“Praktik ! Praktik melalui rekaman video, rekaman audio, atau bermain peran bersama teman dan rekan. Merasa nyaman dengan apa yang hendak dikatakan sehingga anda tidak perlu berpikir lagi. Hal ini membebaskan semua pemikiran anda sehingga selaras dengan audiens” -Bill Bachrach, penulis dan presenter professional berijazah Public Speaking Jakarta | Sering kali, para presenter menyempurnakan bagian yang seharusnya tidak disertakan dalam presentasi. Hal ini terjadi akibat latihan yang berlebihan pada bagian-bagian tertentu, tanpa mempertimbangkan presentasi tersebut secara keseluruhan. Salah satu strategi yang lebih baik adalah mendengarkan presentasi tersebut sejak awal hingga akhir, walaupun masih dalam bentuk kasar.   Baca Juga : Public Speaking Bukan Hanya Sekedar Berbicara   Sebagian besar presenter terlalu berlebihan dalam menyiapkan materi presentasi, tetapi mereka kurang persiapan dalam hal penyampaiannya. Untuk menghadapi kecenderungan alami ini, kita akan mempelajari lima manfaat sesi praktik dalam sebuah presentasi. a. Menguji Secara Dini dan Sesering Mungkin Cara untuk memastikan bahwa anda…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Pelatihan Menghindari Miskomunikasi “The single biggest problem in communication is the illusion that it has taken place.” – George Bernard Shaw Sering kali kita merasa sudah menyampaikan sesuatu dengan jelas, namun hasilnya justru salah paham. Ini terjadi karena kita cenderung fokus pada apa yang ingin kita katakan, bukan pada apa yang perlu didengar orang lain. Komunikasi yang efektif bukan soal bicara lebih banyak, tapi soal menyampaikan dengan tepat. Berikut 3 strategi pelatihan yang bisa membantu karyawan menghindari miskomunikasi paling umum di tempat kerja: Baca juga:5 Strategi Tingkatkan Keterlibatan Pembelajar 1. Hindari Bertele-Tele, Fokus pada IntiMasalah: Cenderung menjelaskan terlalu banyak hal sampai keluar dari topik.Penyebab: Ketidakmampuan memilah ide penting, rasa gugup saat berbicara dengan atasan, atau keinginan terlihat kompeten.Strategi: Pahami dulu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh lawan bicara. Gunakan struktur komunikasi seperti dari umum ke khusus atau kronologis. Latih diri menjawab dengan ringkas, lalu tambahkan…

Read more

Temuan terbaru dari akademisi AS, Julianne Holt-Lunstad dan Timothy B. Smith dari Universitas Brigham Young dan J Bradley Layton dari Universitas Carolina Utara di Chapel Hill, mengungkap bahwa tingkat likeability akan berdampak pada kesehatan fisik dan kesuksesan seseorang. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Memupuk Asa Menjadi Trainer Terkenal Ada banyak alasan yang mengantarkan orang ke kelas Saya Exclusive Workshop Certified Trainer yang hingga saat ini telah berlangsung hingga angkatan ke 67. Salah satu alasan terbesar adalah ingin terkenal. Untuk menjadi Trainer terkenal di era digital ini akan terasa mudah dilakukan. Bantuan media dan channel promosi yang bertebaran dengan biaya murah akan membuat impian menjadi lebih mudah diraih. Lalu bagaimana cara menjadi seorang trainer terkenal dan memiliki popularitas yang tinggi dengan cara yang mudah dan murah ? Baca Juga : Kebiasaan Trainer Berikut adalah 4 cara yang akan membantu Anda untuk menjadi terkenal : 1.…

Read more

“Kebanyakan orang tidak mempedulikan waktu yang ada, sementara orang yang bijak menggunakan waktu dengan baik.” – Shoppenhauer. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Kebiasaan Trainer Sebagai seorang trainer, Anda tentunya tidak setiap hari memberikan training selama 1 bulan penuh. Bagi Saya, waktu yang umum digunakan untuk memberikan training adalah Jumat, Sabtu dan Minggu. Di luar waktu tersebut ada beberapa hari yang benar-benar kosong dari pekerjaan training. Baca Juga : Bagaimana Mengawali Pembicaraan Umumnya tiga hal ini yang Saya sempatkan untuk lakukan, apapun kondisinya : 1. Menulis Sebisa mungkin, Saya sempatkan diri untuk menulis artikel yang kemudian Saya posting di website www.OngkyHojanto.com atau di beberapa social media yang Saya miliki. Menulis merupakan salah satu senjata promosi yang efektif dan murah untuk membangun brand Saya sebagai seorang pakar public speaking. Dan ibaratnya mencicil rumah dengan konsep KPR, dengan menulis rutin setiap hari maka Anda secara tidak langsung…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Tingkatkan Keterlibatan Pembelajar “I never teach my pupils. I only attempt to provide the conditions in which they can learn.”— Albert Einstein Dalam dunia pelatihan online, membuat konten yang sekadar informatif saja tidak cukup. Tantangan utamanya justru terletak pada keterlibatan pembelajar—yakni bagaimana memastikan peserta didik tidak hanya menyimak, tapi juga benar-benar menyerap dan menerapkan materi yang disampaikan. Berikut adalah 5 strategi yang dapat Anda terapkan untuk tingkatkan keterlibatan pembelajar dalam pelatihan daring. Baca juga:3 Kendala Umum Video Pelatihan 1. Pahami Siapa Audiens AndaSetiap pembelajar memiliki kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda. Beberapa lebih suka tampilan visual, yang lain lebih nyaman membaca teks. Ada pula yang mencari pelatihan untuk promosi jabatan, sementara yang lain ingin belajar karena ingin menguasai keterampilan baru. Apa yang bisa Anda lakukan? Lakukan pemetaan karakteristik peserta sebelum menyusun konten. Identifikasi apa yang memotivasi mereka dan tantangan apa yang mereka hadapi. Ini akan…

Read more

Public Speaking | Albert Einstein berkata “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.” Ketika menyampaikan pidato kepada audiens secara berbelit-belit, itu akan membuat audiens bosan. Audiens tidak akan tertarik untuk mendengarkan pidato Anda. Anda bisa mengawali pembicaraan dengan sesuatu yang menarik perhatian audiens. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk Mengawali Pembicaraan. Awal pidato itu sulit namun juga sangat penting karena pikiran para pendengar masih segar dan mudah dibuat terkesan. Terlalu banyak konsekuensinya jika kesempatan ini disia-siakan. Seharusnya awal pidato ini dipersiapkan terlebih dahulu. Pendahuluan seharusnya singkat, hanya satu atau dua kalimat saja. Seringkali pembukaan bisa dilakukan sekaligus. Masukkan ke dalam inti subjek Anda dengan jumlah kata paling sedikit. Tak akan ada yang keberatan karenanya. Para pemula ingin sekali memulai dengan berusaha mengatakan sebuah kisah yang lucu atau membuat sebuah apologi. Keduanya biasanya buruk. Sedikit orang mampu menghubungkan anekdot lucu dengan berhasil. Usaha ini biasanya membuat malu…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Kendala Umum Video Pelatihan “People don’t buy what you do; they buy why you do it.” — Simon Sinek Video pelatihan saat ini menjadi salah satu alat paling efektif dalam mendukung pembelajaran di tempat kerja. Dibandingkan metode tradisional, video memungkinkan penyampaian materi yang ringkas, menarik, dan dapat diakses kapan saja—baik oleh karyawan baru maupun yang memerlukan penyegaran informasi. Namun, meskipun potensinya besar, tidak sedikit organisasi yang masih enggan menggunakannya. Berikut 3 kendala umum membuat video pelatihan dan bagaimana cara mengatasinya: Baca juga:3 Strategi Gaet Talenta Gen Z 1. Tidak Punya Waktu Membuat VideoDi tengah padatnya agenda kerja dan puluhan rapat tiap bulan, membuat video pelatihan sering dianggap memakan waktu ekstra. Terlebih jika ada anggapan bahwa video harus sempurna dan profesional untuk bisa digunakan. Solusinya: Fokus pada tujuan dan audiens, bukan kesempurnaan. Untuk materi sederhana, video ponsel atau rekaman layar sudah cukup efektif. Mulailah dari yang mudah…

Read more

“The success of your presentation will be judged not by the knowledge you send but by what the listener receives.” – Lilly Walters. Public Speaking Indonesia | Motivator Indonesia | Cara Mengatasi Demam Panggung Rasa takut berbicara di depan orang banyak memang tidak bisa di hindari. Itu merupakan hal yang wajar dan bisa di alami oleh semua orang, termasuk pembicara profesional. Bahkan survei yang dilakukan oleh The People’s Almanac: The Book of Lists menyatakan bahwa ketakutan terbesar sebagian besar orang adalah public speaking. Hasil survei ini menunjukkan bahwa bertapa banyak orang merasa cemas atau takut ketika berbicara di depan umum. Lalu bagaimana cara mengatasi cemas atau takut atau demam panggung saat public speaking? Baca Juga : 4 TIPS PENTING DALAM KOMUNIKASI KEPEMIMPINANBerikut adalah 3 cara mengatasi demam panggung :1. Memiliki Tujuan Yang SpesifikHal pertama yang harus di lakukan, jika Anda ingin mengatasi demam panggung adalah memiliki tujuan yang spesifik. Sadarilah…

Read more

Public Speaking | Alasan nomor satu orang ikut workshop public speaking kami adalah untuk mengatasi rasa takut berbicara di depan umum. Ada banyak penyebabnya, tapi berikut lima penyebab ketakutan terbesar berbicara di depan umum yang sudah kami rangkum dan apa yang harus dilakukan untuk melawannya? Lets check this out! 1. Takut Dikritik Ketakutan untuk dikomentari negatif atau dikritik orang lain saat berbicara di depan umum jadi penyebab yang paling sering kami temukan di antara peserta. Tapi pahamilah, bahwa sesungguhnya kritikus terbesar adalah diri kita sendiri. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa audiens hanya ingin Anda berhasil dan berhenti juga membandingkan diri Anda dengan pembicara lainnya. 2. Takut Mendadak Blank Momen ini pasti pernah dialami oleh siapapun yang berbicara di depan umum. Mendadak ‘ngeblank’ dianggap sebagai momen paling memalukan. Lalu apa yang harus dilakukan? Cobalah membuat pidato yang singkat dan mudah diingat. Ambil jeda, tarik nafas dalam-dalam, baru kemudian lanjut ke bahasan selanjutnya.…

Read more

Workshop Story Telling: Seni Menyampaikan Cerita Kepada Pendengar Secara Menarik Dan Ekspresif

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Gaet Talenta Gen Z “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.” – Alvin Toffler Generasi Z—mereka yang lahir setelah 1996—bukan sekadar kelompok muda dalam dunia kerja. Mereka adalah penduduk asli digital, tumbuh bersama teknologi, dan membawa ekspektasi baru terhadap dunia profesional, termasuk cara mereka belajar dan berkembang. Jika perusahaan ingin menarik dan mempertahankan mereka, pelatihan tak bisa lagi dilakukan dengan cara lama. Berikut 3 strategi pelatihan gaet talenta gen z yang dirancang khusus untuk generasi ini. Baca juga:4 Langkah Pelatihan Berdampak Nyata 1. Kaitkan Pelatihan dengan Jalur KarierGen Z tidak hanya ingin belajar; mereka ingin tahu ke mana pembelajaran itu akan membawa mereka. Pelatihan harus dikaitkan langsung dengan peluang karier—seperti kenaikan gaji, promosi, atau peningkatan keterampilan. Program seperti sertifikasi spesifik atau bootcamp industri bisa menjadi jalan cepat mereka menuju…

Read more

260/551

© 2025 Public Speaking Academy