Teknik SAMBO Dalam Public Speaking
Public Speaking | Hasil yang maksimal adalah salah satu tujuan dari presentasi atau public speaking yang sementara sedang Anda lakukan. Ada banyak cara untuk membuat presentasi atau public speaking Anda menjadi baik dan berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu prinsip penting yang dapat membantu Anda mencapainya adalah dengan model SAMBO. Menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dimengerti dengan contoh yang berhubungan dan juga penggunaan bahasa tubuh menjadi hal penting yang harus Anda perhatikan agar audiens atau peserta yang hadir dapat menangkap materi dengan baik. Baca juga : Manajemen waktu saat presentasi Cermati tiga poin dalam model berikut : 1. SAMpaikan bahasa yang mudah dipahami Bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami audiens Anda akan membuat mereka lebih tertarik untuk mendengarkan apa yang Anda sampaikan. Karena jika bahasa yang Anda gunakan adalah bahasa yang sulit mereka pahami akan membuat mereka berfikir keras dan malas menyimak apa saja yang Anda bicarakan.…
Cara Membuat Audiens Terlibat
Motivator | Pembicara | Public Speaking Jika ada 100 audiens yang hadir dalam kelas seminar Anda, apakah 100 orang tersebut bisa dikategorikan sebagai peserta yang sedang belajar? Jawabannya adalah tidak. Tidak semua audiens yang hadir akan melakukan proses belajar seperti yang Anda harapkan, ada beberapa audiens yang hadir hanya untuk mengisi absen atau sekedar memenuhi bangku yang ada. Untuk membuat audiens melakukan proses belajar sebagaimana seharusnya, sebagai pembicara Anda harus bisa membuat mereka terlibat dalam proses belajar mengajar tersebut sehingga mereka mendapat manfaat dari apa yang Anda jelaskan dan tidak pulang tanpa membawa sebuah ilmu baru. Baca juga : 3 Rahasia Public Speaking Bagi Pemula 3 cara untuk membuat audiens terlibat : 1. Rangsang audiens Anda Rangsanglah audiens Anda yang hadir pada kelas tersebut dengan memberikan hadiah, penghargaan, atau pujian sederhana saat mereka terlibat aktif dalam kegiatan yang ada sehingga mereka merasa berharga dan berarti saat melakukan hal tersebut. 2.…
Penasaran adalah Marketing
Public Speaking | Marketing What is “penasaran” (Indonesian phrase)? It can be eager to know, eagerness or curiosity. Being curious may lead to further exploration, therefore, “penasaran” leads someone who may like learning business English better when reading this flyer : Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan: 1. Memahami sistem belajar Plain English, yg mudah 2. Mendapatkan petunjuk menikmati belajar bahasa Inggris secara praktis 3. Meningkatkan Percaya Diri untuk terus lebih berhasil dalam Business English Conversation & Discussion The reader will jump in excitement! Wow, this is what I need, the reader becomes very curious to know more about the possibilities to participate actively in business with the international language more fluently. He or she becomes eager to conduct discussions in English at a high level. “Penasaran: – Curious- how to be able to reach this level? Oh, he/she has read on top of the flyer: it’s in plain English.…
Alur Cerita Drama Dalam Public Speaking
Motivator | Pembicara | Public Speaking Ada beberapa pilihan yang dapat Anda gunakan saat akan menggunakan sebuah cerita dalam presentasi atau public speaking Anda. Salah satu dari jenis cerita yang dapat Anda gunakan adalah alur drama yang terdiri ketiga bagian untuk menggunakannya. Metode ini dimulai dengan Anda yang menceritakan masalah yang dialami oleh teman, keluarga, sahabat, pasangan, ataupun orang lain yang juga dialami oleh audiens Anda saat itu sehingga cerita tersebut dapat menjadi contoh bagi mereka. Baca juga : Humor yang tabu dalam Public Speaking Terapkan PAR ini dalam alur drama yang Anda gunakan : 1. Problem atau masalah Awalilah cerita yang Anda bawakan dengan melontarkan, mengungkapkan, atau mengemukakan sebuah masalah yang dialami oleh tokoh pada cerita Anda tersebut dan juga dialami oleh audiens Anda. 2. Action atau tindakan Setelah Anda selesai dengan masalah yang dihadapi oleh tokoh tersebut, maka Anda bisa menyampaikan apa saja tindakan atau jalan keluar yang…
Humor Yang Tabu Di Public Speaking
Motivator | Pembicara | Public Speaking “Humor dapat mengubah situassi apapun dan membantu kita mengatasinya saat kita tertawa.” – Allen Klein Humor adalah sebuah pemanis dalam presentasi atau public speaking yang Anda bawakan. Humor juga dapat menggairahkan pendengar dan membangkitkan emosi senang bagi audiens serta membuat audiens Anda tidak mengantuk karena terlalu serius membahas materi. Selain itu humor yang Anda gunakan ketika membawakan sebuah presentasi merupakan salah satu cara untuk memasukkan pesan ke dalam pikiran bawah sadar seseorang dan akan membekas lama sehingga diharapkan mereka mengingat hal tersebut sampai waktu yang lama. Baca juga : 5 teknik presentasi efektif Namun, humor yang menyenangkan tersebut dapat berubah menjadi tidak lucu apabila humor yang Anda lontarkan adalah humor-humor yang tabu untuk disampaikan. Seperti apa humor yang tabu atau sebaiknya Anda hindari untuk Anda bawakan dalam sebuah presentasi atau public speaking? Berikut ini humor yang tabu di public speaking : 1. Street Jokes…
Self-Discipline
Discipline | Procrastination | Laziness | Productivity | Dopamine | Satisfaction Today I’m writing in bilingual: English and Indonesian. I just read on the internet a quite long discussion on countries where the people are bilingual as well as some countries who are trilingual. But this is not the topic. The reason why I’m now writing bilingual is that I’m really eager that the middle class and higher class managers in Indonesia would appreciate improving their English language in dealing with business. Most often during my job as a trainer I present my PowerPoint slides or any copied diagram I distributed as well as when jotting pointers on the flipchart, I write most of them in business English terms. However, unfortunately, many graduates even magister titled personnel or managers still prefer it to be translated. Business English has been for ages the business communication tool for doing business for sure…
Compliance Engagement of Entrepreneurs
Corporate Governance | Get this remarkable saying: “The secret of success is to be ready when an opportunity comes!” Compliance Management is now more meaningful as Governance Risk Compliance Management (GRC) is a must process to follow by entrepreneurs. Engagement in various stages of the entrepreneurial process while considering an individual’s start-up motivation is an opportunity and necessity inspiration. Take into account individuals driven by a combination of the three aspects: 1. good corporate governance 2. mitigation in risk management, then 3. adhering to rules & regulations: compliance management. Opportunity and necessity-driven entrepreneurs as well as those with mixed start-up motivations all need to really understand and practice this GRC Management. To engage in the entrepreneurial process more fully (‘to climb the entrepreneurial ladder’). For example, entrepreneurship-specific education, self-employed, risk tolerance, perception of lack of financial support, and living in a metropolitan area are essential variables in determining entrepreneurial engagement…
Compliance: A Rule for Ourselves
Corporate Governance | It’s easy to advise people to comply with law and regulations, as it is now so popular and recommended in any organization or business. CEOs or any Chief Executive and Managers are applying in their industry or business they lead, that employees should apply the Governance Risk Compliance Management. For sure, it is a must to comply with laws and regulations to lead a business to its goals. It is a must that industry and companies adhere to paying taxes on time. It is now obvious that Directors should lead the company to good governance based on its vision, mission, and values. These all are mitigation towards risks, which is well understood by the board of directors and senior managers. So, following all these laws and regulations and good conduct, a company is meeting the needs to comply as a successful company. But how should CEOs, CFOs,…
Compliance Management (2)
Corporate Governance | Pernah saya sharing artikel Compliance Management (1), berikut ini saya sharing bagian ke 2 (meskipun masing-masing artikel berdiri sendiri). Sementara itu ilmu dan skills Compliance sudah berkembang lebih lanjut menjadi Governance Risk Compliance (GRC). Dalam artikel ini akan saya kemukakan secara singkat sedikit asal mulanya kebutuhan dan keharusan Manajemen Kepatuhan yang dalam bahasa Inggris disebut Compliance Management. Beberapa industri atau perusahaan yang terus maju tentu mementingkan mengikuti kemajuan pemikiran manajemen, dan tentu saja mengikuti perkembangan secara digital. Namun ada juga industri/perusahaan yang merasakan menjadikan masalah (problem) dengan keharusaan mengikuti perkembangan dan mengalami kesulitan atau menghadapi problem, maka bertanya apakah memang benar perlu memahami dan melaksanakan Manajemen Kepatuhan? Sesungguhnya kita tahu bahwa problem itu selalu ada dan akan timbul terus. Marilah kita merenungkan apa yang pernah dikatakan/ditulis oleh Albert Einstein (1879 -1955): “It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer,” yang bermakna…
Cara Menjadi Kaya Ala Paul Getty
Public Speaking | How To Be Rich, salah satu buku yang mengubah jalan hidup saya. Buku yang ditulis oleh salah satu orang hebat dunia, seorang industrialis perminyakan Inggris, Jean Paul Getty atau yang akrab di sebut Paul Getty. Satu-satunya orang yang yang tercatat dalam Guiness Book of Record sebaga the world’s richest private citizen. Menjadi salah satu dari jajaran 100 orang terkaya di Amerika sepanjang masa dengan total kekayaan $22 billion pada tahun 2020. Beliau mengatakan bahwa penting untuk memiliki 3 hal ini jika Anda ingin meraih kekayaan. Yang pertama adalah jadi bos atas diri Anda sendiri, yang kedua adalah menjual produk anti resesi, dan yang ketiga adalah dapatkan hasil dari kerja masa lampau Anda. Baca juga : Cara menjadi active listener Ketika saya membaca hal tersebut, saya berpikir apa sekiranya profesi yang bisa membawa saya kepada tiga hal tersebut? 1. Menjadi trainer atau pembicara Dengan modal yang relatif kecil,…









