4 Teknik Melatih Gen Z di Garda Depan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Teknik Melatih Gen Z di Garda Depan “The single biggest problem in communication is the illusion that it has taken place.” — George Bernard Shaw Generasi Z kini menjadi bagian penting dunia kerja, termasuk di peran garis depan seperti ritel, perhotelan, dan layanan cepat saji. Namun, banyak perusahaan masih berjuang memahami kebutuhan mereka. Gen Z bukanlah “malas” atau “manja” seperti stereotip yang beredar, melainkan generasi yang menghadapi realitas kerja berbeda dan butuh pendekatan pelatihan baru. Berikut 4 teknik melatih gen z yang bisa diterapkan agar siap berada di garda terdepan: Baca juga:4 Strategi Program Pemimpin Masa Depan 1. Kembali ke DasarBanyak pekerja Gen Z tidak terbiasa dengan keterampilan yang dulu dianggap remeh, seperti menjawab telepon atau menyapa pelanggan. Pelatihan dasar sangat penting, mulai dari komunikasi langsung hingga etika kerja, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan individu. Dengan pendekatan ini, kepercayaan diri mereka akan meningkat, dan loyalitas pun…
Pipo Dan Embro
Menurut halodoc.com edisi 04 Maret 2021 cerita memiliki berbagai manfaat diantaranya : dapat meningkatkan kemampuan untuk berbahasa, melatih daya ingat dan mengembangkan daya imajinasi. Cerita Perumpamaan | Story Telling | Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking Baca Juga : Siapa Tokohnya Dan Apa Efeknya ? Di sebuah desa ada dua orang pemuda yang bersahabat, Mereka bernama Pipo dan Embro. Mereka berdua ingin menjadi orang yang kaya raya di desanya. Maka dengan begitu Mereka berdua mencari pekerjaan untuk mendapatkan uang. Suatu hari, bapak kepala desa membuka lowongan pekerjaan dan sang kepala desa memanggil pipo dan embro. Dikatakannya, desa Mereka memerlukan pekerja untuk mengambil air dengan ember dari mata air di gunung dan kemudian disalurkan ke rumah-rumah penduduk. Jaraknya cukup lumayan jauh dan berkelok-kelok serta naik turun bukit. Singkat cerita, Pipo dan Embro memenuhi permintaan kepala desa. Dan Mereka akan dibayar sesuai dengan jumlah ember yang Mereka bawa.…
4 Strategi Program Pemimpin Masa Depan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Strategi Program Pemimpin Masa Depan “Leadership is not about titles, positions, or flowcharts. It is about one life influencing another.” — John C. Maxwell Banyak program kepemimpinan diluncurkan dengan janji besar, namun sering kali gagal memberi dampak nyata. Agar program benar-benar menepati janjinya, penting untuk merancang pengalaman belajar yang relevan, imersif, dan mampu mengubah cara berpikir calon pemimpin. Berikut 4 strategi program pemimpin untuk masa depan yang dapat diterapkan: Baca juga:4 Tips Pengembangan Kepemimpinan di Era AI 1. Menarik: Buat Pembelajaran Relevan dan ImersifGenerasi pemimpin masa depan tumbuh di era konten singkat, visual, dan emosional. Pelatihan tidak bisa lagi sebatas presentasi panjang penuh slide. Sebaliknya, gunakan format interaktif seperti video pendek, simulasi, atau microlearning yang langsung menyasar kebutuhan nyata. Konten yang membosankan hanya akan diabaikan, sedangkan konten yang relevan dan kreatif mampu menginspirasi. 2. Campuran: Padukan Teknologi dan Sentuhan ManusiaPembelajaran terbaik lahir dari ekosistem campuran: mentoring,…
Workshop Trainerpreneur
Public Speaking | Dihari pertama Workshop Trainerpreneur tanggal 14 Juni 2019 bertempat di Hotel Mercure Jakarta Kota tepat Jam 09.06 acara dimulai dengan 9 peserta yang hadir yang dibawakan oleh Pak Ongky Hojanto selaku pembicara atau pengajar di Workshop Trainerpreneur. Peserta yang hadir dari berbagai kota seperti Bu Ayu dari Solo, Pak Nicko dari Makasar, Pak Budi dari Samarinda, Pak Setia Darma dari Tangerang dan Pak Sulaiman dari Purwakarta dan peserta lainnya dari Jakarta. Apa yang peserta ingin dapatkan di program tersebut ? Menurut Bu Ayu, “Saya ingin mendapatkan materi yang berkualitas, menambah networking dan menjaga energy positif karena kita semua disini memiliki satu tujuan yang sama”. Menurut Pak Billy, “Saya ingin menjadi pembicara yang handal dengan belajar dengan Pak Ongky saya ingin belajar mengajar yang baik, networking yang baik dan ingin kaya dari training Pak Ongky” Menurut Pak Setia Darma, “Saya ingin menjadi trainer terkemuka, menambah wawasan, menjadi orang yang…
4 Tips Pengembangan Kepemimpinan di Era AI
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Tips Pengembangan Kepemimpinan di Era AI “Play is the highest form of research.” – Albert Einstein AI telah mengubah cara organisasi bekerja dan menuntut pemimpin untuk lebih adaptif. Sayangnya, 71% organisasi mengakui bahwa tenaga kerja mereka belum siap memanfaatkan AI secara efektif (Boston Institute, 2024). Artinya, kepemimpinan tradisional tak lagi cukup. Dibutuhkan pendekatan baru yang membekali pemimpin dengan keterampilan nyata dan kepercayaan diri menghadapi transformasi. Baca juga:5 Strategi Membangun Budaya Coaching Berikut 4 tips pengembangan kepemimpinan di era AI yang dapat diterapkan: 1. Gunakan Ilmu Bermain untuk Meningkatkan AdaptasiBermain bukan sekadar hiburan, melainkan kondisi otak yang membuat kita lebih kreatif dan terbuka terhadap pembelajaran. Dalam “zona bermain”, pemimpin bisa bereksperimen dengan AI tanpa takut salah. Organisasi visioner kini merancang pengalaman belajar berbasis gamifikasi, simulasi, hingga problem solving tim yang memungkinkan pemimpin mencoba strategi secara aman sebelum menghadapi situasi nyata. 2. Integrasikan Pembelajaran ke Dalam Alur KerjaPelatihan…
5 Strategi Membangun Budaya Coaching
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Membangun Budaya Coaching “Coaching is unlocking a person’s potential to maximize their own performance.” — John Whitmore Di era kerja modern, coaching bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis. Organisasi yang mampu melatih pemimpinnya menjadi coach internal terbukti memiliki tingkat keterlibatan, retensi, dan kinerja tim yang lebih tinggi. Berikut 5 strategi praktis untuk membangun budaya coaching yang nyata: Baca juga:4 Teknik Pelatihan Humanis di Era AI 1. Fokus pada Soft Skills Sebagai FondasiCoaching adalah interaksi antarmanusia. Keterampilan seperti empati, mendengarkan aktif, dan memberikan umpan balik membangun adalah pondasi utama. Tanpa itu, coaching hanya menjadi aktivitas transaksional. Dengan soft skills, coaching berubah menjadi pengalaman yang transformasional. 2. Gunakan Pembelajaran EksperiensialMengajarkan coaching tidak cukup dengan teori. Metode berbasis pengalaman—seperti role play, simulasi, dan refleksi—lebih efektif. Misalnya, skenario percakapan sulit membantu manajer melatih respons intuitif, bukan hanya jawaban standar. 3. Bangun Coaching Peer-to-PeerMembiasakan pembinaan sejawat (peer coaching) menciptakan…
Siapa Tokohnya Dan Apa Efeknya ?
“Jangan biarkan kekaburan di alam pikiran pendengar karena ketidak jelasan tokoh yang Anda ceritakan” Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Siapa Tokohnya Dan Efeknya Anda pasti pernah mengalami kecanduan membaca sebuah novel yang tebalnya ratusan halaman karena ingin segera mengetahui kelanjutan dari kisah yang telah Anda baca. Tanpa perlu digambarkan di atas kertas Anda secara otomatis membuat gambaran gambaran mengenai jalan cerita dan tokoh dalam cerita tersebut dalam pikiran Anda. Pendeskripsian secara detail oleh penulis membuat Anda berimajinasi dan hidup dalam imajinasi itu saat membaca cerita. Namun hal ini akan hilang saat tidak ada penggambaran tokoh dari cerita yang Anda ceritakan, apa jenis kelaminnya, siapa nama tokoh itu, serta beberapa ciri lain yang bisa Anda utarakan sehingga audiens dapat membayangkannya. Hal kedua yang harus Anda Deskripsikan adalah apa kejadian yang perlu di garisbawahi sebagai pelajaran dari cerita yang Anda ceritakan atau Anda harus mendramatisasi cerita…
Memahami Komunikasi Interpersonal
Public Speaking | “Communication is only effective when we communicate in a way that is meaningful to the recipient, not ourselves.” — Rich Simmonds Komunikasi interpersonal atau antarpribadi adalah proses dimana seseorang bertukar informasi, perasaan, dan makna melalui pesan verbal dan non-verbal dalam bentuk tatap muka. Komunikasi interpersonal bukan hanya tentang apa yang dikatakan atau bahasa yang digunakan, tetapi bagaimana cara mengatakannya dan pesan non-verbal yang dikirim melalui nada suara, ekspresi wajah, gerak tubuh dan bahasa tubuh. Ketika dua orang atau lebih berada di tempat yang sama dan menyadari kehadiran satu sama lain, maka komunikasi sedang berlangsung, tidak peduli apakah melalui obrolan atau hanya saling menatap. Meskipun tanpa berkata-kata, Anda dapat menggunakan isyarat, ekspresi wajah, dan pakaian untuk membentuk kesan peran, perasaan, kepribadian Anda. Apa saja elemen Komunikasi Interpersonal? 1. Komunikator Supaya terjadi komunikasi, setidaknya harus ada dua orang yang terlibat. Terlalu sederhana jika berpikir bahwa komunikasi hanya melibatkan pengirim dan…
4 Teknik Pelatihan Humanis di Era AI
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Teknik Pelatihan Humanis di Era AI “Technology is nothing. What’s important is that you have faith in people.” — Steve Jobs Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, pembelajaran di tempat kerja harus memadukan inovasi teknologi dengan sentuhan manusia. AI mampu mempercepat kurasi konten dan mempersonalisasi jalur belajar, tetapi empati, koneksi, dan kepercayaan tetap menjadi inti pembelajaran yang berdampak. Berikut 4 teknik untuk memastikan pelatihan tetap relevan sekaligus humanis di era AI. Baca juga:4 Strategi Memanfaatkan Feedback Karyawan 1. Terapkan Peningkatan Keterampilan BerkelanjutanPengembangan profesional bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Sama seperti peserta didik, Anda juga perlu mengikuti perjalanan belajar yang dipersonalisasi. Gunakan platform seperti LinkedIn Learning atau Coursera untuk memperdalam keterampilan teknologi dan desain pembelajaran. Pendekatan ini memastikan Anda tetap adaptif terhadap perubahan dan siap menghadapi tantangan baru. 2. Gunakan AI sebagai Mitra KreatifAI dapat menjadi rekan brainstorming, membantu membuat kerangka materi, atau menulis kuis yang relevan.…
Cara Membuat Anda Tampil Lebih Percaya Diri
Public Speaking | “Successful people have fear, successful people have doubts, and successful people have worries. They just don’t let these feelings stop them.” -T. Harv Eker Percaya diri dianggap sebagai salah satu kualitas paling menarik yang dapat dimiliki siapa pun. Studi mengklaim bahwa percaya diri dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan, dekat dengan lawan jenis, dan bahkan menghasilkan nilai yang lebih tinggi. Sayangnya, merasa percaya diri lebih sulit dipraktikkan daripada diucapkan. Hanya sedikit orang yang mampu merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, itu pun terkadang membutuhkan usaha. Setiap manusia memang memiliki kelemahan, namun juga punya kelebihan. Jika Anda merasa kurang percaya diri, berikut beberapa cara untuk bisa tampil lebih percaya diri, meskipun sebenarnya Anda tidak percaya diri. Bagaimana caranya? 1. Flashback ke momen-momen saat Anda merasa percaya diri Semua orang pasti pernah merasa rendah diri, dan begitupun sebaliknya. Momen-momen saat merasa ‘hari ini saya tampil cantik sekali’ atau ‘presentasi…










