Kebiasaan Trainer
“Kebanyakan orang tidak mempedulikan waktu yang ada, sementara orang yang bijak menggunakan waktu dengan baik.” – Shoppenhauer. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Kebiasaan Trainer Sebagai seorang trainer, Anda tentunya tidak setiap hari memberikan training selama 1 bulan penuh. Bagi Saya, waktu yang umum digunakan untuk memberikan training adalah Jumat, Sabtu dan Minggu. Di luar waktu tersebut ada beberapa hari yang benar-benar kosong dari pekerjaan training. Baca Juga : Bagaimana Mengawali Pembicaraan Umumnya tiga hal ini yang Saya sempatkan untuk lakukan, apapun kondisinya : 1. Menulis Sebisa mungkin, Saya sempatkan diri untuk menulis artikel yang kemudian Saya posting di website www.OngkyHojanto.com atau di beberapa social media yang Saya miliki. Menulis merupakan salah satu senjata promosi yang efektif dan murah untuk membangun brand Saya sebagai seorang pakar public speaking. Dan ibaratnya mencicil rumah dengan konsep KPR, dengan menulis rutin setiap hari maka Anda secara tidak langsung…
5 Strategi Tingkatkan Keterlibatan Pembelajar
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Tingkatkan Keterlibatan Pembelajar “I never teach my pupils. I only attempt to provide the conditions in which they can learn.”— Albert Einstein Dalam dunia pelatihan online, membuat konten yang sekadar informatif saja tidak cukup. Tantangan utamanya justru terletak pada keterlibatan pembelajar—yakni bagaimana memastikan peserta didik tidak hanya menyimak, tapi juga benar-benar menyerap dan menerapkan materi yang disampaikan. Berikut adalah 5 strategi yang dapat Anda terapkan untuk tingkatkan keterlibatan pembelajar dalam pelatihan daring. Baca juga:3 Kendala Umum Video Pelatihan 1. Pahami Siapa Audiens AndaSetiap pembelajar memiliki kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda. Beberapa lebih suka tampilan visual, yang lain lebih nyaman membaca teks. Ada pula yang mencari pelatihan untuk promosi jabatan, sementara yang lain ingin belajar karena ingin menguasai keterampilan baru. Apa yang bisa Anda lakukan? Lakukan pemetaan karakteristik peserta sebelum menyusun konten. Identifikasi apa yang memotivasi mereka dan tantangan apa yang mereka hadapi. Ini akan…
Bagaimana Mengawali Pembicaraan
Public Speaking | Albert Einstein berkata “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.” Ketika menyampaikan pidato kepada audiens secara berbelit-belit, itu akan membuat audiens bosan. Audiens tidak akan tertarik untuk mendengarkan pidato Anda. Anda bisa mengawali pembicaraan dengan sesuatu yang menarik perhatian audiens. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk Mengawali Pembicaraan. Awal pidato itu sulit namun juga sangat penting karena pikiran para pendengar masih segar dan mudah dibuat terkesan. Terlalu banyak konsekuensinya jika kesempatan ini disia-siakan. Seharusnya awal pidato ini dipersiapkan terlebih dahulu. Pendahuluan seharusnya singkat, hanya satu atau dua kalimat saja. Seringkali pembukaan bisa dilakukan sekaligus. Masukkan ke dalam inti subjek Anda dengan jumlah kata paling sedikit. Tak akan ada yang keberatan karenanya. Para pemula ingin sekali memulai dengan berusaha mengatakan sebuah kisah yang lucu atau membuat sebuah apologi. Keduanya biasanya buruk. Sedikit orang mampu menghubungkan anekdot lucu dengan berhasil. Usaha ini biasanya membuat malu…
3 Kendala Umum Video Pelatihan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Kendala Umum Video Pelatihan “People don’t buy what you do; they buy why you do it.” — Simon Sinek Video pelatihan saat ini menjadi salah satu alat paling efektif dalam mendukung pembelajaran di tempat kerja. Dibandingkan metode tradisional, video memungkinkan penyampaian materi yang ringkas, menarik, dan dapat diakses kapan saja—baik oleh karyawan baru maupun yang memerlukan penyegaran informasi. Namun, meskipun potensinya besar, tidak sedikit organisasi yang masih enggan menggunakannya. Berikut 3 kendala umum membuat video pelatihan dan bagaimana cara mengatasinya: Baca juga:3 Strategi Gaet Talenta Gen Z 1. Tidak Punya Waktu Membuat VideoDi tengah padatnya agenda kerja dan puluhan rapat tiap bulan, membuat video pelatihan sering dianggap memakan waktu ekstra. Terlebih jika ada anggapan bahwa video harus sempurna dan profesional untuk bisa digunakan. Solusinya: Fokus pada tujuan dan audiens, bukan kesempurnaan. Untuk materi sederhana, video ponsel atau rekaman layar sudah cukup efektif. Mulailah dari yang mudah…
3 Cara Mengatasi Demam Panggung
“The success of your presentation will be judged not by the knowledge you send but by what the listener receives.” – Lilly Walters. Public Speaking Indonesia | Motivator Indonesia | Cara Mengatasi Demam Panggung Rasa takut berbicara di depan orang banyak memang tidak bisa di hindari. Itu merupakan hal yang wajar dan bisa di alami oleh semua orang, termasuk pembicara profesional. Bahkan survei yang dilakukan oleh The People’s Almanac: The Book of Lists menyatakan bahwa ketakutan terbesar sebagian besar orang adalah public speaking. Hasil survei ini menunjukkan bahwa bertapa banyak orang merasa cemas atau takut ketika berbicara di depan umum. Lalu bagaimana cara mengatasi cemas atau takut atau demam panggung saat public speaking? Baca Juga : 4 TIPS PENTING DALAM KOMUNIKASI KEPEMIMPINANBerikut adalah 3 cara mengatasi demam panggung :1. Memiliki Tujuan Yang SpesifikHal pertama yang harus di lakukan, jika Anda ingin mengatasi demam panggung adalah memiliki tujuan yang spesifik. Sadarilah…
5 KETAKUTAN TERBESAR BERBICARA DI DEPAN UMUM
Public Speaking | Alasan nomor satu orang ikut workshop public speaking kami adalah untuk mengatasi rasa takut berbicara di depan umum. Ada banyak penyebabnya, tapi berikut lima penyebab ketakutan terbesar berbicara di depan umum yang sudah kami rangkum dan apa yang harus dilakukan untuk melawannya? Lets check this out! 1. Takut Dikritik Ketakutan untuk dikomentari negatif atau dikritik orang lain saat berbicara di depan umum jadi penyebab yang paling sering kami temukan di antara peserta. Tapi pahamilah, bahwa sesungguhnya kritikus terbesar adalah diri kita sendiri. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa audiens hanya ingin Anda berhasil dan berhenti juga membandingkan diri Anda dengan pembicara lainnya. 2. Takut Mendadak Blank Momen ini pasti pernah dialami oleh siapapun yang berbicara di depan umum. Mendadak ‘ngeblank’ dianggap sebagai momen paling memalukan. Lalu apa yang harus dilakukan? Cobalah membuat pidato yang singkat dan mudah diingat. Ambil jeda, tarik nafas dalam-dalam, baru kemudian lanjut ke bahasan selanjutnya.…
3 Strategi Gaet Talenta Gen Z
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Gaet Talenta Gen Z “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.” – Alvin Toffler Generasi Z—mereka yang lahir setelah 1996—bukan sekadar kelompok muda dalam dunia kerja. Mereka adalah penduduk asli digital, tumbuh bersama teknologi, dan membawa ekspektasi baru terhadap dunia profesional, termasuk cara mereka belajar dan berkembang. Jika perusahaan ingin menarik dan mempertahankan mereka, pelatihan tak bisa lagi dilakukan dengan cara lama. Berikut 3 strategi pelatihan gaet talenta gen z yang dirancang khusus untuk generasi ini. Baca juga:4 Langkah Pelatihan Berdampak Nyata 1. Kaitkan Pelatihan dengan Jalur KarierGen Z tidak hanya ingin belajar; mereka ingin tahu ke mana pembelajaran itu akan membawa mereka. Pelatihan harus dikaitkan langsung dengan peluang karier—seperti kenaikan gaji, promosi, atau peningkatan keterampilan. Program seperti sertifikasi spesifik atau bootcamp industri bisa menjadi jalan cepat mereka menuju…
4 Cara membuat artikel
Public Speaking Indonesia | Jika anda ingin membuat sebuah buku, anda bisa gunakan dengan adanya gaya kumpulan artikel yang anda buat sebelumnya dan artikel tersebut disatukan menjadi sebuah buku. Tetapi, anda harus tau tema apa yang akan anda terapkan dalam sebuah buku yang ingin anda buat. Bahan tulisan anda dapat berasal dari pengalaman anda , pendidikan , pasar maupun passion. Dan dari tema yang anda temukan kemudian anda dapat tuangkan dalam bentuk tulisan yang harus anda lakukan dalam membuat sebuah buku. Banyak orang ingin membuat buku tetapi, masih ada yang belum mengerti bagaimana caranya membuat artikel terlebih dulu sebelum anda membuat sebuah buku. Ada 4 teknik cara membuat artikel : 1. Hot Issue Dalam membuat artikel di awali dengan Hot issue berdasarkan fakta yang ada dan hal tersebut di sambungkan dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya untuk artikel yang anda buat. 2. Pengalaman Jika anda memiliki pengalaman pada diri anda,…
Bagaimana seorang leader berkomunikasi(?)
“If you just communicate, you can get by. But if you can communicate skillfully, you can work miracles.” – Gerald R. Ford Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Bagaimana leader yang baik berkomunikasi(?) Komunikasi sekarang dianggap menjadi hal yang penting, bukan lagi softskill yang dapat disepelekan. Karena hanya dengan berkomunikasi sajalah kita dapat bekerjasama dengan lebih efektif, dapat menjadi tim kerja yang kuat, visi-misi pun dapat terwujud, dengan adanya komunikasi yang baik. Misalnya, ketika Jeff Bezos membangun Amazon, beliau mengutamakan keterampilan menulis, pada musim panas 2004, Jeff mengejutkan timnya dengan melarang penggunaan PowerPoint. Dia mengganti slide dengan memo yang terstruktur secara naratif beserta judul. Selain Jeff, mantan CEO PepsiCo Indra Nooyi , yang kini menjabat sebagai dewan direksi Amazon pun mengatakan hal yang serupa, “Jika Anda tidak bisa menyederhanakan sebuah pesan dan mengkomunikasikannya dengan baik, dan menarik, percayalah, Anda tidak bisa membuat massa mengikuti Anda.” Berikut 4 taktik yang digunakan dalam komunikasi yang saya dapat dari membaca…
3 Kegagalan Trainerpreneur Pemula
Ada 3 penyebab utama seseorang tidak pernah mewujudkan impian mereka menjadi trainerpreneur pemula : 1. Fokus pada hasil bukan proses Dalam bidang apapun, untuk sukses tentunya ada proses yang harus dilalui. sehebat apapun trainerpreuneur atau mentor yang melatih anda, selama anda sendiri tidak pernah siap untuk menjalani proses yang sama dengan yang dijalani oleh sang mentor, maka akan sulit bagi anda untuk memperoleh hasil yang sama dengan yang didapatkan oleh mentor anda. 2. Tidak membangun infrastruktur Membangun infrastrutur dalam dunia training adalah sebuah keharusan bagi anda dan saya. Kembangkanlah website anda dengan artikel yang bermutu dan sesuai dengan kompetensi yang anda miliki. Ini bertujuan untuk membangun “brand” anda di mata pembaca yang akan berdampak pada peserta training anda Baca Juga : 8 Tips Membangun Bisnis. 3. Tidak memiliki topik ungulan Terakhir yang menjadi penyebab kegagalan para trainerpreneur pemula adalah tidak memiliki sebuah topic yang mereka kuasai secara benar. Hanya memiliki tujuan…










