DiPHP Dalam Sebuah Cerita
“Stories allow us to simulate intense experience without having to actually live through them. Stories allow us to experience the world before we actually have to experience it.” – Leo Widrich. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | DiPHP Dalam Sebuah Cerita Salah satu teknik yang dapat Anda gunakan untuk membuat sebuah kalimat pembuka yang menarik atau poin tambahan yang menggentarkan jiwa para audience adalah dengan menggunakan cerita. Ada sangat banyak jenis cerita, lalu apakah semua jenis cerita cocok digunakan sebagai kalimat pembuka atau poin tambahan ? Jawabannya tentu saja, tidak. Maka inilah 3 jenis cerita yang dapat Anda gunakan untuk membuat kalimat pembuka yang menarik atau poin tambahan yang mampu menggentarkan jiwa para audience ! Baca Juga : Cerita Jenis Perumpamaan (My Friend John) A. Personal – Cerita Dari Pengalaman Pribadi Cerita jenis ini merupakan cerita yang datang dari pengalaman pribadi Anda sehubungan dengan poin…
5 Strategi Latih Rasa Hormat Pemimpin
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Latih Rasa Hormat Pemimpin “Respect is how to treat everyone, not just those you want to impress.” — Richard Branson, dalam LinkedIn Influencer post (2014) Rasa hormat bukan sekadar nilai moral, melainkan keterampilan kepemimpinan yang berdampak langsung pada retensi dan keterlibatan karyawan. Di tengah tingginya angka pengunduran diri dan menurunnya loyalitas, melatih pemimpin untuk mencontohkan rasa hormat menjadi strategi retensi yang penting—bukan sekadar tambahan. Berikut 5 strategi untuk latih rasa hormat sebagai kompetensi pemimpin yang berdampak langsung pada retensi dan keterlibatan karyawan: Baca juga:4 Teknik Pelatihan Ramah Otak 1. Definisikan Rasa Hormat dalam Tindakan NyataAgar rasa hormat tidak berhenti sebagai nilai abstrak, pemimpin perlu memahami seperti apa perilaku hormat dalam situasi kerja sehari-hari. Gunakan studi kasus dan simulasi. Contohnya: bagaimana menyampaikan kritik secara konstruktif dalam tinjauan kinerja atau menyampaikan ketidaksepakatan tanpa merendahkan. Karyawan akan lebih terlibat jika melihat bahwa pemimpinnya benar-benar memahami makna “menghormati” secara…
Tips Membuat Audiens Aktif Saat Presentasi
Public Speaking | “You cannot buy engagement. You have to build engagement.” — Tara-Nicholle Nelson Dalam sebuah presentasi, tujuan Anda bukan hanya membuat audiens berpartisipasi saja tapi juga membangun interaksi yang membuat mereka lebih dekat untuk menerima ide-ide Anda. Ada beberapa tips yang bisa membuat audiens anda aktif berinteraksi saat Anda presentasi. Selamat mencoba! Ajukan Serangkaian Pertanyaan “Angkat Tangan Anda Jika…” Hal sederhana pertama yang harus dicoba adalah mengajukan serangkaian pertanyaan kepada audiens. Setiap pertanyaan harus menuntut respons yang lebih sulit secara bertahap selama presentasi. Dalam 1 menit pertama presentasi adalah waktu yang tepat untuk menguji respon audiens. Kenapa harus di awal? Sebuah studi menunjukkan bahwa pendengar cenderung lebih fokus di menit-menit pertama pembicaraan. Jika mereka bersedia mengangkat tangan di awal pembicaraan, maka akan lebih mudah mengajak mereka berinteraksi sampai akhir presentasi Anda. Ceritakan Lelucon Lelucon sendiri adalah cara cerdas untuk berinteraksi dengan audiens karena menghasilkan respon yang alami. Sebuah studi…
4 Teknik Pelatihan Ramah Otak
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Teknik Pelatihan Ramah Otak “Memory is the residue of thought.” — Daniel T. Willingham Di era pelatihan yang makin canggih dan digital, kita tetap harus mengingat satu hal penting: otak manusia belajar dengan cara yang manusiawi. Emosi, gerakan, pengalaman multisensori, dan pengulangan sangat penting agar materi benar-benar tersimpan dalam ingatan. Di sinilah pendekatan brain-friendly seperti model 4C dari Sharon Bowman—Connection, Content, Concrete Practice, Conclusion—menjadi sangat efektif. Berikut 4 teknik untuk pelatihan yang ramah otak dan berdampak jangka panjang: Baca juga:3 Tips Gunakan Pelatihan untuk Retensi 1. Connection: Bangun Koneksi untuk Siapkan OtakSebelum peserta belajar hal baru, mereka perlu “menyalakan” ingatan lama. Strategi seperti diskusi berpasangan, berbagi pengalaman, memilih gambar yang mewakili perasaan, atau menyusun konsep bersama akan membangun relevansi dan rasa ingin tahu. Ini membuat otak lebih siap menyerap informasi, karena ada kaitan langsung dengan pengetahuan yang sudah ada. 2. Content: Sajikan Konten Secara Visual dan…
Teknik Mengembangkan Penyampaian Yang Dinamis
Public Speaking Indonesia | Public Speaking Jakarta | Presentasi yang disampaikan terlalu panjang cenderung tidak memanfaatkan banyak cerita, humor, atau acuan ilustratif untuk memberikan daya tarik bagi para audiens. Banyak presenter menyiapkan isinya secara berlebihan, namun kurang persiapan dalam hal penyampaiannya, sementara isi presentasi presenter lain singkat, namun penyajiannya hebat. Para presenter hebat menemukan keseimbangan yang ideal diantara kedua hal itu dalam menyiapakan Seminar Public Speaking. Berikut beberapa teknik untuk membantu mengembangkan penyampaian presentasi lebih dinamis : – Menghindari pembukaan yang monoton – Menggunakan bahasa yang menarik – Membuat presentasi lebih FLOW (First (Pertama), Last (Terakhir), Often (Sering), Well (Baik)) – Memiliki alat bantu untuk membuat presentasi yang berpengaruh Peralatan bantu presentasi, apabila digunakan dengan tepat dapat menambah pengaruh dalam presentasi yang kita bawakan. Dalam buku terlarusnya dalam melakukan presentasi, “Do Not Go Naked into Your Next Presentation, Ron Hoff berkata, “Apabila ada kata benda dalam presentasi kita, pertimbangkan…
Mengatasi Rasa Takut
Mengatasi Rasa Takut Ketakutan sebetulnya hal yang wajar dan alami karena merupakan bagian dari emosi. Emosi itu bersifat positif. Namun, emosi baru menjadi negatif kalau diluapkan tidak pada tempatnya dan tidak menyelesaikan masalah, yang justru membuat masalah baru. Penyesuaian Diri Ketakutan umumnya adalah tanda dari ketidakbiasaan melakukan sesuatu. Penyesuaian diri bisa dilakukan dengan dua cara: Secara Fisik Datanglah lebih awal untuk mengecek segala sesuatu. Secara Mental dan Pikiran Tubuh dan Pikiran adalah satu paket. Tidak nyaman pada salah satunya dapat mengubah keduanya. Pernapasan Secara logika saat seseorang merasa takut, napas yang ditarik menjadi pendek. Apalagi kebanyakan orang melakukan pernapasan dada, yang tidak banyak menarik oksigen. Hal itu dapat menyebabkan tubuh menjadi dingin, pucat dan gemetar dan oksigen tidak secara maksimal masuk kedalam otak bisa terjadi kebingungan atau “blank”. Oleh karena itu ketika Anda takut bernapaslah menggunakan perut Anda, dengan cara: Taruh tangan kanan di atas perut Tarik napas dengan…
Workshop Sales Mastery with NLP: Meningkatkan Penjualan dengan Pola Pikir dan Komunikasi yang Tepat
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Workshop Sales Mastery with NLP: Meningkatkan Penjualan dengan Pola Pikir dan Komunikasi yang Tepat Pada Selasa, 15 Juli 2025, hari pertama Workshop Sales Mastery with NLP sukses digelar secara luring di Qubika Boutique Hotel, Tangerang. Acara ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari jasa konsultan IT, sales dalam dunia fashion kesehatan, training konseling, insuransi, dan properti—yang ingin meningkatkan performa penjualannya dengan pendekatan NLP (Neuro-Linguistic Programming). Dipandu oleh Coach Ongky Hojanto, workshop ini dirancang untuk membekali peserta dengan strategi mental dan komunikasi yang efektif untuk menghadapi tantangan dunia penjualan. Baca juga:Workshop Story Telling: Mengasah Kemampuan Bercerita untuk Presentasi yang Lebih Efektif Materi pertama yang dibahas adalah tentang Mindset—sebagai fondasi dari setiap tindakan dan pencapaian dalam penjualan. Coach Ongky menjelaskan bahwa mindset yaitu sekumpulan belief yang mempengaruhi sikap, perilaku, tindakan serta hasil yang diperoleh. Dua pola pikir yang ditekankan adalah “Stay Foolish, Stay Hungry” yang mengajak peserta…
Memiliki Keterampilan Public Speaking yang Baik Penting untuk Karir Anda
Public Speaking | “Public speaking skills are an essential key to achieving career advancement and success.” — Robert Moment Komunikasi memungkinkan kita untuk membentuk koneksi, mempengaruhi keputusan, dan memotivasi perubahan. Tanpa keterampilan komunikasi, kemampuan untuk maju di dunia kerja dan dalam kehidupan itu sendiri sangat sulit. Berbicara di depan umum adalah salah satu bentuk komunikasi yang paling penting dan paling ditakuti. Glossophobia atau kecemasan berbicara, adalah ketakutan paling umum yang dimiliki orang di seluruh dunia. Jika saat sekolah Anda bisa menghindarinya, di dunia kerja, berbicara di depan umum adalah keterampilan penting yang harus dimiliki dan diasah karena dapat berdampak besar pada karir Anda. 1. Untuk Memenangkan Hati Orang Banyak Keterampilan penting yang harus dimiliki dalam bisnis dan khususnya hubungan masyarakat adalah keterampilan persuasi atau kemampuan untuk memenangkan hati orang banyak. Di dalam dan di luar tempat kerja, kekuatan persuasi dapat membawa karir Anda menjadi lebih berkembang dan semuanya dimulai dengan mengasah keterampilan…
Tips menciptakan hal baru dalam presentasi
Public Speaking | Warren Buffet mengatakan, “If you can’t communicate and talk to other people and get across your ideas, you’re giving up your potential.” Keberhasilan dalam presentasi adalah impian Anda. Namun, siapa yang akan tau jalannya presentasi tersebut? Meminimalisir kesalahan dalam presentasi merupakan hal yang dilakukan oleh Anda dan para pembicara lainnya. Jika dalam presentasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, itu adalah hal utama yang membantu Anda menjadi lebih berkembang. Dengan syarat, kesalahan yang terjadi sebelumnya dievaluasi. Moment-moment dalam setiap presentasi pasti berbeda, dan disetiap presentasi pasti Anda ingin menciptakan hal yang baru dan menarik. Berikut adalah 3 tips untuk menciptakan hal baru dan menarik dalam sebuah presentasi. 1. Moment Jika Anda mempunyai pengalaman buruk pada presentasi sebelumnya, lupakan. Ini adalah saatnya menciptakan moment baru, mulailah dengan hal-hal mendasar, seperti presentasi sebelumnya Anda tidak mengajak audiens untuk berpartisipasi, di moment yang baru Anda bisa mengajak audiens untuk terlibat. baca juga…
Cerita Jenis Perumpamaan (My Friend John)
Teknik “My-Friend-John” dikembangkan oleh Milton Erickson, MD berdasarkan prinsip ini. John adalah subjek hipnotik imajiner yang seolah-olah duduk di sebelah subjek sesungguhnya. Erickson sakan mengarahkan sugesti-sugestinya kepada subjek imajiner itu, dan dengan cara itu ia membawa subjek sesungguhnya memasuki keadaan hipnotik. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Cerita Jenis Perumpamaan Atau John sekadar diceritakan dalam obrolan santai Erickson dengan si subjek. Ini dilakukan, misalnya, ketika ia menangani pasien yang mengidap rasa sakit pasca-amputasi (phantom limb). Ia bilang: “John sungguh luar biasa. Dan aku bicara dengannya mengenai pentingnya memiliki perasaan tenteram dalam kaki kayu, lutut kayu, betis kayu…. Merasakannya hangat. Dingin. Santai…. Anda bisa saja mengidap simptom kegembiraan pasca-amputasi.” Prosedur semacam ini juga bekerja efektif pada pasien resisten. Dalam hal ini Kita bisa mengepung subjek resisten tersebut dengan subjek-subjek yang memiliki penerimaan baik. Proses tanggapan ideodinamik (baik ideomotor maupun ideosensory) akan terjadi secara otomatis dalam diri…










