Motivator | Pembicara | Public Speaking Dikutip dari jurnal komunitas : jurnal pengabdian kepada masyarakat Vol. 2, No. 2, Januari 2020, pp. 127 – 132 Institut Ilmu Sosial dan Manajemen (STIAMI) ice breaking harus dilakukan oleh para tenaga pengajar baik oleh dosen maupun guru pada saat kegiatan belajar berlangsung karena ice breaking dapat berfungsi untuk memecahkan kebosanan yang terjadi hadir dalam kegiatan belajar tersebut. Begitupun dengan presentasi atau public speaking, sebagai seorang pembicara Anda harus memikirkan bagaimana caranya agar Anda tidak membuat presentasi atau public speaking tersebut menjadi kaku, membosankan, dan juga menjenuhkan bagi audiens Anda. Buatlah audiens Anda nyaman dengan  beberapa kegiatan diluar materi Anda secara singkat agar mampu meningkatkan antusiasme audiens. Baca juga : Gugup dalam public speaking Berikut ini 3 cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat presentasi atau public speaking Anda tidak membosankan bagi audiens : 1. Ice Breaking Yang pertama, Anda bisa membuat game atau…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 7 Tips Menulis Tujuan Pembelajaran untuk Pelatihan Karyawan “What gets measured, gets managed.” –Peter Drucker Kutipan ini menekankan pentingnya menetapkan tujuan yang jelas dan terukur dalam setiap aspek, termasuk pelatihan karyawan. Tanpa tujuan yang terdefinisi dengan baik, pelatihan tidak akan mencapai hasil yang diinginkan. Untuk itu, berikut adalah 7 langkah yang dapat membantu Anda menulis tujuan pembelajaran yang efektif, yang dapat memaksimalkan hasil pelatihan karyawan. Baca juga: 3 Pilar dan Pelatihan Berkelanjutan Membangun Perusahaan Sukses Pikirkan Tujuan Bisnis Terlebih Dahulu Sesuaikan tujuan pembelajaran dengan tujuan bisnis. Tanyakan, “Apa yang ingin saya capai melalui pelatihan ini?” Pastikan pelatihan memberi dampak langsung pada sasaran perusahaan. Gunakan Pendekatan SMART Pastikan tujuan pembelajaran Anda spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu. Misalnya, “Dalam 2 minggu, karyawan akan dapat menggunakan perangkat lunak X untuk memproses 20% lebih banyak pesanan.” Kenali Karyawan Anda Pelajari apa yang dibutuhkan oleh karyawan. Survei atau…

Read more

Presentasi yang sungguh – sungguh meyakinkan mampu meluluhkan segela keberatan yang ada bagaikan matahari musim panas mencairkan es krim dari batangnya. Sebagian orang merasa takut berbicara di depan umum, karena mereka merasa khawatir apabila materi yang akan dibawakan kurang meyakinkan audiens.

Lalu Bagaimana agar hasil presentasi lebih meyakinkan pendengar ?

Bagaimana caranya ?

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking Menurut CCN Indonesia edisi Agustus 2019, meskipun dianggap wajar namun perasaan gugup yang kerap kali muncul ketika Anda akan tampil dihadapan banyak orang untuk membawakan sebuah presentasi adalah sebuah kondisi yang sulit untuk Anda hindari. Hal ini menyebabkan Anda menjadi kurang PD dan nyaman ketika membawakan public speaking Anda. Sama dengan rasa takut, degdegan, ataupun malu, perasaan gugup ini juga datang karena Anda belum terbiasa untuk membawakan sebuah presentasi atau public speaking. Perasaan gugup yang Anda rasakan adalah bagian dari bentuk emosi yang Anda rasakan dan akan menjadi sebuah hal yang positif selama Anda bisa mengendalikannya dan tidak menimbulkan masalah dari emosi tersebut. Baca juga : Menjadi master dalam public speaking Masalah utama dari munculnya perasaan gugup tersebut adalah kenyataan bahwa Anda belum terbiasa membawakan presentasi. Lantas, apakah seseorang yang sudah terbiasa membawakan presentasi atau public speaking tidak pernah lagi merasakan kegugupan? Tentu jawabannya…

Read more

Public Speaking | Pernahkah Anda menghadiri seminar atau workshop, lalu Anda kesulitan mendengar apa yang dikatakan pembicara padahal informasi yang disampaikan penting? Inilah yang audiens Anda rasakan jika Anda berbicara tidak cukup keras atau jelas. Siapa sangka, pengaturan volume suara menjadi unsur yang penting ketika melakukan presentasi. Informasi atau pesan yang ingin Anda sampaikan ke audiens tidak mungkin dapat diterima sepenuhnya jika mereka tidak dapat mendengarnya dengan jelas bukan? Mungkin Anda berpikir ini hanya soal keras atau tidaknya suara saja yang bisa disiasati dengan menggunakan pengeras suara. Pada kenyataannya masalah bukan pada keras atau tidaknya saja, tapi kejelasan suara serta daya tarik suara Anda yang bisa dirasakan audiens Ketika Anda percaya diri. “Tapi suara saya memang kecil, gimana dong?” “Saya tidak biasa teriak-teriak.” Berikut beberapa tips mengatur volume suara saat presentasi : 1. Buang rasa takut Buang rasa takut untuk berbicara keras karena takut dianggap kasar atau tidak sopan. Rasa takut…

Read more

Public Speaking | Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh. (Richard E. Potter dan Larry A. Samoval, Intercultural Communication, 2006:268). Ada 5 teknik bahasa tubuh yang menarik, yaitu : 1. Mata Dimana Anda sedang presentasi atau sedang menjelaskan kepada audiens Anda, hindarilah kontak mata yang terus melhat kebawah, selalu melihat ke atas, terfokus dengan melihat slide, dan catatan materi Anda, apabila Anda membawa catatan, Anda akan terus melihat dan membaca catatan Anda dan itu akan membuat audiens merasa bosan, jenuh dan tidak nyaman dilihat. Sebaiknya Anda menguasai materi atau mempersiapkan diri Anda dahulu sebelum Anda melakukan presentasi agar presentasi bisa berjalan dengan baik dan benar. 2. Tangan Hindari tangan yang sering memijit, meremas, dan mengiris. Anda bisa gunakan variasi gerakan tangan Anda seperti finger counting yang…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Cara Mengembangkan Growth Mindset untuk Sukses Carol Dweck, psikolog dari Stanford, mengungkapkan dalam bukunya Mindset: The New Psychology of Success bahwa mindset kita, baik yang kita sadari maupun tidak, sangat mempengaruhi kehidupan kita. Dweck membagi mindset menjadi dua: growth mindset (mindset berkembang) dan fixed mindset (mindset tetap). Baca juga: 3 Pilar dan Pelatihan Berkelanjutan Membangun Perusahaan Sukses Growth Mindset: Kunci KesuksesanGrowth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan kita dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Orang dengan mindset ini percaya bahwa kecerdasan dan keterampilan bukanlah hal yang tetap, melainkan sesuatu yang bisa ditingkatkan dengan kerja keras.Ciri-ciri orang dengan growth mindset: Percaya bahwa kemampuan bisa berkembang: Mereka percaya bahwa usaha dan pembelajaran akan meningkatkan kemampuan mereka. Menyukai tantangan: Mereka tidak takut menghadapi tantangan karena melihatnya sebagai peluang untuk belajar. Bangkit dari kegagalan: Gagal bukan akhir dari segalanya, tapi kesempatan untuk belajar dan berkembang. Menghargai usaha: Mereka percaya bahwa kerja keras…

Read more

Public Speaking | “The duty we owe ourselves is greater than that we owe others.” ― Louisa May Alcott Apakah Anda pernah mendahulukan keinginan dan kebutuhan orang lain daripada mengedepankan kepentingan Anda sendiri? Jika pernah, maka Anda kesulitan untuk bersikap asertif atau tegas. Apa itu Asertif? Asertif atau ketegasan adalah kemampuan untuk mengomunikasikan keinginan dan kebutuhan Anda sendiri secara jelas dan langsung, bahkan ketika berbeda atau bertentangan dengan apa yang diinginkan orang lain. Orang yang asertif merasa nyaman dan percaya diri dengan pendiriannya, bahkan ketika mereka harus mengatakan “tidak” dan mengecewakan teman atau kolega. Gaya Komunikasi Asertif Orang-orang yang asertif tahu apa yang mereka inginkan dan konsisten menjaga prioritas dan kepentingan pribadi mereka, namun di saat yang sama juga penuh perhatian dan menghormati orang-orang di sekitar mereka. Mereka mengekspresikan keinginan mereka tanpa memaksakannya pada orang lain. Mereka dapat menolak ajakan tanpa merasa bersalah dan dapat mengatakan “tidak” tanpa menimbulkan konflik. Baca…

Read more

Berbicara di Depan Umum |“Ketika berhadapan dengan orang, ingatlah bahwa Anda tidak berurusan dengan makhluk logika, tetapi dengan makhluk emosi.” – Dale Carnegie. Kecerdasan emosional adalah “bagian dari kecerdasan sosial, kecerdasan yang melibatkan kemampuan untuk menyatukan perasaan dan emosi diri sendiri dan orang lain, membedakannya dan menggunakan informasi ini untuk memandu pikiran dan tindakan seseorang”. Dewasa ini, Kecerdasan Emosional (EI atau EQ) dianggap lebih penting daripada IQ (intelligence quotient). Kenapa? Karena orang dengan EQ tinggi berhubungan lebih baik dengan orang lain, lebih mudah didekati, cenderung terbuka dan karena itu lebih mudah untuk diajak bekerja sama, baik dalam tim atau secara individu. Tingkat kecerdasan emosional yang tinggi untuk meningkatkan produktivitas dan kesuksesan seseorang. Maka tidak jarang jika banyak perusahaan memberikan tes EQ sebelum mengajukan penawaran. Lalu bagaimana cara meningkatkan kecerdasan emosional? Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda coba untuk meningkatkan kecerdasan emosional : 1. Sadari dan sesuaikan dengan emosi…

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking “Kesuksesan muncul dari pertemuan anatara peluang yang tercipta atau diciptakan dan kesiapan untuk memanfaatkannya.” – Ongky Hojanto Menjadi pembicara bukanlah sekedar Anda dapat berbicara dan membawakan materi Anda hingga tuntas dihadapan audiens. Namun, lebih dari itu. Ketika Anda membawakan sebuah materi maka Anda harus mendapatkan perhatian dari audiens Anda agar apa yang Anda sampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens Anda. Ada banyak hal yang harus Anda siapkan dan latih sebelum Anda berbicara dihadapan para audiens, salah satunya adalah bagaimana caranya untuk menjadi seorang pembicara yang menyenangkan dan dapat menarik perhatian para audiens? Baca juga : Cerita dalam public speaking Berikut ini adalah 3 cara untuk menjadi master : 1. Belajar dari pengalaman Guru yang paling berharga adalah pengalaman. Ceritakanlah pengalaman, baik milik Anda maupun milik orang lain yang memiliki hubungan dengan materi yang Anda sampaikan. Jadikan cerita tersebut sebagai jembatan untuk membangun hubungan…

Read more

480/692

© 2025 Public Speaking Academy