Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Cara Pemimpin Mendorong Pembelajaran “If leaders aren’t learning, it’s hard to expect anyone else to take it seriously.”— Melissa Daimler Di banyak organisasi, pembelajaran kerap diposisikan sebagai urusan staf, bukan pemimpin. Padahal, ketika pemimpin ikut belajar bersama tim, budaya belajar tumbuh jauh lebih kuat. Berikut 5 cara agar pemimpin dapat mendorong pembelajaran menjadi bagian nyata dari kepemimpinan: Baca juga:5 Strategi Menulis Materi Pelatihan 1. Jadilah Peserta, Bukan Hanya PengarahPemimpin tidak perlu menunggu pelatihan khusus eksekutif. Hadir sebagai peserta dalam sesi-sesi pembelajaran umum menunjukkan bahwa belajar bukan sekadar formalitas, tetapi kebutuhan semua orang. Saat pemimpin membagikan tujuan belajarnya secara terbuka, mereka menegaskan bahwa “growth is for everyone”. 2. Tersambung dengan Realitas TimMakin tinggi posisi, makin mudah kehilangan koneksi dengan dinamika nyata di lapangan. Untuk itu, pemimpin bisa ikut sesi yang dipimpin tim, hadir dalam retrospeksi proyek sebagai pendengar aktif, atau mengadakan sesi “debrief” lintas fungsi. Pendekatan ini…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Menulis Materi Pelatihan “Tell me and I forget. Teach me and I remember. Involve me and I learn.” — Benjamin Franklin Materi pelatihan yang kuat adalah tulang punggung pengembangan karyawan yang efektif. Sayangnya, banyak materi gagal karena terlalu teoritis, membosankan, dan tidak relevan dengan kebutuhan kerja. Menurut data dari Grovo, pelatihan yang buruk dapat merugikan perusahaan hingga $13,5 juta per 1.000 karyawan setiap tahunnya. Solusinya? Perlu pendekatan penulisan yang tepat dan terstruktur. Baca juga:3 Tips Meningkatkan Keterampilan Tim Berikut 5 strategi untuk menulis materi pelatihan yang benar-benar berdampak: 1. Kenali Audiens dan Tujuan dengan JelasLangkah awal adalah memahami siapa pembacanya. Apakah mereka pemula atau sudah berpengalaman? Gaya belajarnya visual, auditori, atau kinestetik? Materi yang baik dibangun dari kebutuhan nyata mereka, lalu diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang spesifik, terukur, dan relevan. 2. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan MenarikHindari jargon yang berlebihan. Gunakan kalimat pendek, paragraf…

Read more

Public Speaking | Paul Arden mengatakan, “Semakin menarik visual presentasi Anda, semakin banyak orang yang akan mengingatnya. Dan yang lebih penting, mereka akan mengingat Anda.” Pembukaan Anda adalah kontak pertama yang Anda lakukan dengan audiens Anda setelah menyapa mereka ketika mereka memasuki ruangan. Gunakan menit-menit pertama workshop untuk menarik perhatian mereka, sebelum aktivitas pencair suasana apapun, dan bahkan sebelum Anda memperkenalkan diri. Berikut 4 langkah untuk menciptakan awal yang memukau. Langkah 1 : Gunakan penarik perhatian Sampaikan sebuah pembuka yang menarik perhatian yang berkaitan langsung dengan topik Anda. Anggaplah ini  sebagai suntikan kekuatan (atau disingkat SK) dalam pembukaan Anda. Langkah 2 : Sebutkan target-target pemelajaran Ingat bahwa target-target tersebut menjelaskan kepada audiens Anda apa yang akan mereka pelajari atau mampu mereka lakukan secara lebih baik atau secara berbeda sebagai hasil dari mengikuti workshop Anda. Dengan kata lain, target-target pemelajaran itu memberi tahu mereka, “Apa gunanya workshop itu untukku?” Berdasarkan asumsi bahwa…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Tips Meningkatkan Keterampilan Tim “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” — Nelson Mandela Dalam era teknologi dan AI, peningkatan keterampilan bukan sekadar tren — melainkan kebutuhan strategis. Sayangnya, menurut survei Gallup, hanya 47% karyawan merasa memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk unggul dalam pekerjaannya. Lalu, bagaimana solusi nyata untuk meningkatkan keterampilan seluruh tim? Baca juga:3 Strategi Soft Skills untuk Unggul Berikut 3 tips efektif untuk meningkatkan keterampilan tim yang bisa langsung diterapkan: 1. Buat Pembelajaran Lebih Menarik dan RelevanBanyak pelatihan dinilai membosankan dan tidak kontekstual. Padahal, pengalaman belajar harus relevan dengan tantangan kerja sehari-hari. Gunakan studi kasus nyata, role play, dan simulasi untuk meningkatkan keterlibatan. Selain itu, waktu pelatihan juga penting — sesuaikan dengan kebutuhan nyata tim, misalnya menjelang penilaian kinerja. Berikan juga ruang latihan. Karyawan perlu waktu untuk mempraktikkan keterampilan baru agar pengetahuan tidak hanya berhenti di…

Read more

Public Speaking | “What worries me is that now, communication is virtual.” – Franca Sozzani   Tantangan tersulit bagi pembicara saat ini adalah bagaimana caranya membuat presentasi virtual menarik dan audiens dapat menangkap pesan yang disampaikan. Banyak diantara kita pasti pernah menjalani presentasi virtual dan banyak pula keluhan yang muncul. Entah masalah jaringan internet yang membuat suara terputus, slide presentasi yang membosankan, belum lagi banyaknya gangguan yang muncul selama presentasi membuat audiens menjadi tidak fokus Bahkan tidak sedikit audiens yang merasa bosan, memilih menyaksikan presentasi sambil berbelanja online lho. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pembicara masa kini yang harus menjalankan presentasi virtual karena kondisi yang tidak memungkinkan. Berikut ada tiga tips memenangkan hati dan pikiran audiens saat presentasi virtual yang patut Anda coba. 1. Membuat slide yang Menarik Pertahankan slide berwarna dan gunakan grafik atau foto sebanyak mungkin. Jangan terlalu lama berada di satu slide. Sesuaikan dengan audiens Anda…

Read more

Public Speaking | “We cannot not communicate” Sebuah ungkapan yang populer, sebagai penegasan bahwa siapapun kita, sebagai manusia kita akan berkomunikasi. LinkedIn di tahun 2020 kemarin memaparkan hasil survei mereka mengenai the skills companies needs most in 2020 : Creativity Persuation Collaboration Dua dari tiga poin di atas hanya dapat tercapai, jika seseorang memiliki kemampuan komunikasi, betul ? Lalu mungkin Anda bertanya, bagaimana caranya menjadi seorang komunikator yang handal ? Komunikator yang tidak hanya menyampaikan apa yang menjadi pesan, tetapi mempengaruhi orang (persuasi) melakukan apa yang Anda sampaikan ? Cobalah jurus 3M ini : 1. Mengerti kawan bicara Anda Langkah awal adalah Anda harus memahami siapa kawan bicara Anda, dapat informasi sebelumnya Anda bertemu seperti yang di lakukan oleh Theodore Roosevelt Presiden USA ke 26 yang menggali informasi mengenai kawan bicara nya sebelum pertemuan, sehinga kawan bicara merasa akrab karena pertanyaan yang dilontarkan merupakan hal-hal yang akrab dengan dirinya. Atau jika…

Read more

Orang bijak mengatakan “You never get a second chance to make a great first impression” Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Manfaat Elevator Pitch Elevator pitch merupakan konsep berbicara dalam waktu singkat umumnya 30-60 detik untuk menjelaskan mengenai Anda dan bisnis yang sementara Anda lakukan. Hal ini tentu menjadi penting karena kesan pertama akan membekas di benak kawan bicara Anda dan kesan pertama akan menjadi ukuran keberhasilan dalam membangun hubungan dengan kawan bicara Anda. Lalu sebetulnya selain itu, hal apa lagi yang menjadi manfaat bila Kita menggunakan konsep elevator pitch dalam presentasi ? Baca Juga : Cara Membuat Humor Untuk Topik Berat Berikut Tiga Manfaat Dari Konsep Elevator Pitch Dalam Presentasi : 1. Memperkenalkan Diri Elevator pitch membantu Anda memperkenalkan diri dengan elegan sehingga membuat kawan bicara ingin mengetahui lebih dalam mengenai Anda. Contoh : Saya Ongky Hojanto Founder Public Speaking Academy, pakar Public Speaking…

Read more

Workshop Story Telling: Seni Menyampaikan Cerita Kepada Pendengar Secara Menarik Dan Ekspresif

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Soft Skills untuk Unggul “In the future, there will be two kinds of people in the world – those who tell computers what to do, and those who are told by computers what to do.” — Marc Andreessen Seiring kemajuan teknologi dan adopsi AI di dunia kerja, keterampilan lunak (soft skills) justru semakin krusial. Mengapa? Karena hal-hal yang tak bisa digantikan oleh mesin — seperti empati, komunikasi, dan kepemimpinan — menjadi penentu kesuksesan organisasi modern. Artikel dari AllenComm ini menjelaskan bahwa 3 alasan untuk strategi pelatihan soft skills berikut kini menjadi unggul kompetitif yang sangat dibutuhkan oleh tenaga kerja. Baca juga:3 Strategi Humor untuk Pelatihan Efektif 1. Meningkatkan Kolaborasi dan Produktivitas TimSoft skills seperti mendengarkan aktif, komunikasi empatik, dan pengelolaan konflik membantu tim bekerja lebih harmonis. Dalam lingkungan kerja hibrida dan serba cepat, kemampuan ini mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan kepercayaan, dan mempercepat penyelesaian pekerjaan. Contohnya, perusahaan…

Read more

Public Speaking | Dr Charles W. Eliot, setelah menjabat sebagai Pimpinan Harvard selama sepertiga abad, menyatakan, “Saya hanya kenal satu akuisisi mental sebagai suatu hal yang diperlukan di bidang pendidikan para lelaki dan perempuan yaitu penggunaan bahasa ibu yang akurat dan terbaik.” Anda mungkin bertanya, tapi bagaimana caranya kita bisa akrab dengan kata-kata, sekaligus mengucapkannya dengan baik dan akurat? Untungnya, tak ada misteri tentang sarana yang digunakan, tidak ada permainan sulap. Metode adalah rahasia terbuka. Lincoln menggunakannya dengan sukses yang luar biasa. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk Meningkatkan Diksi Anda. Kami hanya memiliki empat kontak dengan orang-orang. Kami dievaluasi dan digolongkan oleh empat hal : dengan apa yang kita lakukan, dengan cara kita melihat, dengan apa yang kita katakan, dan bagaimana kita mengatakannya. Kita sering dihakimi oleh bahasa yang kita digunakan. Diksi Anda akan sangat sebagian besar merupakan refleksi dari perusahaan yang Anda simpan. Jadi mengikuti teladan Lincoln dan…

Read more

Public Speaking | Eleanor Roosevelt mantan Ibu Negara Amerika Serikat mengatakan, “Anda mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri dengan setiap pengalaman di mana Anda benar-benar berhenti untuk memandang wajah ketakutan. Anda bisa berkata pada diri sendiri, ‘Saya telah melewati kengerian ini. Saya bisa mengambil hal berikutnya yang datang.’ Berikut adalah beberapa teknik mengajukan pertanyaan : 1. Ajukan sebuah pertanyaan terbuka kepada para peserta. Bagian sulitnya adalah tetap diam sementara menunggu adanya tanggapan. Cobalah menghitung sampai sepuluh dalam benak Anda untuk memberi peserta Anda waktu berpikir dan merespons. 2. Ajukan pertanyaan satu demi satu. Jika tidak ada yang menjawab, parafrasakan pertanyaan Anda untuk membuatnya lebih jelas. Tetapi pastikan bahwa itu adalah variasi atas pertanyaan yang sama, bukan pertanyaan baru. 3. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang singkat. Pastikan pertanyaan-pertanyaan yang Anda lontarkan jelas dan mudah dipahami. 4. Pertanyaan langsung kepada seluruh peserta. Alih-alih memilih individu, ajukanlah pertanyaan kepada seluruh peserta. Lakukan kontak mata guna memberanikan…

Read more

160/579

© 2025 Public Speaking Academy