3 Strategi Soft Skills untuk Unggul
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Soft Skills untuk Unggul “In the future, there will be two kinds of people in the world – those who tell computers what to do, and those who are told by computers what to do.” — Marc Andreessen Seiring kemajuan teknologi dan adopsi AI di dunia kerja, keterampilan lunak (soft skills) justru semakin krusial. Mengapa? Karena hal-hal yang tak bisa digantikan oleh mesin — seperti empati, komunikasi, dan kepemimpinan — menjadi penentu kesuksesan organisasi modern. Artikel dari AllenComm ini menjelaskan bahwa 3 alasan untuk strategi pelatihan soft skills berikut kini menjadi unggul kompetitif yang sangat dibutuhkan oleh tenaga kerja. Baca juga:3 Strategi Humor untuk Pelatihan Efektif 1. Meningkatkan Kolaborasi dan Produktivitas TimSoft skills seperti mendengarkan aktif, komunikasi empatik, dan pengelolaan konflik membantu tim bekerja lebih harmonis. Dalam lingkungan kerja hibrida dan serba cepat, kemampuan ini mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan kepercayaan, dan mempercepat penyelesaian pekerjaan. Contohnya, perusahaan…
Profesi Itu Bernama Motivator
“Ala paling bisa ngomong doang” Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Profesi Itu Bernama Motivator Kalimat di atas adalah sedikit dari beberapa tanggapan yang dilontarkan saat Saya mempromosikan profesi MOTIVATOR. Saya tidak dapat menyalahkan atau marah dengan bully yang dilakukan oleh para “hatters” terhadap para motivator. Termasuk Saya, saat mempromosikan seminar dan pelatihan trainerpreneur (Rahasia menghasilkan Rp 1 M pertama dari bisnis Training). Baca Juga : Sebuah Keputusan Analisa Saat Bully Ini Terjadi Disebabkan Karena 3 Hal : 1. Kualitas Motivator Banyak orang merasa dengan berani ngomong didepan umum Mereka bisa langsung menjadi motivator. Mereka tidak memiliki ilmu yang benar untuk menjadi professional motivator 2. Dasar Acuan Yang Ngawur Banyak motivator yang membuat “malpraktek” dengan mengajarkan sesuatu yang tidak berdasar. Sumber materi yang Mereka buat tidak sebutkan. 3. Cara Menyampaikan Cara menyampaikan yang membosankan dan ditambah dengan tingkat pengetahuan yang minim maka wajar jika orang…
Sebuah Keputusan
“Menggunakan kekuatan keputusan memberimu kemampuan untuk melewati alasan apa pun untuk mengubah setiap bagian hidupmu dalam sekejap.” – Anthony Robbins. Pembicara | Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Sebuah Keputusan Setiap orang pasti pernah membuat sebuah keputusan besar yang ia syukuri seumur hidupnya. Hal ini terjadi karena dampak dari keputusan tersebut membekas secara positif hingga sepanjang hayat. Jika Anda diberikan beberapa menit untuk mengingat mengenai keputusan besar yang pernah Anda ambil dalam hidup ini. Maka, keputusan apakah itu ? Baca Juga : 3 Fakta Keliru Mengenai Motivator Tahun 2001, Saya Membuat Keputusan Besar Dalam Hidup Saya. Dampak Dari Keputusan Ini : 1. Memiliki pendapatan diatas rata-rata gaji General Manager di Indonesia. Yang dapat Saya peroleh dengan hanya 3 jam kerja. 2. Memiliki bisnis dengan 8 cabang di Indonesia 3. Memiliki 8 buah property 4. Menulis 4 buah buku yang diterbitkan oleh penerbit terbesar di Indonesia…
5 Strategi Gamifikasi Pelatihan Tim
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Gamifikasi Pelatihan Tim Gamifikasi mengubah pelatihan kerja menjadi pengalaman yang lebih menarik dan menyenangkan. Jika games di ponsel bisa membuat orang rela duduk berjam-jam, pendekatan serupa bisa diterapkan dalam pembelajaran karyawan. Dengan memasukkan elemen seperti poin, lencana, dan papan peringkat, pelatihan yang tadinya terasa biasa bisa berubah menjadi tantangan yang ditunggu. Berikut 5 strategi efektif untuk menerapkan gamifikasi dalam pelatihan tim Anda: Baca juga:5 Jurus Jitu Latih Tim Penjualan 1. Pahami Siapa Peserta AndaMulailah dengan mengenali latar belakang, minat, dan tingkat keterampilan peserta pelatihan. Ini penting agar elemen permainan yang digunakan terasa relevan dan tidak mengada-ada. Gamifikasi yang tepat sasaran hanya bisa terjadi jika Anda tahu benar siapa yang akan mengalaminya. 2. Tetapkan Tujuan yang JelasPastikan gamifikasi Anda mendukung hasil yang ingin dicapai. Apakah tujuannya meningkatkan pemahaman produk? Mendorong kepatuhan terhadap kebijakan? Atau membangun soft skill? Tujuan ini akan menjadi dasar dalam mendesain tantangan, hadiah,…
Workshop NLP Practitioner Hari Kedua: Menata Mindset, Mengubah Hidup
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Workshop NLP Practitioner Hari Kedua: Menata Mindset, Mengubah Hidup Kamis, 24 Juli 2025, Workshop NLP Practitioner berlanjut ke hari kedua di Qubika Boutique Hotel, Tangerang. Sesi ini kembali dipandu oleh Coach Ongky Hojanto dan mengangkat topik penting: Mindset—sekumpulan belief (keyakinan) yang mempengaruhi sikap, perilaku, tindakan, serta hasil yang akan diperoleh. Baca juga:Workshop NLP Practitioner: Menggali Diri dan Mengubah Pola Pikir Melalui Teknik NLP Coach Ongky menjelaskan bahwa perubahan sejati dimulai dari cara berpikir. Mindset yang memberdayakan akan menghasilkan keputusan dan tindakan yang lebih efektif. Dalam pendekatan NLP, terdapat beberapa landasan berpikir yang menjadi fondasi perubahan, di antaranya: The map is not the territory – persepsi bukanlah kenyataan, hanya interpretasi. Richest number of choices – semakin banyak pilihan, semakin besar kendali. People already have all the resources – setiap orang punya potensi yang dibutuhkan. The meaning of communication is the response I get – hasil komunikasi tergantung…
Workshop NLP Practitioner: Menggali Diri dan Mengubah Pola Pikir Melalui Teknik NLP
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Workshop NLP Practitioner: Menggali Diri dan Mengubah Pola Pikir Melalui Teknik NLP Pada Rabu, 23 Juli 2025, hari pertama Workshop NLP Practitioner sukses digelar secara luring di Qubika Boutique Hotel, Tangerang. Peserta datang dari berbagai latar belakang—Owner skincare, IT, Coach, Programmer, Trader dan banyak lagi—dengan semangat untuk memahami diri lebih dalam dan meningkatkan keterampilan komunikasi melalui pendekatan NLP (Neuro-Linguistic Programming). Dipandu oleh Coach Ongky Hojanto, workshop ini dirancang untuk memberikan pondasi kuat dalam proses transformasi diri menggunakan prinsip-prinsip NLP. Baca juga:5 Jurus Jitu Latih Tim Penjualan Materi pertama yang dibahas adalah Outcomes—sebuah konsep penting tentang cara menetapkan tujuan secara spesifik dan terukur. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan teknik chunking, khususnya chunking down, yaitu mencacah pernyataan umum menjadi rincian yang lebih spesifik agar makna sebenarnya bisa ditemukan. Contohnya, pada pernyataan “Saya minder kalau bertemu lawan jenis,” peserta diminta menggarisbawahi kata “lawan jenis” dan bertanya “yang seperti apa?”…
3 Strategi Atasi Audiens KEPO
“Kadang kepo itu perlu, biar Kita bisa tahu orang yang baru Kita kenal.” – Baro Indra. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Strategi Atasi Audiens KEPO Acara realita show yang menunjukan kehidupan harian dari seorang actor seperti Raffi Ahmad, Baim Wong atau Atta Halilintar mendapatkan proporsi animo yang besar di mata pemirsa TV. Hal ini tidak lepas dari keingintahuan seseorang terhadap kehidupan pribadi orang lain atau yang Kita kenal dengan kata Kepo. Hal yang sama terjadi dalam benak audience Anda ketika mendengarkan presentasi atau public speaking Anda, Mereka juga memiliki keingintahuan mengenai pengalaman atau hal hal tertentu dalam kehidupan Anda. Namun, alangkah baik nya ada hubungan dengan topik atau poin yang sementara Anda bahas. Cobalah mengingat ingat dan menuliskan beberapa pengalaman yang pernah Anda alami, serta masukan ke dalam tiga kategori ini : Baca Juga : Jangan Lakukan Ini Saat Anda Bercerita 1. Pengalaman Yang…
5 Jurus Jitu Latih Tim Penjualan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Jurus Jitu Latih Tim Penjualan “What gets measured gets managed.” — Peter Drucker Agar pelatihan penjualan berdampak nyata, strategi Anda harus berbasis data dan praktik terbaik dari organisasi yang sudah terbukti berhasil. Berdasarkan riset terkini, berikut 5 jurus jitu yang bisa Anda terapkan dalam latih tim penjualan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan penjualan: Baca juga:5 Tips Kembangkan Pemimpin Hebat Internal 1. Prioritaskan Pelatihan Tatap Muka InstrukturSebanyak 93% organisasi dengan pelatihan penjualan yang sangat efektif masih menggunakan pelatihan langsung yang dipandu instruktur (ILT). Meskipun pelatihan virtual tetap penting, pendekatan campuran—seperti kickoff tatap muka yang dilanjutkan sesi online dan tugas aplikasi—meningkatkan keterlibatan serta penerapan keterampilan. Interaksi langsung tetap menjadi faktor krusial dalam membangun pemahaman dan kepercayaan diri peserta. 2. Gunakan Penilaian untuk Temukan KesenjanganOrganisasi dengan pelatihan terbaik 5,4 kali lebih mungkin secara proaktif menggunakan penilaian untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan. Lakukan penilaian awal, analisis hasilnya, dan sesuaikan materi pelatihan dengan…
5 Tips Kembangkan Pemimpin Hebat Internal
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Tips Kembangkan Pemimpin Hebat Internal“Before you are a leader, success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all about growing others.” — Jack Welch Pemimpin hebat tidak selalu harus direkrut dari luar. Banyak calon pemimpin potensial justru tersembunyi di dalam tim Anda saat ini. Dengan strategi pengembangan yang tepat, Anda bisa mengidentifikasi, membimbing, dan memberdayakan mereka untuk memimpin organisasi ke arah yang lebih kuat dan berkelanjutan. Berikut 5 tips efektif yang dapat Anda terapkan untuk kembangkan pemimpin hebat dalam internal: Baca juga:1. Sesuaikan Jenis Pelatihan dengan KebutuhanProgram pelatihan kepemimpinan harus relevan dengan prioritas organisasi. Misalnya, jika fokus Anda adalah peningkatan kemampuan teknologi, berikan pelatihan CRM dan analitik. Jika Anda sedang menjalankan kampanye besar, latih calon pemimpin agar siap mengelola tahapan kampanye dengan efektif. Gunakan pendekatan yang spesifik dan terarah untuk membangun kompetensi yang benar-benar dibutuhkan. 2. Bangun Jalur Kepemimpinan yang JelasCiptakan…










