Kapan Saja Metode Bercerita digunakan?
Public Speaking | “Marketing is no longer about the stuff you make, but about the stories you tell.” -Seth Godin Cerita adalah bagaimana manusia memaknai dunia. Cerita lebih melekat pada pendengar daripada fakta. Ketika audiens mendengar sebuah cerita, maka bukan hanya pikiran tapi juga emosi ikut terlibat. Cerita melengkapi argumen logis dengan menarik emosi. Pada akhirnya, cerita menginspirasi pendengarnya untuk bertindak. Berikut adalah waktu-waktu yang tepat bagi pembicara untuk menerapkan metode bercerita saat berpidato atau presentasi. 1. Presentasi Formal Tidak peduli berapa banyak audiens Anda, mereka hanya akan fokus pada Anda. Entah Anda menggunakan slide atau tidak, berdiri atau duduk. Terlepas dari itu, Anda memiliki sesuatu yang penting untuk dikomunikasikan. Saat Anda menyusun konten, pikirkan tentang audiens. Dimana mereka saat ini? Bagaimana cara mereka berpikir, merasa, dan bertindak tentang topik Anda? Bagaimana Anda ingin mereka berpikir, merasa dan bertindak? Ide apa yang Anda tawarkan untuk membantu mereka? Anda dapat memasukkan hasil…
5 Strategi Membuat Konten Mikrolearning
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Membuat Konten Mikrolearning “Learning is not attained by chance, it must be sought for with ardor and attended to with diligence.” — Abigail Adams Mikrolearning kini menjadi pendekatan populer dalam dunia pelatihan dan pendidikan karena mampu meningkatkan retensi pemahaman hingga 17% lebih tinggi dibanding metode tradisional. Agar konten mikrolearning benar-benar efektif, ada beberapa prinsip penting yang harus diterapkan. Berikut 5 strategi untuk membuat konten dalam mikrolearning yang bisa Anda gunakan: Baca juga:4 Teknik Melatih Gen Z di Garda Depan 1. Tentukan Tujuan yang JelasKonten mikrolearning harus dibangun berdasarkan tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur. Misalnya, peserta dapat “menyebutkan tiga elemen utama proses penjualan” setelah menyelesaikan modul. Dengan tujuan yang fokus, konten akan tetap relevan dan mudah dipahami. 2. Sajikan Konten Ringkas dan MenarikMikrolearning tidak boleh penuh detail yang membingungkan. Gunakan bahasa sederhana, paragraf pendek, poin-poin inti, serta visual yang mendukung. Cerita nyata dan contoh praktis…
6 Cara menggunakan suara Anda untuk menarik perhatian
Public Speaking | Joseph Conrad seorang penulis Polandia-Britania yang diangkat sebagai salah satu novelis terbesar mengatakan “Dia yang ingin membujuk harus menaruh kepercayaannya bukan pada argumen yang benar, tapi pada kata yang tepat. Kekuatan suara selalu lebih besar dari kekuatan indra.” Berikut adalah 6 Cara menggunakan suara Anda untuk menarik perhatian. 1. Berbicaralah dengan kepercayaan diri dan keyakinan. Berikan energi dalam suara Anda dan berbicaralah dengan antusias. 2. Cobalah untuk tidak berbicara terlalu cepat. Ingat bahwa tugas Anda adalah memudahkan para peserta untuk belajar dan menyerap informasi baru. Hal ini jadi sulit jika Anda berbicara terlalu cepat. Jika Anda memiliki kecenderungan untuk berbicara cepat, ungkapkan saja kenyataan ini, jangan meminta maaf. Sarankan beberapa isyarat kepada audiens Anda sebagai tanda jika mereka ingin Anda memperlambat pembicaraan atau mengulang sesuatu. baca juga : Mengatasi Rasa Takut 3. Jangan berbicara terlalu lambat. Berbicara terlalu lambat akan membuat orang tertidur. Berilah energi dalam suara Anda. 4.…
4 Teknik Melatih Gen Z di Garda Depan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Teknik Melatih Gen Z di Garda Depan “The single biggest problem in communication is the illusion that it has taken place.” — George Bernard Shaw Generasi Z kini menjadi bagian penting dunia kerja, termasuk di peran garis depan seperti ritel, perhotelan, dan layanan cepat saji. Namun, banyak perusahaan masih berjuang memahami kebutuhan mereka. Gen Z bukanlah “malas” atau “manja” seperti stereotip yang beredar, melainkan generasi yang menghadapi realitas kerja berbeda dan butuh pendekatan pelatihan baru. Berikut 4 teknik melatih gen z yang bisa diterapkan agar siap berada di garda terdepan: Baca juga:4 Strategi Program Pemimpin Masa Depan 1. Kembali ke DasarBanyak pekerja Gen Z tidak terbiasa dengan keterampilan yang dulu dianggap remeh, seperti menjawab telepon atau menyapa pelanggan. Pelatihan dasar sangat penting, mulai dari komunikasi langsung hingga etika kerja, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan individu. Dengan pendekatan ini, kepercayaan diri mereka akan meningkat, dan loyalitas pun…
Pipo Dan Embro
Menurut halodoc.com edisi 04 Maret 2021 cerita memiliki berbagai manfaat diantaranya : dapat meningkatkan kemampuan untuk berbahasa, melatih daya ingat dan mengembangkan daya imajinasi. Cerita Perumpamaan | Story Telling | Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking Baca Juga : Siapa Tokohnya Dan Apa Efeknya ? Di sebuah desa ada dua orang pemuda yang bersahabat, Mereka bernama Pipo dan Embro. Mereka berdua ingin menjadi orang yang kaya raya di desanya. Maka dengan begitu Mereka berdua mencari pekerjaan untuk mendapatkan uang. Suatu hari, bapak kepala desa membuka lowongan pekerjaan dan sang kepala desa memanggil pipo dan embro. Dikatakannya, desa Mereka memerlukan pekerja untuk mengambil air dengan ember dari mata air di gunung dan kemudian disalurkan ke rumah-rumah penduduk. Jaraknya cukup lumayan jauh dan berkelok-kelok serta naik turun bukit. Singkat cerita, Pipo dan Embro memenuhi permintaan kepala desa. Dan Mereka akan dibayar sesuai dengan jumlah ember yang Mereka bawa.…
4 Strategi Program Pemimpin Masa Depan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Strategi Program Pemimpin Masa Depan “Leadership is not about titles, positions, or flowcharts. It is about one life influencing another.” — John C. Maxwell Banyak program kepemimpinan diluncurkan dengan janji besar, namun sering kali gagal memberi dampak nyata. Agar program benar-benar menepati janjinya, penting untuk merancang pengalaman belajar yang relevan, imersif, dan mampu mengubah cara berpikir calon pemimpin. Berikut 4 strategi program pemimpin untuk masa depan yang dapat diterapkan: Baca juga:4 Tips Pengembangan Kepemimpinan di Era AI 1. Menarik: Buat Pembelajaran Relevan dan ImersifGenerasi pemimpin masa depan tumbuh di era konten singkat, visual, dan emosional. Pelatihan tidak bisa lagi sebatas presentasi panjang penuh slide. Sebaliknya, gunakan format interaktif seperti video pendek, simulasi, atau microlearning yang langsung menyasar kebutuhan nyata. Konten yang membosankan hanya akan diabaikan, sedangkan konten yang relevan dan kreatif mampu menginspirasi. 2. Campuran: Padukan Teknologi dan Sentuhan ManusiaPembelajaran terbaik lahir dari ekosistem campuran: mentoring,…
Workshop Trainerpreneur
Public Speaking | Dihari pertama Workshop Trainerpreneur tanggal 14 Juni 2019 bertempat di Hotel Mercure Jakarta Kota tepat Jam 09.06 acara dimulai dengan 9 peserta yang hadir yang dibawakan oleh Pak Ongky Hojanto selaku pembicara atau pengajar di Workshop Trainerpreneur. Peserta yang hadir dari berbagai kota seperti Bu Ayu dari Solo, Pak Nicko dari Makasar, Pak Budi dari Samarinda, Pak Setia Darma dari Tangerang dan Pak Sulaiman dari Purwakarta dan peserta lainnya dari Jakarta. Apa yang peserta ingin dapatkan di program tersebut ? Menurut Bu Ayu, “Saya ingin mendapatkan materi yang berkualitas, menambah networking dan menjaga energy positif karena kita semua disini memiliki satu tujuan yang sama”. Menurut Pak Billy, “Saya ingin menjadi pembicara yang handal dengan belajar dengan Pak Ongky saya ingin belajar mengajar yang baik, networking yang baik dan ingin kaya dari training Pak Ongky” Menurut Pak Setia Darma, “Saya ingin menjadi trainer terkemuka, menambah wawasan, menjadi orang yang…
4 Tips Pengembangan Kepemimpinan di Era AI
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Tips Pengembangan Kepemimpinan di Era AI “Play is the highest form of research.” – Albert Einstein AI telah mengubah cara organisasi bekerja dan menuntut pemimpin untuk lebih adaptif. Sayangnya, 71% organisasi mengakui bahwa tenaga kerja mereka belum siap memanfaatkan AI secara efektif (Boston Institute, 2024). Artinya, kepemimpinan tradisional tak lagi cukup. Dibutuhkan pendekatan baru yang membekali pemimpin dengan keterampilan nyata dan kepercayaan diri menghadapi transformasi. Baca juga:5 Strategi Membangun Budaya Coaching Berikut 4 tips pengembangan kepemimpinan di era AI yang dapat diterapkan: 1. Gunakan Ilmu Bermain untuk Meningkatkan AdaptasiBermain bukan sekadar hiburan, melainkan kondisi otak yang membuat kita lebih kreatif dan terbuka terhadap pembelajaran. Dalam “zona bermain”, pemimpin bisa bereksperimen dengan AI tanpa takut salah. Organisasi visioner kini merancang pengalaman belajar berbasis gamifikasi, simulasi, hingga problem solving tim yang memungkinkan pemimpin mencoba strategi secara aman sebelum menghadapi situasi nyata. 2. Integrasikan Pembelajaran ke Dalam Alur KerjaPelatihan…
Menghentikan Kebiasaan Buruk dalam Presentasi
Public Speaking Jakarta | Entah dilingkungan manapun, anda akan selalu dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan berbicara didepan umum. Dalam berbicara didepan umum, kita seringkali memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk yang secara tidak sadar pasti kita lakukan. Bagaimana anda melatih diri sendiri untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik dalam berpidato ?. seperti halnya untuk kebiasaan apa pun, anda perlu kedisiplinan dan kerja keras dalam berlatih untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Terdapat beberapa tips untuk menghilangkan kebiasaan buruk saat berbicara dalam seminar didepan umum, Cobalah ketiga tips berikut ini : Dengarkan saat anda sendiri berbicara Memperhatikan kata-kata yang keluar dari mulut anda merupakan cara yang sangat efektif. Anda akan mengetahui berapa kali anda mulai, berhenti, mundur, dan berapa banyak kata “ee” menghambat presentasi anda. Pikirkan sebelumnya apa yang akan anda katakan Sering kali alasan anda mengucapkan kata-kata tanpa makna adalah karena anda sudah masuk ke pertengahan kalimat dan tidak tahu bagaimana cara…
5 Strategi Membangun Budaya Coaching
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Membangun Budaya Coaching “Coaching is unlocking a person’s potential to maximize their own performance.” — John Whitmore Di era kerja modern, coaching bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis. Organisasi yang mampu melatih pemimpinnya menjadi coach internal terbukti memiliki tingkat keterlibatan, retensi, dan kinerja tim yang lebih tinggi. Berikut 5 strategi praktis untuk membangun budaya coaching yang nyata: Baca juga:4 Teknik Pelatihan Humanis di Era AI 1. Fokus pada Soft Skills Sebagai FondasiCoaching adalah interaksi antarmanusia. Keterampilan seperti empati, mendengarkan aktif, dan memberikan umpan balik membangun adalah pondasi utama. Tanpa itu, coaching hanya menjadi aktivitas transaksional. Dengan soft skills, coaching berubah menjadi pengalaman yang transformasional. 2. Gunakan Pembelajaran EksperiensialMengajarkan coaching tidak cukup dengan teori. Metode berbasis pengalaman—seperti role play, simulasi, dan refleksi—lebih efektif. Misalnya, skenario percakapan sulit membantu manajer melatih respons intuitif, bukan hanya jawaban standar. 3. Bangun Coaching Peer-to-PeerMembiasakan pembinaan sejawat (peer coaching) menciptakan…










