, perencanaan, dan pembentukan kepercayaan. Latih…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Rahasia Sukses Training Bermain Peran “Courage starts with showing up and letting ourselves be seen.” — Brené Brown Bermain peran adalah metode pelatihan populer untuk mengasah kemampuan komunikasi dalam situasi sulit. Namun, banyak karyawan membencinya. Kenapa? Karena pendekatannya sering memicu rasa malu, tekanan sosial, dan kecemasan tampil di depan umum. Baca juga:5 Cara Mempromosikan Program Pembelajaran Untungnya, pelatihan berbasis deliberate practice—latihan terstruktur dan berulang dalam lingkungan aman—telah terbukti jauh lebih efektif untuk membangun kepercayaan diri dan kompetensi komunikasi. Berikut 4 rahasia untuk menyusun training bermain peran yang efektif dan bisa benar-benar berhasil: 1. Ganti “Akuarium” dengan Zona AmanJangan paksa peserta bermain peran di depan tim atau atasan. Gunakan sesi privat, baik virtual maupun tatap muka, agar peserta merasa aman mencoba dan gagal tanpa rasa malu. Pengalaman latihan yang tenang justru mendorong keberanian dan rasa percaya diri. 2. Gunakan Skenario Nyata yang RelevanPeserta akan lebih terlibat saat…

Read more

Public Speaking | Entah dilingkungan manapun, anda akan selalu dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan berbicara didepan umum. Dalam berbicara didepan umum, kita seringkali memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk yang secara tidak sadar pasti kita lakukan. Bagaimana anda melatih diri sendiri untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik dalam berpidato ?. seperti halnya untuk kebiasaan apa pun, anda perlu kedisiplinan dan kerja keras dalam berlatih untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Terdapat beberapa tips untuk menghilangkan kebiasaan buruk saat berbicara dalam seminar didepan umum, Cobalah ketiga tips berikut ini : Dengarkan saat anda sendiri berbicara Memperhatikan kata-kata yang keluar dari mulut anda merupakan cara yang sangat efektif. Anda akan mengetahui berapa kali anda mulai, berhenti, mundur, dan berapa banyak kata “ee” menghambat presentasi anda. Baca Juga : Cara Berbicara yang Menarik Perhatian | Apa saja Metode yang dapat digunakan saat Public Speaking? Pikirkan sebelumnya apa yang akan anda katakan Sering kali alasan anda mengucapkan kata-kata tanpa…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Cara Mempromosikan Program Pembelajaran “The aim of marketing is to know and understand the customer so well the product or service fits him and sells itself.” — Peter Drucker Dalam dunia kerja yang makin cepat berubah, pembelajaran tidak bisa hanya dikirim — ia harus dipasarkan. Karyawan bukan lagi hanya peserta, tetapi pelanggan pembelajaran. Maka, para profesional L&D pun mulai berpikir seperti pemasar. Berikut 5 cara mempromosikan dan menerapkan prinsip pemasaran untuk meningkatkan adopsi program pembelajaran: Baca juga:5 Strategi Merancang Pelatihan Lintas Budaya 1. Buat Pengalaman Belajar yang MenjualSeperti kampanye produk, program pembelajaran harus menarik, relevan, dan membangun emosi. Gunakan narasi, visual kuat, dan promosi internal agar karyawan tertarik dan merasa pembelajaran penting bagi mereka. 2. Fokus pada Dampak NyataEvaluasi terus-menerus penting untuk memastikan pelatihan tidak jadi “pembelajaran sampah”. Lupakan sistem canggih yang tidak dipakai. Fokus pada alat sederhana yang benar-benar membantu karyawan bekerja lebih baik. 3.…

Read more

Public Speaking | Motivator | Saat berpidato di konvensi Partai Republik di Cleveland, Senin (18/7/2016), Melania, istri Donald Trump, yang juga mantan Model tersebut diduga menjiplak sebagian pidato Michelle Obama dalam konvesi Partai Demokrat 2008. Bahkan seorang astrofisikawan, Bob Rutledge punya perhitungan lain. Ia mengalikan jumlah kata dalam pidato Melania Trump yang mirip Michelle Obama, dengan faktor lainnya, hingga menghasilkan kalkulasi: 14x13x12x11x10x9x8x7x6x5x4x3x2x1. Kesimpulan dari perhitungan rumit itu, peluang bahwa pidato Melania bukan jiplakan adalah 1 dibanding 87 miliar. Artinya, kemungkin besar, pidato Melania adalah jiplakan. Meredith McIver, penulis pidato tersebut yagn juga dikabarkan membantu menjadi “ghost writer” buku Donald Trump Think Like a Billionaire yang terbit pada 2005. Mengakui hal tersebut dan mengatakan mantan model itu membacakan beberapa bagian pidato Michelle Obama itu kepadanya, sehinggi ia memasukan bebepa kalimat yang di ucapkan atau dibacakan oleh Melania Baca Juga : Cara Menaklukan Kemonotonan dalam Berpidato Lalu bagaimana cara mencegah hal ini terjadi…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Merancang Pelatihan Lintas Budaya “Culture is not a barrier; it’s a bridge — if we choose to cross it.” — Erin Meyer Di era kerja jarak jauh, kemampuan berkomunikasi lintas budaya menjadi kunci keberhasilan tim global. Pelatihan lintas budaya bukan sekadar soal etiket, melainkan tentang memahami ekspektasi tak terucap dan membangun kepercayaan dalam konteks yang berbeda. Berikut 5 strategi merancang pelatihan komunikasi lintas budaya yang relevan dan berdampak: Baca juga:5 Strategi Tingkatkan Produktivitas Tim L&D 1. Mulai dari Asumsi, Bukan StereotipAlih-alih memulai pelatihan dari “aturan” etiket, fokuslah pada asumsi budaya yang membentuk cara kita memberi umpan balik, mengambil keputusan, dan mengekspresikan ketidaksetujuan. Latihan seperti analisis cerita nyata (misalnya, pengalaman minum kopi di Dubai sebelum rapat dimulai) dapat membantu peserta menyadari bias bawah sadar dan membuka ruang diskusi yang lebih dalam. 2. Gunakan Persona yang DinamisAlih-alih membekukan budaya dalam label (“X itu langsung, Y itu tidak…

Read more

“Kegagalan hanyalah kesempatan untuk memulai kembali, kali ini dengan lebih cerdas.” – Henry Ford. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Menjadi Profesional Trainer Memasuki angkatan 67 Program Certified Trainer yang Saya bawakan terus melakukan inovasi agar dapat unggul dibandingkan dengan produk kompetitior. Dari penambahan jam kelas yang semula hanya 2 hari menjadi 4 hari, beberapa materi tambahan baru dibahas dalam kelas tersebut. Seperti kelas-kelas sebelumnya, berbagai peserta datang dari luar kota Jakarta. Pontianak dan Aceh adalah kota terjauh yang menyumbangkan peserta dalam kelas tersebut. Baca Juga : Mengapa Harus Menyusun Isi Presentasi Beberapa Hal Penting Saat Anda Memutuskan Untuk Mengikuti Pelatihan Seperti Ini : 1. Fasilitas Fasilitas apa saja yang akan Anda dapatkan jika bergabung di kelas atau workshop seperti ini. Fasilitas tujuannya adalah untuk mempermudah dan membantu percepatan mewujudkan impian para peserta untuk menjadi Motivator. Di Motivator Academy, Kami berikan fasilitas : A. Ilmu Cara Menjual Sebagai…

Read more

Public Speaking | Ketika ingin membawakan presentasi dengan baik maka di perlukan pembukaan, berikut teknik untuk membuka presentasi dengan baik agar tidak mengalami kegugupan & kecemasan : 1. Membuka dengan kutipan. Dengan membuka dengan kutipan anda bisa menggunakan pakai ayat-ayat motivasi sehingga mengurangi kegugupan dan membuka dengan yang baik. 2. Membuat skenario Membuat skenario guna membayangkan suatu gambar di benak audience di awali dengan kata bayangkan sehingga mereka dapat menangkap apa yang kita sampaikan seperti ” bayangkan pantai yang kamu lihat tak hanya sekedar sapuan pasir saja, namun di dalamnya juga mengandung cangkang makhluk laut, rumput laut, kaca laut bahkan benda-benda aneh lainnya yang dihanyutkan oleh sang samudera”. Baca Juga : Menyenangkan Audiens Saat Berpidato 3. Membuat cerita lucu & humor. Membuka dengan cerita lucu & humor sehingga audience agar tidak terlalu tegang dan tidak terlalu gugup dalam membawakan presentasi agar audience merasakan tidak terlalu bosan. 4. Membuka dengan cerita pribadi…

Read more

140/347

© 2025 Public Speaking Academy