5 Teknik Bahasa Tubuh
Public Speaking | Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh. (Richard E. Potter dan Larry A. Samoval, Intercultural Communication, 2006:268). Ada 5 teknik bahasa tubuh yang menarik, yaitu : 1. Mata Dimana Anda sedang presentasi atau sedang menjelaskan kepada audiens Anda, hindarilah kontak mata yang terus melhat kebawah, selalu melihat ke atas, terfokus dengan melihat slide, dan catatan materi Anda, apabila Anda membawa catatan, Anda akan terus melihat dan membaca catatan Anda dan itu akan membuat audiens merasa bosan, jenuh dan tidak nyaman dilihat. Sebaiknya Anda menguasai materi atau mempersiapkan diri Anda dahulu sebelum Anda melakukan presentasi agar presentasi bisa berjalan dengan baik dan benar. 2. Tangan Hindari tangan yang sering memijit, meremas, dan mengiris. Anda bisa gunakan variasi gerakan tangan Anda seperti finger counting yang…
Cara Mengembangkan Growth Mindset untuk Sukses
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Cara Mengembangkan Growth Mindset untuk Sukses Carol Dweck, psikolog dari Stanford, mengungkapkan dalam bukunya Mindset: The New Psychology of Success bahwa mindset kita, baik yang kita sadari maupun tidak, sangat mempengaruhi kehidupan kita. Dweck membagi mindset menjadi dua: growth mindset (mindset berkembang) dan fixed mindset (mindset tetap). Baca juga: 3 Pilar dan Pelatihan Berkelanjutan Membangun Perusahaan Sukses Growth Mindset: Kunci KesuksesanGrowth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan kita dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Orang dengan mindset ini percaya bahwa kecerdasan dan keterampilan bukanlah hal yang tetap, melainkan sesuatu yang bisa ditingkatkan dengan kerja keras.Ciri-ciri orang dengan growth mindset: Percaya bahwa kemampuan bisa berkembang: Mereka percaya bahwa usaha dan pembelajaran akan meningkatkan kemampuan mereka. Menyukai tantangan: Mereka tidak takut menghadapi tantangan karena melihatnya sebagai peluang untuk belajar. Bangkit dari kegagalan: Gagal bukan akhir dari segalanya, tapi kesempatan untuk belajar dan berkembang. Menghargai usaha: Mereka percaya bahwa kerja keras…
Pentingnya Bersikap Tegas
Public Speaking | “The duty we owe ourselves is greater than that we owe others.” ― Louisa May Alcott Apakah Anda pernah mendahulukan keinginan dan kebutuhan orang lain daripada mengedepankan kepentingan Anda sendiri? Jika pernah, maka Anda kesulitan untuk bersikap asertif atau tegas. Apa itu Asertif? Asertif atau ketegasan adalah kemampuan untuk mengomunikasikan keinginan dan kebutuhan Anda sendiri secara jelas dan langsung, bahkan ketika berbeda atau bertentangan dengan apa yang diinginkan orang lain. Orang yang asertif merasa nyaman dan percaya diri dengan pendiriannya, bahkan ketika mereka harus mengatakan “tidak” dan mengecewakan teman atau kolega. Gaya Komunikasi Asertif Orang-orang yang asertif tahu apa yang mereka inginkan dan konsisten menjaga prioritas dan kepentingan pribadi mereka, namun di saat yang sama juga penuh perhatian dan menghormati orang-orang di sekitar mereka. Mereka mengekspresikan keinginan mereka tanpa memaksakannya pada orang lain. Mereka dapat menolak ajakan tanpa merasa bersalah dan dapat mengatakan “tidak” tanpa menimbulkan konflik. Baca…
Menjadi Master Dalam Public Speaking
Motivator | Pembicara | Public Speaking “Kesuksesan muncul dari pertemuan anatara peluang yang tercipta atau diciptakan dan kesiapan untuk memanfaatkannya.” – Ongky Hojanto Menjadi pembicara bukanlah sekedar Anda dapat berbicara dan membawakan materi Anda hingga tuntas dihadapan audiens. Namun, lebih dari itu. Ketika Anda membawakan sebuah materi maka Anda harus mendapatkan perhatian dari audiens Anda agar apa yang Anda sampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens Anda. Ada banyak hal yang harus Anda siapkan dan latih sebelum Anda berbicara dihadapan para audiens, salah satunya adalah bagaimana caranya untuk menjadi seorang pembicara yang menyenangkan dan dapat menarik perhatian para audiens? Baca juga : Cerita dalam public speaking Berikut ini adalah 3 cara untuk menjadi master : 1. Belajar dari pengalaman Guru yang paling berharga adalah pengalaman. Ceritakanlah pengalaman, baik milik Anda maupun milik orang lain yang memiliki hubungan dengan materi yang Anda sampaikan. Jadikan cerita tersebut sebagai jembatan untuk membangun hubungan…
3 Pilar dan Pelatihan Berkelanjutan Membangun Perusahaan Sukses
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Pilar dan Pelatihan Berkelanjutan Membangun Perusahaan Sukses “Success is the result of preparation, hard work, and learning from failure.” – Colin Powell Membangun perusahaan yang sukses bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan lebih dari sekadar produk atau layanan berkualitas; perusahaan yang sukses memerlukan visi yang jelas, tim yang terlatih dengan baik, dan budaya yang kuat. Salah satu cara terbaik untuk mencapai keberhasilan jangka panjang adalah dengan fokus pada elemen-elemen inti yang dapat mendorong pertumbuhan dan menciptakan pengalaman luar biasa bagi klien. Tiga strategi berikut ini akan membantu Anda membangun fondasi yang kokoh untuk perusahaan Anda dan memastikan bahwa tim Anda siap untuk mencapai tujuan bersama. Baca juga: 3 Cara Teknologi Mengubah Pelatihan Karyawan Sederhanakan Visi dengan Tiga Pilar Visi perusahaan harus mudah dipahami oleh seluruh tim. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan merangkum visi Anda ke dalam tiga kata atau pilar utama yang mencerminkan nilai dan…
Tips Membuat Catatan Saat Presentasi Tanpa Kehilangan Perhatian Audiens
Public Speaking | “It usually takes me more than three weeks to prepare a good impromptu speech.” – Mark Twain Sebagai pembicara, menggunakan catatan saat presentasi menjadi pilihan terbaik untuk memastikan apa yang dibicarakan berada di ‘jalurnya’. Tapi bagaimana jika kita justru terlalu sibuk melihat catatan dan kehilangan koneksi dengan audiens? Berikut adalah 10 tips agar berhasil berbicara dengan catatan tanpa harus mengorbankan koneksi dengan audiens : 1. Buat tampilan catatan yang profesional Pastikan catatan yang kita pegang terlihat profesional dari sudut pandang audiens. Jangan membawa setumpuk kertas yang lecek, yang memberi kesan kita tidak mempersiapkan dengan matang. 2. Ukuran huruf yang besar Tulis catatan dengan huruf yang cukup besar sehingga kita dapat membacanya walau sekilas dan mengakses informasi yang kita butuhkan dengan cepat. 3. Beri nomor pada catatan Tulis nomor halaman yang besar pada setiap lembar catatan, sehingga jika catatan rusak atau lecek, kitab isa menemukan halaman yang dicari dengan cepat.…
3 Manfaat Pelatihan Dalam Pencapaian Visi Perusahaan
“Pada akhirnya, sebuah visi tanpa kemampuan untuk mengeksekusinya adalah halusinasi.” — Steve Case. Pelatihan Public Speaking | Belajar Public Speaking | Manfaat Pelatihan Dalam Pencapaian Visi Saya yakin Anda pasti sepakat dengan Saya bahwa salah satu tujuan suatu perusahaan adalah untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. Namun tak jarang visi hanyalah menjadi sebuah halusinasi bagi perusahaan. Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi ? Salah satunya adalah karena minimnya kesadaran pemimpin perusahaan dalam pengembangan SDM yang dimilikinya. Setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik dunia selalu memiliki perkembangan, saingan Anda selalu membuat suatu perkembangan. Oleh karena itu, penting adanya kesadaran bagi para pemimpin perusahaan untuk mengembangkan soft skill dan kemampuan para karyawannya. Dan untuk dapat mengembangkan soft skill dan kemampuan para karyawan maka Anda dapat meminta Mereka mengikuti program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan internal perusahaan Anda. Mengapa harus program pelatihan ? karena program pelatihan dan pengembangan karyawan dapat…
3 Cara Teknologi Mengubah Pelatihan Karyawan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Cara Teknologi Mengubah Pelatihan Karyawan “The only thing that is constant is change.” –Heraclitus Teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pelatihan karyawan, meningkatkan efisiensi dan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Dari perekrutan hingga pengembangan jangka panjang, teknologi memberi banyak manfaat yang tak terhitung. Berikut adalah tiga cara utama teknologi mengubah pelatihan karyawan: Baca juga: 3 Cara Memotivasi Karyawan Menyelesaikan Pelatihan Opsional Meningkatkan Proses Pengembangan Karyawan Teknologi mempermudah distribusi materi pelatihan dan pengujian secara digital. Ini mengurangi ketergantungan pada kertas, mempercepat proses, dan mengurangi biaya. Misalnya, penggunaan platform e-learning yang interaktif memungkinkan perusahaan untuk melatih karyawan dengan cara yang lebih menarik dan efektif, meningkatkan keterlibatan dan retensi informasi. Pelatihan untuk Karyawan Baru Untuk karyawan baru, teknologi menyediakan berbagai materi pelatihan seperti video, buku panduan digital, dan kuis interaktif. Ini memungkinkan perusahaan dengan lokasi tersebar atau tim yang bekerja jarak jauh untuk melatih karyawan baru secara efektif…
Cerita Dalam Public Speaking
Motivator | Pembicara | Public Speaking Dalam studi yang dilakukan oleh tim peneliti di Emory University, Amerika Serikat ditemukan bahwa konektivitas dapat meningkat di daerah sulkus pusat otak yang bertanggungjawab untuk keteampilan sensorik serta motorik manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hanya dengan membaca atau mendengarkan cerita, manusia akan seolah-olah melalui peristiwa tersebut. Dalam public speaking, cerita yang Anda bawakan kepada audiens Anda dalah sbeuah bumbu penyedap yang membuat presentasi tersebut tidak terasa hambar. Cerita yang Anda sampaikan akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar audiens dan mengendap dalam waktu yang lama jika Anda tahu waktu-waktu yang tepat untuk bercerita. Baca juga : Kesuksesan sebagai buah dari kekonsistenan Inilah waktu yang tepat untuk menyampaikan cerita : 1. Penguatan Ketika Anda membutuhkan penguatan atas poin yang sedang Anda sampaikan, maka Anda dapat menggunakan cerita yang berhubungan dengan poin tersebut sebagai ilustrasi. Cerita tersebut akan dapat mendukung poin tesebut sehingga audiens tidak dapat…
3 Cara Memotivasi Karyawan Menyelesaikan Pelatihan Opsional
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Cara Memotivasi Karyawan Menyelesaikan Pelatihan Opsional Pelatihan opsional dapat meningkatkan keterampilan karyawan, namun sering kali mereka kesulitan menyelesaikannya. Berikut adalah tiga cara untuk memotivasi karyawan dalam menyelesaikan pelatihan opsional: Baca juga: 3 Tips Mengelola Karyawan Argumentatif dalam Pelatihan Buat Individual Development Plans (IDP) IDP membantu karyawan dan manajer menetapkan keterampilan yang ingin dikembangkan. Dengan melibatkan karyawan dalam perencanaan, pelatihan menjadi lebih relevan dengan tujuan karier mereka, sehingga meningkatkan motivasi untuk menyelesaikannya. Manfaatkan Pembelajaran Kontekstual di LMS Integrasikan LMS (Learning Management System) dengan sistem lain untuk memberikan pelatihan yang relevan secara real-time. Pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan membuat pelatihan lebih menarik dan mudah diikuti oleh karyawan. Gabungkan Motivator Ekstrinsik dan Intrinsik Selain penghargaan seperti poin atau lencana, motivasi intrinsik seperti bimbingan, pengakuan, dan kesempatan berbagi pengetahuan lebih efektif dalam mempertahankan minat jangka panjang. Hal ini membuat pelatihan lebih bermakna dan memotivasi karyawan untuk terus belajar.…










