Buat Public Speaking Menarik Dengan 3P Penting
Motivator | Pembicara | Public Speaking Saya pernah membawakan sebuah presentasi atau public speaking dengan audiens yang tidak bisa dibilang sedikit saat itu. 25 orang pada ruangan yang sama tengah duduk mendengarkan saya berbicara di depannya. Itu bukanlah presentasi atau public speaking pertama yang saya bawakan, namun rasanya masih saja seperti baru pertama kali membawakan sebuah presentasi. Gugup, bingung, dan ketakutan lainnya saya rasakan akibatnya saya menjadi terfokuskan pada apa yang saya rasakan, sehingga presentasi atau public speaking yang saya bawakan menjadi kurang hidup dan interaksi dengan audiens yang ada menjadi garing. Baca juga : Ice breaking saat public speaking Setelah belajar mengenai public speaking, saya mempelajari bahwa ada 3 P yang dapat menyelamatkan Anda dari sebuah Public Speaking yang garing. Apa saja? 3 P penting untuk menghidupkan public speaking : 1. Pembukaan Saat memulai sebuah presentasi atau public speaking, zona rawan Anda ada pada 3 menit pertama presentasi tersebut.…
Ice Breaking Saat Public Speaking
Motivator | Pembicara | Public Speaking Menurut data dari sebuah kamus yang diterbitkan oleh Cambridfe University Press, Cambridge Dictionary. Ice breaking atau ice breaker diartikan sebagai sebuah permainan, games, atau quiz yang digunakan untuk mencairkan suasana dan mempermudah orang-orang dalam satu lingkup untuk dapat lebih bisa lebih dekat satu sama lain. Ice breaking atau ice breaker ini merupakan salah satu cara yang sering digunakan dan sering juga berhasil untuk memulai sebuah seminar, pelatihan, ataupun presentasi lainnya. Kegiatan ini sangat tepat untuk digunakan ketika audiens Anda merupakan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda sehingga memerlukan suatu hal yang dapat dilakukan bersama demi terciptanya sebuah hubungan yang lebih dekat. Baca juga : Buat audiens terkesan dengan power point elegan Ketika Anda membuat sebuah pelatihan dimana para audiens Anda diharuskan dan diwajibkan untuk melakukan atau mempraktekkan apa saja yang mereka pelajari selama masa pelatihan tersebut, maka dibutuhkan sebuah kekompakkan antara audiens satu dan…
Buat Audiens Terkesan Dengan PowerPoint Elegan
Motivator | Pembicara | Public Speaking Pada umumnya otak manusia terdiri dari dua bagian, yaitu otak kiri dan juga otak kanan. Untuk menarik perhatian audiens dengan membuatnya terkesan Anda dapat mempraktekkan gaya bicara yang dinamis yang disertai dengan ilustrasi atau gambaran yang menarik sehingga dapat terhubung dengan otak kanan audiens Anda. Buatlah sebuah slide presentasi yang efektif untuk diterima oleh audiens Anda sehingga audiens Anda dapat menyerap dan memahami materi yang diberikan dengan baik dan mendapatkan apa yang diharapkan dari kelas Anda. Baca juga : Alur cerita misteri dalam public speaking Lakukan hal berikut dan buat audiens Anda terkesan : 1. Optimalkan Penggunaan PowerPoint PowerPoint merupakan salah satu teknologi masa kini yang dapat Anda manfaatkan fungsinya untuk meningkatkan kualitas dari presentasi atau public speaking yang Anda bawakan. Buatlah slide-slide powerpoint yang menarik dan tidak terlalu banyak teks namun tetap mendukung poin utama Anda. 2. Gunakan Laser Pointer Agar Anda tidak…
Gratitude = Bersyukur
Corporate Goverment | Bob Low on LinkedIn: How to post consistently on LinkedIn once Zooms me advising and encouraging me to write meaningful articles posted on LinkedIn with an additional suggestion “Don’t expect miracles after posting articles then praying…” Surely I understood that academically that’s not the way to become professional in content and digital marketing. I have been a believer that one should do his best and then be grateful that he would be able to achieve it. Through gratitude and mindfulness of the effect of being grateful best efforts would lead to fruitful results. One should also know the phrases “I love you, I’m sorry, please forgive me, thank you!” taught by Dr. Hew Len from Hawaii, and made popular by Dr. Joe Vitale stressing on always being grateful is not magic but professionally proven to be true. Indonesians will express “Alhamdulillah” or “Puji Syukur,” also “Praise the…
Tips Menghadapi Audiens Pasif
Motivator | Pembicara | Public Speaking Dalam sebuah presentasi atau public speaking, audiens maupun peserta yang pasif bukanlah suatu hal yang baru Anda temukan. Dalam setiap pertemuan pastinya, ada saja beberapa audiens yang secara fisik ada didalam ruangan tersebut, namun pikirannya sedang berjalan entah kemana. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan beberapa teknik atau strategi yang harus Anda kuasai sebagai seorang pembicara agar Anda bisa mengatasi audiens yang pasif, audiens yang tidak mau menjawab pertanyaan, ataupun audiens yang tidak fokus terhadap materi presentasi yang Anda sampaikan. Baca juga : Kuasai Panggung Dengan Public Speaking Berikut ini 3 tips untuk menghadapi audiens pasif : 1. Buat presentasi yang menarik Untuk menarik perhatian dan juga minat audiens, Anda harus melakukan sesuatu yang menarik dan mampu membuat audiens Anda merasa jika Anda tidak sedang menjelaskan sesuatu yang baku, melainkan suatu hal menyenangkan dan mudah dipahami. Anda bisa menyelipkan cerita-cerita dalam presentasi Anda baik berupa…
Kuasai Panggung Dengan Public Speaking
Motivator | Pembicara | Public Speaking ”Pelajarilah seni bicara maka And akan menguasai keadaan.” – Hieroglif Piramida Mesir Kuno Saat Anda diharuskan untuk berbicara didepan banyak orang dan membawakan sebuah materi presentasi atau public speaking, biasanya hal pertama yang akan muncul dalam pikiran Anda adalah apakah Anda bisa menaklukkan panggung tersebut? Apakah semua akan berjalan baik sesuai rencana yang ada? Apakah Anda bisa mengatasi kegugupan yang ada? Dan masih banyak pikiran-pikiran yang seakan meragukan jalannya acara tersebut. Untuk membuat sebuah presentasi atau public speaking yang baik dan berjalan sukses Anda harus memperhatikan beberapa aspek yang dapat membantu Anda dalam menguasai panggung dan juga acara tersebut. Apa saja? Baca juga : Teknik Sambo Dalam Public Speaking Berikut ini adalah 3 tips menguasai panggung dengan public speaking : 1. Menyiapkan Diri Siapkanlah diri Anda untuk melakukan presentasi tersebut dengan memahami materi yang akan Anda bahas nanti. Dengan memahami dan mengerti akan materi…
Cerita Yang Menggetarkan Jiwa
Public Speaking | “Communication: 20% what you know, 80% how you feel about what you know.” – Jim Rohn Cerita Adalah salah satu cara Anda untuk mempermudah audiens memahami apa yang Anda sampaikan. Dengan membawakan sebuah presentasi, public speaking, atau kelas Anda dengan sebuah cerita, maka hal tersebut akan membangkikan antusiasme dari audiens yang hadir. Mereka akan lebih mudah mengingat dan menerapkan poin-poin penting yang ada pada cerita Anda. Lalu, bagaimana caranya untuk membuat atau membawakan sebuah cerita yang menarik sehingga mampu membangkitkan antusiasme dan juga menggetarkan jiwa audiens Anda yang mendengarkan cerita tersebut? Baca juga : Teknik Sambo Dalam Public Speaking Lakukanlah 3 cara ini : 1. Perhatikan alur cerita Sebelum membuat dan juga membawakan sebuah cerita pastikan bahwa Anda sudah paham dan tahu mengenai alur pada cerita tersebut. Alur sebelum dan sesudah yang ada didalamnya harus jelas. Apa saja yang Anda lakukan, apa yang Anda kerjakan, atau apa…
Soft Skill
Corporate Governance | “No act of kindness, however small, is never wasted.” Aesop, Greek storyteller. Demikian kata-kata bijak yang merupakan anjuran memiliki soft skills: “kindness” – murah hati, suka menolong – yang patut kita miliki. Soft skills tidak dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, namun frase ini semakin menonjol dalam kurun lima tahun terakhir. Lucu jika kita bertanya pada Mbah Google, kata soft skills langsung diterjemahkan sebagai keterampilan lunak. Lupakan saja terjemahan lucu ini, namun bagi yang mengikuti perkembangan industri dan ilmu manajemen mengerti apa yang dimaksud dengan soft skills. Pasti ada hubungannya dengan keterampilan kita masing-masing, juga merupakan keterampilan yang sudah ada sejak lahir, terlebih penting bahwa soft skills semakin perlu dibina dalam diri masing-masing. Keterampilan, yang sederhananya bisa disebut sebagai kebisaan bertindak yang dimiliki seseorang berbeda. Jika dikembangkan maka keterampilan seseorang yang baik harusnya dapat ditiru, dipelajari dan diikuti demi memajukan pribadi. Jadi soft skills seyogyanya kita harus pelajari,…
The Word “Bank” in Banking as Known at Present
As I’m not a banker, even never worked in a banking institution, but since I became an adult I have had to go in and out of several banks; a week ago became interested in knowing more about banking & financial business. First of all, I was wondering why a financial industry is called a “bank”, where does the word come from? Of course, nowadays it is easy to ask “Grandpa Google”. To a lot of surprises the term “bank” for banking which extends various financial services is similar to the name for a sitting seat in Indonesian; “bangku”, and true enough here is an excerpt from Google: The word bank is taken from the Italian word “banco”, simply meaning a seat for two or more two persons, usually placed in public areas. These “bancos” are exactly the same as the Indonesian word “bangku”, until at present made available in…









