Workshop Story Telling: Mengasah Kemampuan Bercerita untuk Presentasi yang Lebih Efektif
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Workshop Story Telling: Mengasah Kemampuan Bercerita untuk Presentasi yang Lebih Efektif Pada Jumat, 11 Juli 2025, Workshop Story Telling diadakan secara luring di Qubika Boutique Hotel, Tangerang, dengan dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang profesi seperti dari bidang engineering telekomunikasi, pengusaha kontraktor, manajer, dosen, manajer finance yang antusias untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum dan komunikasi sehari-hari menggunakan teknik bercerita. Acara ini dipandu oleh Coach Ongky Hojanto, seorang pakar public speaking yang berpengalaman, yang bertujuan untuk memberikan keterampilan penting dalam membangun rasa percaya diri dan keahlian berbicara yang efektif. Baca juga:3 Tips Gunakan Pelatihan untuk Retensi Hari pertama dalam workshop ini difokuskan pada pemahaman mengenai jenis-jenis cerita dan penempatan yang tepat dalam konteks komunikasi maupun public speaking. Coach Ongky menjelaskan bahwa ada tiga jenis utama dalam storytelling, yaitu: Personal Story (kisah pribadi), Others’ Story (kisah tokoh, teman, atau testimoni), dan Parable (cerita perumpamaan). Setiap jenis…
3 Fakta Keliru Mengenai Motivator
“Seorang guru mempengaruhi keabadian; dia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti.” – Henry Adams. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Fakta Keliru Mengenai Motivator Motivator adalah sebuah profesi yang sama dengan profesi seorang guru ataupun dosen, dia mengajar dan membimbing para pesertanya untuk memiliki kemampuan atau skill yang baru untuk membantu Mereka mencapai kesuksesan dengan lebih mudah dan cepat. Bedanya guru atau dosen telah mendapat pengakuan dari masyarakat, sementara profesi sebagai motivator atau professional public speaker di Indonesia belum mendapat tempat yang layak dimata masyarakat. Baca Juga : Motivator Abal – Abal Hal Ini Disebabkan Oleh Beberapa Asumsi Yang Keliru Menganai Profesi Ini. Beberapa Salah Kaprah Yang Sering Terjadi : 1. Modal Omongan Doank Orang berpikir bahwa motivator adalah orang yang banyak ngomong dan menjual omongan. Asumsi ini tidak sepenuhnya salah, Saya mengamati bahwa banyak orang merasa diri Mereka motivator atau lebih tepatnya memberikan…
Pentingnya Manajemen Waktu Saat Presentasi
Public Speaking | Manajemen waktu sangat penting dalam setiap bidang kehidupan. Secara teori terdengar mudah, namun dalam praktiknya mengelola waktu merupakan tantangan tersendiri bagi beberapa bidang, salah satunya public speaking. Kemampuan memanajemen waktu saat berbicara di depan umum dapat terlihat pada gerak-gerik si pembicara ketika di atas panggung. Apakah Anda tipe pembicara yang penyampaiannya terlalu cepat, lambat, atau keduanya? Audiens dapat dengan mudah melabeli Anda berdasarkan cara Anda melakukan presentasi. Sayangnya, ‘label’ tersebut bisa menentukan seberapa jauh informasi yang bisa diserap audiens, hingga karir Anda sebagai seorang pembicara di masa depan. Ada tiga cara praktis agar Anda berhasil mengatur waktu di atas panggung: 1. Tahu Waktu Kedengarannya sederhana tetapi banyak pembicara naik ke panggung tanpa adanya persiapan soal waktu. Cara termudah dan terbaik untuk mengatasi ini adalah dengan memakai jam tangan. Menggunakan handphone mungkin bisa menjadi pilihan, tetapi gerakan Anda akan terbatas dan akhirnya justru mengganggu penampilan Anda. Dengan menggunakan…
3 Tips Gunakan Pelatihan untuk Retensi
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Tips Gunakan Pelatihan untuk Retensi “Train people well enough so they can leave, treat them well enough so they don’t want to.” — Sir Richard Branson Di tengah meningkatnya tren resign dan pencarian peluang baru, mempertahankan talenta terbaik menjadi tantangan besar bagi banyak perusahaan. Apalagi jika mereka adalah karyawan berprestasi yang sulit digantikan. Daripada terus-menerus merekrut dan melatih ulang, strategi yang jauh lebih efektif adalah menjaga agar mereka tetap bertahan. Salah satu cara paling berdampak? Memberikan pelatihan yang bermakna, relevan, dan mendorong pertumbuhan. Baca juga:3 Strategi Bangun Tim Multi Generasi Berikut 3 tips gunakan pelatihan agar tidak hanya jadi rutinitas, tapi benar-benar menjadi alat yang berdampak untuk retensi: 1. Fokuskan Pelatihan pada Pertumbuhan KarierSebagian besar pelatihan kerja hanya membekali karyawan dengan keterampilan dasar. Namun, karyawan berprestasi tidak puas hanya dengan tahu cara kerja sistem—mereka ingin jadi ahli dan berkontribusi lebih. Contohnya, Sebuah Academy tidak hanya…
Empat Factor Yang Harus Anda Survey Sebelum Presentasi
“if you want to be a leader, you had better be able to communicate” Paul Agenti, Phd – Professor Corporate Comunication. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Empat Faktor Yang Harus Disurvey Sebelum Presentasi Membawakan seminar dengan peserta mayoritas para pejabat (wakil gubernur, walikota, bupati dan anggota DPR) adalah hal yang menarik karena akan banyak sudut pandang baru yang Saya dapatkan sebagai seorang Motivator. Seminar bertemakan “Membangun Pemimpin Handal dan Berkualitas” Sesi dengan tema Strategi membuat presentasi yang menjual Saya isi dengan konsep 3S : Survey, Slide Design dan Sequencing Survey mengenai peserta adalah langkah awal untuk memastikan apa yang Anda berikan sesuai dengan apa yang di harapkan oleh peserta Anda. Survey ini juga bertujuan untuk mengetahui metode presentasi yang efektif. Seperti yang Kita ketahui ada empat metode presentasi yang umum di gunakan : Hafalan, Bacaaan, Dadakan dan Penjelasan. Dimana keempat metode tersebut terdapat kelebihan…
Siapa Pun Bisa Jadi Pemimpin, Bagaimana Caranya?
Public Speaking | “Not everyone will become a great leader, but everyone can become a better leader.” – John C. Maxwell Tidak semua orang terlahir sebagai pemimpin, tapi siapa pun bisa jadi pemimpin. Lalu, apa yang dibutuhkan? Bagaimana Anda tahu bahwa Anda bisa menjadi seorang pemimpin? Dan yang terpenting, bagaimana Anda bisa menjadi pemimpin yang hebat, bukan hanya pemimpin yang baik? Ada 6 kualitas utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. 1. Percaya Diri Menunjukkan rasa percaya diri adalah hal yang lebih penting dalam komunikasi non-verbal daripada komunikasi verbal, karena lebih dari separuh komunikasi manusia berasal dari isyarat non-verbal. Menjadi percaya diri juga adalah suatu keharusan bagi seorang pemimpin. Anda harus mulai berlatih berkomunikasi non-verbal dengan rasa percaya diri, seperti berdiri tegak, melakukan kontak mata, dan belajar mengendalikan kegelisahan Anda. Pemimpin yang percaya diri memenangkan hati para pengikutnya karena hal itu mengilhami orang untuk melakukan hal yang sama. 2. Jujur…
Motivator Abal – Abal
“Guru biasa-biasa saja hanya bisa menceritakan. Guru yang baik mampu menjelaskan. Guru yang unggul mampu menunjukkan. Sementara guru yang hebat bisa memberikan inspirasi” – William Arthur Ward. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Motivator Abal – Abal Salah satu guru yang dapat memberikan Anda inspirasi adalah seorang Motivator, namun sungguh miris profesi ini, orang mengindentikan profesi Motivator dengan orang yang omdo tanpa bukti nyata. Sementara di lain sisi, orang yang merasa pintar ngomong berasumsi dia dapat menjadi seorang Motivator. Kacaunya hal ini tanpa fakta yang kuat untuk meluruskan. Tidaklah salah dengan asumsi ini, karena banyak Motivator abal-abal hadir saat ini. Motivator yang modal satu pengalaman dan mengeneralisasi bahwa pengalaman tersebut dapat di lakukan oleh semua orang. Motivator yang hanya pintar bicara tanpa kerja. Di kelas Trainerpreneur (Rahasia menghasilkan Rp 1 miliyar dari bisnis training) Saya selalu tekankan bahwa Anda harus menemukan self mastery atau produk yang…
Senjata dalam Public Speaking
Public Speaking | “Komunikasi adalah keterampilan yang bisa Anda pelajari. Ini seperti mengendarai sepeda atau mengetik. Jika Anda bersedia mengerjakannya, Anda dapat dengan cepat meningkatkan kualitas setiap bagian hidup Anda” – Brian Tracy Siapa yang tidak ingin terampil dalam Public Speaking? Seperti yang diketahui bahwa Public Speaking adalah soft skill yang dibutuhkan sejak dini. Public Speaking atau biasa dikenal sebagai komunikasi sangat berperan dalam hidup. Baik Anda siswa/siswi, mahasiswa, ataupun yang sudah terjun didunia kerja, Public Speaking adalah modal untuk meningkatkan kualitas diri Anda. Berikut adalah 3 senjata dalam Public Speaking yang dapat meningkatkan kualitas diri Anda. 1. Materi Senjata pertama adalah materi. Jika Anda seseorang yang baru memulai ingin handal dalam Public Speaking, tentunya Anda bingung apa itu sebenarnya Public Speaking? Anda bisa mengikuti seminar ataupun workshop untuk menjadi langkah utama. Karena, disaat Anda mengikuti seminar ataupun workshop, Anda bisa mendapatkan gambaran mengenai materi dalam Public Speaking. 2. Berani membuat…
Tips Memperkuat Hubungan dengan Audiens
Public Speaking | “What’s the key to a winning speech? It’s all about connection.” – Steven D. Cohen Salah satu kunci kesuksesan sebuah pidato adalah hubungan yang terjalin antara pembicara dengan audiens. Bagaimana audiens melihat Anda ‘peka’ terhadap kebutuhan mereka. Anda pasti tidak ingin audiens melihat Anda sebagai penjual yang menawarkan produk. Anda ingin mereka melihat Anda sebagai sosok pemimpin yang mengutamakan kepentingan mereka, kan? Anda tidak harus memiliki indera keenam untuk dapat membaca pikiran audiens dan membangun hubungan yang kuat dengan mereka. Berikut beberapa tips memperkuat hubungan dengan audiens yang bisa Anda coba. Analisis Audiens Sebelum menyampaikan pidato, Anda harus mengenal audiens Anda terlebih dulu. Mencari tahu apa yang mereka sukai, mereka butuhkan dan alasan kenapa mereka harus mendengarkan Anda. Bagaimana caranya? Anda bisa bertanya kepada pihak penyelenggara acara tentang orang-orang yang akan hadir. Apa yang mereka ingin pelajari? Anda juga dapat mencari di google berita terbaru…
3 Strategi Bangun Tim Multi Generasi
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Bangun Tim Multi Generasi “The future of work is multi-generational. Organizations that embrace this will outperform those that don’t.” — Meghan M. Biro Lima generasi kini berbagi ruang kerja yang sama — dari Baby Boomers hingga Gen Z. Ini membuka peluang besar bagi kolaborasi, tetapi juga menghadirkan tantangan nyata (miskomunikasi, stereotip usia, dan kepemimpinan yang belum siap). Berikut 3 strategi yang dapat membantu bangun tempat kerja yang inklusif, kolaboratif, dan harmonis untuk tim multi generasi: Baca juga:6 Strategi Latih Pemimpin Jadi Pelatih 1. Selaraskan Nilai Lintas Usia di Tempat KerjaPerbedaan motivasi dan ekspektasi antar generasi sering menjadi sumber gesekan. Namun, studi Harvard Business Publishing menunjukkan bahwa perbedaan nilai sebenarnya tidak sebesar yang diperkirakan.L&D dapat: Memfasilitasi dialog terbuka tentang nilai dan motivasi kerja. Menggunakan alat seperti Insights Discovery untuk memahami gaya kerja tanpa terjebak stereotip usia. Merancang program pengembangan karier yang fleksibel, agar setiap generasi merasa…










