3 Cara Mengatasi Kebosanan Saat Mengikuti Seminar
“Obat dari rasa bosan adalah rasa ingin tahu. Tidak ada obat untuk rasa ingin tahu selain belajar dan mencari tahu” – Dorothy Parker. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Mengatasi Kebosanan Saat Seminar Tahun 2008-2012 Saya menghabiskan banyak waktu dan menginvestasikan uang untuk mengikuti workshop di dalam dan Luar Negeri. Waktu workshop dari 2 hari hingga 15 hari dari yang bayar jutaan hingga ratusan juta. Satu hal yang Saya pikirkan sebelum mengikuti workshop tersebut, “Bagaimana caranya mengatasi kebosanan ?” Baca Juga : 3 Kunci Presentasi Yang Sukses Berdasarkan praktek, maka jurus 3T ini dapat Anda lakukan saat mengikuti seminar atau workshop, sehingga hasilnya dapat maksimal : 1. Tentukan Tujuan Awal Sebelum mengikuti sebuah seminar, buatlah tujuan pribadi Anda. Apa yang Anda cari dalam seminar tersebut. Jika Anda di utus oleh perusahan atau kantor Anda, maka tuliskan manfaat yang dapat Anda berikan kepada perusahan Anda sepulang…
6 Strategi Ampuh Pasca-Pelatihan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 6 Strategi Ampuh Pasca-Pelatihan “Live to learn… forget… and learn again.” – Aristide Briand Sebagian besar pelatihan di tempat kerja gagal karena satu alasan sederhana: tidak ada tindak lanjut. Maka, untuk menghindari pemborosan waktu dan anggaran, organisasi perlu membangun strategi pasca-pelatihan yang menyeluruh, tidak hanya mengandalkan satu pendekatan. Berikut 6 strategi ampuh dari Six Sources of Influence yang terbukti mampu meningkatkan hasil pasca-pelatihan hingga 10 kali lipat: Baca juga:3 Strategi Atur Ulang Program L&D 1. Jadikan yang Tidak Diinginkan Menjadi DiinginkanPerubahan perilaku sering kali terasa tidak nyaman. Hubungkan keterampilan baru dengan nilai personal peserta. Misalnya, dalam pelatihan untuk tenaga medis, libatkan kisah nyata pasien agar peserta terhubung secara emosional dan termotivasi secara intrinsik. 2. Berinvestasi Lebih dalam Pengembangan KeterampilanJangan berhenti di ruang kelas. Lanjutkan dengan sesi praktik kecil, diskusi mingguan, atau coaching terarah. Keterampilan harus dipecah, dilatih, dan diberikan umpan balik secara konsisten untuk benar-benar melekat. 3.…
3 Strategi Atur Ulang Program L&D
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Atur Ulang Program L&D“If you’re not prepared to be wrong, you’ll never come up with anything original.” — Sir Ken Robinson Pelatihan di dunia kerja kerap dipandang sebagai kegiatan yang membosankan, penuh formalitas, dan minim dampak nyata. Padahal, jika dirancang secara strategis, program Learning & Development (L&D) bisa menjadi alat ampuh untuk menumbuhkan potensi karyawan sekaligus memperkuat retensi talenta. Kuncinya adalah menata ulang pendekatan kita agar lebih relevan, menarik, dan mendorong pertumbuhan. Berikut 3 strategi untuk atur ulang program L&D agar benar-benar berdampak dan bermakna. Baca juga:3 Cara Perbarui Pelatihan Berulang 1. Tumbuhkan Pola Pikir BerkembangStrategi pertama adalah mendorong growth mindset dalam organisasi. Karyawan dengan pola pikir berkembang lebih terlibat dalam pelatihan dan memiliki kecenderungan bertahan lebih lama. Maka, selain pelatihan teknis, penting juga menawarkan pengembangan soft skill seperti kepemimpinan dan ketahanan. Program mentoring, anggaran pelatihan tahunan, dan diskusi rutin dengan peserta aktif bisa menjadi…
3 Strategi Pelatihan Menghindari Miskomunikasi
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Pelatihan Menghindari Miskomunikasi “The single biggest problem in communication is the illusion that it has taken place.” – George Bernard Shaw Sering kali kita merasa sudah menyampaikan sesuatu dengan jelas, namun hasilnya justru salah paham. Ini terjadi karena kita cenderung fokus pada apa yang ingin kita katakan, bukan pada apa yang perlu didengar orang lain. Komunikasi yang efektif bukan soal bicara lebih banyak, tapi soal menyampaikan dengan tepat. Berikut 3 strategi pelatihan yang bisa membantu karyawan menghindari miskomunikasi paling umum di tempat kerja: Baca juga:5 Strategi Tingkatkan Keterlibatan Pembelajar 1. Hindari Bertele-Tele, Fokus pada IntiMasalah: Cenderung menjelaskan terlalu banyak hal sampai keluar dari topik.Penyebab: Ketidakmampuan memilah ide penting, rasa gugup saat berbicara dengan atasan, atau keinginan terlihat kompeten.Strategi: Pahami dulu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh lawan bicara. Gunakan struktur komunikasi seperti dari umum ke khusus atau kronologis. Latih diri menjawab dengan ringkas, lalu tambahkan…
Suara Berkarisma dalam Public Speaking
Menyampaikan pesan dengan suara rendah, bisa juga dikatakan sebagai pidato publik. Suara yang berkarisma dan digunakan secara tepat merupakan faktor fisik persuasi dan kekuatan terbesar, sering melampaui pengaruh nalar. Namun suara yang bagus, suara diproduksi dengan baik, bukan hanya menjadi senjata yang efektif bagi seorang pembicara seminar public speaking, tetapi juga menjadi ciri kultur pribadi, dan bahkan merupakan sebuah aset komersial yang nyata. Ada tiga syarat pokok untuk menghasilkan suara yang berkarisma: 1. Ketenangan. Rahasia suara yang bagus adalah melakukan relaksasi– karena relaksasi adalah dasar dari ketenangan. Gelombang udara yang memproduksi suara akan menghasilkan nada yang berbeda saat menyentuh otot-otot yang kendur dibandingkan dengan otot-otot yang tegang. Tenggorokkan Anda tidak boleh tegang selama berbicara. Oleh karena itu, kontraksi otot perlu dihindari. Tenggorokkan berperan sebagai cerobong atau corong bagi suara dan setiap tekanan yang berlebihan tidak hanya akan menghasilkan suara yang buruk, tetapi juga menimbulkan penyakit. 2. Keterbukaan. Jika otot-otot tenggorokan…
Memupuk Asa Menjadi Trainer Terkenal
Temuan terbaru dari akademisi AS, Julianne Holt-Lunstad dan Timothy B. Smith dari Universitas Brigham Young dan J Bradley Layton dari Universitas Carolina Utara di Chapel Hill, mengungkap bahwa tingkat likeability akan berdampak pada kesehatan fisik dan kesuksesan seseorang. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Memupuk Asa Menjadi Trainer Terkenal Ada banyak alasan yang mengantarkan orang ke kelas Saya Exclusive Workshop Certified Trainer yang hingga saat ini telah berlangsung hingga angkatan ke 67. Salah satu alasan terbesar adalah ingin terkenal. Untuk menjadi Trainer terkenal di era digital ini akan terasa mudah dilakukan. Bantuan media dan channel promosi yang bertebaran dengan biaya murah akan membuat impian menjadi lebih mudah diraih. Lalu bagaimana cara menjadi seorang trainer terkenal dan memiliki popularitas yang tinggi dengan cara yang mudah dan murah ? Baca Juga : Kebiasaan Trainer Berikut adalah 4 cara yang akan membantu Anda untuk menjadi terkenal : 1.…
Kebiasaan Trainer
“Kebanyakan orang tidak mempedulikan waktu yang ada, sementara orang yang bijak menggunakan waktu dengan baik.” – Shoppenhauer. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Kebiasaan Trainer Sebagai seorang trainer, Anda tentunya tidak setiap hari memberikan training selama 1 bulan penuh. Bagi Saya, waktu yang umum digunakan untuk memberikan training adalah Jumat, Sabtu dan Minggu. Di luar waktu tersebut ada beberapa hari yang benar-benar kosong dari pekerjaan training. Baca Juga : Bagaimana Mengawali Pembicaraan Umumnya tiga hal ini yang Saya sempatkan untuk lakukan, apapun kondisinya : 1. Menulis Sebisa mungkin, Saya sempatkan diri untuk menulis artikel yang kemudian Saya posting di website www.OngkyHojanto.com atau di beberapa social media yang Saya miliki. Menulis merupakan salah satu senjata promosi yang efektif dan murah untuk membangun brand Saya sebagai seorang pakar public speaking. Dan ibaratnya mencicil rumah dengan konsep KPR, dengan menulis rutin setiap hari maka Anda secara tidak langsung…
5 Strategi Tingkatkan Keterlibatan Pembelajar
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Tingkatkan Keterlibatan Pembelajar “I never teach my pupils. I only attempt to provide the conditions in which they can learn.”— Albert Einstein Dalam dunia pelatihan online, membuat konten yang sekadar informatif saja tidak cukup. Tantangan utamanya justru terletak pada keterlibatan pembelajar—yakni bagaimana memastikan peserta didik tidak hanya menyimak, tapi juga benar-benar menyerap dan menerapkan materi yang disampaikan. Berikut adalah 5 strategi yang dapat Anda terapkan untuk tingkatkan keterlibatan pembelajar dalam pelatihan daring. Baca juga:3 Kendala Umum Video Pelatihan 1. Pahami Siapa Audiens AndaSetiap pembelajar memiliki kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda. Beberapa lebih suka tampilan visual, yang lain lebih nyaman membaca teks. Ada pula yang mencari pelatihan untuk promosi jabatan, sementara yang lain ingin belajar karena ingin menguasai keterampilan baru. Apa yang bisa Anda lakukan? Lakukan pemetaan karakteristik peserta sebelum menyusun konten. Identifikasi apa yang memotivasi mereka dan tantangan apa yang mereka hadapi. Ini akan…
3 Kendala Umum Video Pelatihan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Kendala Umum Video Pelatihan “People don’t buy what you do; they buy why you do it.” — Simon Sinek Video pelatihan saat ini menjadi salah satu alat paling efektif dalam mendukung pembelajaran di tempat kerja. Dibandingkan metode tradisional, video memungkinkan penyampaian materi yang ringkas, menarik, dan dapat diakses kapan saja—baik oleh karyawan baru maupun yang memerlukan penyegaran informasi. Namun, meskipun potensinya besar, tidak sedikit organisasi yang masih enggan menggunakannya. Berikut 3 kendala umum membuat video pelatihan dan bagaimana cara mengatasinya: Baca juga:3 Strategi Gaet Talenta Gen Z 1. Tidak Punya Waktu Membuat VideoDi tengah padatnya agenda kerja dan puluhan rapat tiap bulan, membuat video pelatihan sering dianggap memakan waktu ekstra. Terlebih jika ada anggapan bahwa video harus sempurna dan profesional untuk bisa digunakan. Solusinya: Fokus pada tujuan dan audiens, bukan kesempurnaan. Untuk materi sederhana, video ponsel atau rekaman layar sudah cukup efektif. Mulailah dari yang mudah…










