Buat Audiens Nyaman Dengan Presentasi Anda
Motivator | Pembicara | Public Speaking Dikutip dari jurnal komunitas : jurnal pengabdian kepada masyarakat Vol. 2, No. 2, Januari 2020, pp. 127 – 132 Institut Ilmu Sosial dan Manajemen (STIAMI) ice breaking harus dilakukan oleh para tenaga pengajar baik oleh dosen maupun guru pada saat kegiatan belajar berlangsung karena ice breaking dapat berfungsi untuk memecahkan kebosanan yang terjadi hadir dalam kegiatan belajar tersebut. Begitupun dengan presentasi atau public speaking, sebagai seorang pembicara Anda harus memikirkan bagaimana caranya agar Anda tidak membuat presentasi atau public speaking tersebut menjadi kaku, membosankan, dan juga menjenuhkan bagi audiens Anda. Buatlah audiens Anda nyaman dengan beberapa kegiatan diluar materi Anda secara singkat agar mampu meningkatkan antusiasme audiens. Baca juga : Gugup dalam public speaking Berikut ini 3 cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat presentasi atau public speaking Anda tidak membosankan bagi audiens : 1. Ice Breaking Yang pertama, Anda bisa membuat game atau…
Gugup Saat Public Speaking
Motivator | Pembicara | Public Speaking Menurut CCN Indonesia edisi Agustus 2019, meskipun dianggap wajar namun perasaan gugup yang kerap kali muncul ketika Anda akan tampil dihadapan banyak orang untuk membawakan sebuah presentasi adalah sebuah kondisi yang sulit untuk Anda hindari. Hal ini menyebabkan Anda menjadi kurang PD dan nyaman ketika membawakan public speaking Anda. Sama dengan rasa takut, degdegan, ataupun malu, perasaan gugup ini juga datang karena Anda belum terbiasa untuk membawakan sebuah presentasi atau public speaking. Perasaan gugup yang Anda rasakan adalah bagian dari bentuk emosi yang Anda rasakan dan akan menjadi sebuah hal yang positif selama Anda bisa mengendalikannya dan tidak menimbulkan masalah dari emosi tersebut. Baca juga : Menjadi master dalam public speaking Masalah utama dari munculnya perasaan gugup tersebut adalah kenyataan bahwa Anda belum terbiasa membawakan presentasi. Lantas, apakah seseorang yang sudah terbiasa membawakan presentasi atau public speaking tidak pernah lagi merasakan kegugupan? Tentu jawabannya…
Mengatur Volume Suara Saat Presentasi
Public Speaking | Pernahkah Anda menghadiri seminar atau workshop, lalu Anda kesulitan mendengar apa yang dikatakan pembicara padahal informasi yang disampaikan penting? Inilah yang audiens Anda rasakan jika Anda berbicara tidak cukup keras atau jelas. Siapa sangka, pengaturan volume suara menjadi unsur yang penting ketika melakukan presentasi. Informasi atau pesan yang ingin Anda sampaikan ke audiens tidak mungkin dapat diterima sepenuhnya jika mereka tidak dapat mendengarnya dengan jelas bukan? Mungkin Anda berpikir ini hanya soal keras atau tidaknya suara saja yang bisa disiasati dengan menggunakan pengeras suara. Pada kenyataannya masalah bukan pada keras atau tidaknya saja, tapi kejelasan suara serta daya tarik suara Anda yang bisa dirasakan audiens Ketika Anda percaya diri. “Tapi suara saya memang kecil, gimana dong?” “Saya tidak biasa teriak-teriak.” Berikut beberapa tips mengatur volume suara saat presentasi : 1. Buang rasa takut Buang rasa takut untuk berbicara keras karena takut dianggap kasar atau tidak sopan. Rasa takut…
Cara Mengembangkan Growth Mindset untuk Sukses
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Cara Mengembangkan Growth Mindset untuk Sukses Carol Dweck, psikolog dari Stanford, mengungkapkan dalam bukunya Mindset: The New Psychology of Success bahwa mindset kita, baik yang kita sadari maupun tidak, sangat mempengaruhi kehidupan kita. Dweck membagi mindset menjadi dua: growth mindset (mindset berkembang) dan fixed mindset (mindset tetap). Baca juga: 3 Pilar dan Pelatihan Berkelanjutan Membangun Perusahaan Sukses Growth Mindset: Kunci KesuksesanGrowth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan kita dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Orang dengan mindset ini percaya bahwa kecerdasan dan keterampilan bukanlah hal yang tetap, melainkan sesuatu yang bisa ditingkatkan dengan kerja keras.Ciri-ciri orang dengan growth mindset: Percaya bahwa kemampuan bisa berkembang: Mereka percaya bahwa usaha dan pembelajaran akan meningkatkan kemampuan mereka. Menyukai tantangan: Mereka tidak takut menghadapi tantangan karena melihatnya sebagai peluang untuk belajar. Bangkit dari kegagalan: Gagal bukan akhir dari segalanya, tapi kesempatan untuk belajar dan berkembang. Menghargai usaha: Mereka percaya bahwa kerja keras…
Pentingnya Bersikap Tegas
Public Speaking | “The duty we owe ourselves is greater than that we owe others.” ― Louisa May Alcott Apakah Anda pernah mendahulukan keinginan dan kebutuhan orang lain daripada mengedepankan kepentingan Anda sendiri? Jika pernah, maka Anda kesulitan untuk bersikap asertif atau tegas. Apa itu Asertif? Asertif atau ketegasan adalah kemampuan untuk mengomunikasikan keinginan dan kebutuhan Anda sendiri secara jelas dan langsung, bahkan ketika berbeda atau bertentangan dengan apa yang diinginkan orang lain. Orang yang asertif merasa nyaman dan percaya diri dengan pendiriannya, bahkan ketika mereka harus mengatakan “tidak” dan mengecewakan teman atau kolega. Gaya Komunikasi Asertif Orang-orang yang asertif tahu apa yang mereka inginkan dan konsisten menjaga prioritas dan kepentingan pribadi mereka, namun di saat yang sama juga penuh perhatian dan menghormati orang-orang di sekitar mereka. Mereka mengekspresikan keinginan mereka tanpa memaksakannya pada orang lain. Mereka dapat menolak ajakan tanpa merasa bersalah dan dapat mengatakan “tidak” tanpa menimbulkan konflik. Baca…
5 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional
Berbicara di Depan Umum |“Ketika berhadapan dengan orang, ingatlah bahwa Anda tidak berurusan dengan makhluk logika, tetapi dengan makhluk emosi.” – Dale Carnegie. Kecerdasan emosional adalah “bagian dari kecerdasan sosial, kecerdasan yang melibatkan kemampuan untuk menyatukan perasaan dan emosi diri sendiri dan orang lain, membedakannya dan menggunakan informasi ini untuk memandu pikiran dan tindakan seseorang”. Dewasa ini, Kecerdasan Emosional (EI atau EQ) dianggap lebih penting daripada IQ (intelligence quotient). Kenapa? Karena orang dengan EQ tinggi berhubungan lebih baik dengan orang lain, lebih mudah didekati, cenderung terbuka dan karena itu lebih mudah untuk diajak bekerja sama, baik dalam tim atau secara individu. Tingkat kecerdasan emosional yang tinggi untuk meningkatkan produktivitas dan kesuksesan seseorang. Maka tidak jarang jika banyak perusahaan memberikan tes EQ sebelum mengajukan penawaran. Lalu bagaimana cara meningkatkan kecerdasan emosional? Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda coba untuk meningkatkan kecerdasan emosional : 1. Sadari dan sesuaikan dengan emosi…
Menjadi Master Dalam Public Speaking
Motivator | Pembicara | Public Speaking “Kesuksesan muncul dari pertemuan anatara peluang yang tercipta atau diciptakan dan kesiapan untuk memanfaatkannya.” – Ongky Hojanto Menjadi pembicara bukanlah sekedar Anda dapat berbicara dan membawakan materi Anda hingga tuntas dihadapan audiens. Namun, lebih dari itu. Ketika Anda membawakan sebuah materi maka Anda harus mendapatkan perhatian dari audiens Anda agar apa yang Anda sampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens Anda. Ada banyak hal yang harus Anda siapkan dan latih sebelum Anda berbicara dihadapan para audiens, salah satunya adalah bagaimana caranya untuk menjadi seorang pembicara yang menyenangkan dan dapat menarik perhatian para audiens? Baca juga : Cerita dalam public speaking Berikut ini adalah 3 cara untuk menjadi master : 1. Belajar dari pengalaman Guru yang paling berharga adalah pengalaman. Ceritakanlah pengalaman, baik milik Anda maupun milik orang lain yang memiliki hubungan dengan materi yang Anda sampaikan. Jadikan cerita tersebut sebagai jembatan untuk membangun hubungan…
3 Pilar dan Pelatihan Berkelanjutan Membangun Perusahaan Sukses
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Pilar dan Pelatihan Berkelanjutan Membangun Perusahaan Sukses “Success is the result of preparation, hard work, and learning from failure.” – Colin Powell Membangun perusahaan yang sukses bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan lebih dari sekadar produk atau layanan berkualitas; perusahaan yang sukses memerlukan visi yang jelas, tim yang terlatih dengan baik, dan budaya yang kuat. Salah satu cara terbaik untuk mencapai keberhasilan jangka panjang adalah dengan fokus pada elemen-elemen inti yang dapat mendorong pertumbuhan dan menciptakan pengalaman luar biasa bagi klien. Tiga strategi berikut ini akan membantu Anda membangun fondasi yang kokoh untuk perusahaan Anda dan memastikan bahwa tim Anda siap untuk mencapai tujuan bersama. Baca juga: 3 Cara Teknologi Mengubah Pelatihan Karyawan Sederhanakan Visi dengan Tiga Pilar Visi perusahaan harus mudah dipahami oleh seluruh tim. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan merangkum visi Anda ke dalam tiga kata atau pilar utama yang mencerminkan nilai dan…
Tips Membuat Catatan Saat Presentasi Tanpa Kehilangan Perhatian Audiens
Public Speaking | “It usually takes me more than three weeks to prepare a good impromptu speech.” – Mark Twain Sebagai pembicara, menggunakan catatan saat presentasi menjadi pilihan terbaik untuk memastikan apa yang dibicarakan berada di ‘jalurnya’. Tapi bagaimana jika kita justru terlalu sibuk melihat catatan dan kehilangan koneksi dengan audiens? Berikut adalah 10 tips agar berhasil berbicara dengan catatan tanpa harus mengorbankan koneksi dengan audiens : 1. Buat tampilan catatan yang profesional Pastikan catatan yang kita pegang terlihat profesional dari sudut pandang audiens. Jangan membawa setumpuk kertas yang lecek, yang memberi kesan kita tidak mempersiapkan dengan matang. 2. Ukuran huruf yang besar Tulis catatan dengan huruf yang cukup besar sehingga kita dapat membacanya walau sekilas dan mengakses informasi yang kita butuhkan dengan cepat. 3. Beri nomor pada catatan Tulis nomor halaman yang besar pada setiap lembar catatan, sehingga jika catatan rusak atau lecek, kitab isa menemukan halaman yang dicari dengan cepat.…









