Cara untuk Menutup Pidato
Public Speaking | Stephen Keague berkata, “No audience ever complained about a presentation or speech being too short.” Masalah penutupan sesungguhnya merupakan hal paling strategis dalam suatu pidato. Orang bilang bahwa saat orang berhenti pidato kata-kata terakhirlah yang terus terdengar di telinga para pendengarnya dan inilah yang biasanya paling diingat. Namun demikian, para pemula jarang menghargai pentingnya masalah ini. Cara mengakhiri pidato mereka seringkali jauh dari yang diharapkan. Berikut terdapat cara-cara untuk Menutup Pidato. Penutupan pidato merupakan elemen yang sangat strategis. Yang dikatakan paling akhir kemungkinan yang paling diingat. Jangan mengakhiri dengan perkataan : “Itu semua yang ingin saya katakan tentang masalah ini. Saya kira saya harus menghentikannya.” Berhentilah, tetapi jangan bicara tentang keinginan berhenti. Rencanakan penutupan pidato secara hati-hati. Berhatilah. Ketahui kata demi kata yang ingin Anda gunakan untuk menutup pidato. Selesaikan pidato Anda. Jangan biarkan terdengar kasar atau terputus. baca juga : Kejelasan dan Ketepatan Penyampaian Beberapa cara menutup ceramah…
3 Strategi Membebaskan Pelatihan dari Kertas
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Membebaskan Pelatihan dari Kertas “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.” — Alvin Toffler Di era digital, pelatihan tidak lagi harus terikat pada tumpukan kertas. Seperti kata futuris Alvin Toffler, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi jauh lebih penting daripada sekadar bisa membaca. Salah satu bentuk adaptasi itu adalah mendigitalkan materi pelatihan. Berikut 3 strategi yang bisa diterapkan untuk membebaskan pelatihan dari kertas: Baca juga:5 Cara Melatih Pola Pikir Berkembang 1. Jadikan Akses Pelatihan Lebih MudahPelatihan digital memungkinkan peserta belajar kapan saja dan dari mana saja, cukup dengan perangkat yang terhubung ke internet. Materi tidak lagi bergantung pada dokumen fisik yang sulit diperbarui, melainkan bisa diakses secara fleksibel dan sesuai kebutuhan pengguna. 2. Integrasikan Media InteraktifDengan pelatihan digital, Anda dapat menyisipkan video, audio, hingga animasi yang membuat pembelajaran lebih…
Teknik Membuat Workshop Lebih Interaktif (1)
Public Speaking Jakarta | Kita semua tahu bahwa interaktivitas itu berguna untuk menggerakkan audiens. Akan tetapi, kita juga harus menyadari kekhawatiran dari interaktivitas, yaitu bahwa terkadang membuat audiens akan dipermalukan atau dibuat terlihat kekanak-kanakan. Tentu saja sebagai Public Speaker | tujuan kita adalah kebalikannya, untuk membuat audiens merasa aman, nyaman, dan untuk tidak mempermalukan siapa pun. Sebelum menerapkan teknik untuk membuat Workshop lebih interaktif, pertimbangkan audiens terlebih dahulu. Pilihlah teknik yang menurut kita bisa diterima oleh audiens, tetapi jangan takut untuk mengambil resiko dan mencoba beberapa teknik baru. Seperti bunyi pepatah tua ini, “Kalau kau hanya melakukan apa yang pernah kau lakukan, kau hanya akan mendapat apa yang pernah kau dapatkan.” Berikut ada beberapa hal yang dapat membuat Workshop lebih interaktif, diantaranya : Lembar Rencana Tindakan Diawal workshop, bagikan sebuah lembar rencana tindakan. Lembar ini dapat memberitahu pada peserta bahwa mereka akan mempelajari sesuatu yang baru…
Kode keras presentasi anda membosankan
Public Speaking | Belajar public speaking “Memahami bahasa tubuh audiens anda saat memberikan public speaking atau presentasi akan membantu anda mengetahui kualitas presentasi yang sementara anda bawakan” – Ongky Hojanto Salah satu tanda bahwa audiens anda bosan mendengarkan presentasi anda adalah dari bahasa tubuh audiens anda. Berikut ada 3 kode keras presentasi anda membosankan 1. Audiens anda menguap Menguap adalah salah satu indikator bahwa audiens anda mulai bosan. Sehingga memerlukan penyegaran dan Kebosanan disebabkan karena : Intonasi suara yang datar, volume suara yang kecil, kecepatan suara yang pelan dan energi kurang bersemangat. 2.Audiens sibuk sendiri Audiens sibuk bicara dengan teman sebelahnya, bisa jadi asumsi membicarakan topik seputar materi yang lagi didiskusikan atau bisa juga membicarakan hal lain. Audiens mengobrol dengan teman sebelahnya membuat pembicara merasa terganggu karna ada suara selain pembicara. 3.Audiens sering keluar masuk ruangan Beberapa orang diruangan masuk dan keluar ruangan secara bergantian, bisa jadi audiens anda mengantuk,…
5 Cara Melatih Pola Pikir Berkembang
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Cara Melatih Pola Pikir Berkembang “Don’t be a know-it-all; be a learn-it-all.” — Satya Nadella Dalam dunia kerja yang terus berubah, pelatihan karyawan tidak cukup hanya berfokus pada keterampilan teknis. Untuk menciptakan tim yang tangguh, inovatif, dan siap beradaptasi, organisasi perlu melatih pola pikir berkembang (growth mindset). Pola pikir ini adalah keyakinan bahwa kemampuan bisa terus dikembangkan melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan. Baca juga:5 Strategi Pelatihan Tanpa Hambatan Berikut 5 cara strategis melatih pola pikir berkembang dalam program pelatihan karyawan: 1. Tanamkan Keinginan untuk Belajar Seumur HidupPelatihan harus dimulai dengan membentuk kesadaran bahwa semua orang bisa terus berkembang. Dorong karyawan untuk terbuka terhadap masukan, berani mempertanyakan asumsi, dan mencari sudut pandang baru. Ini menciptakan dasar mental yang kuat untuk pembelajaran berkelanjutan. 2. Bangun Lingkungan yang Aman untuk Mencoba dan GagalSediakan ruang di mana karyawan merasa aman untuk mencoba hal baru tanpa takut dihakimi. Dalam sesi pelatihan,…
Cue Card – Kertas Contekan
Pidato singkat sehubungan dengan Peresmian kehadiran First Media di Malang yang berlangsung di Malang Town Square, dibawakan dengan menarik oleh Prof. Dr. Didik Junaidi Rachbini selaku komisaris Independen. Pidato yang dibuka dengan audiens participation melalui salam satu jiwa. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Cue Card | Kertas Contekan Jika ada feedback yang dapat Saya berikan dalam acara tersebut adalah mengenai cue card yang di gunakan oleh beliau. Cue card tersebut terlalu besar dan mengganggu pandangan audiens. Cue card atau sering di sebutkan dengan note cards sebuah kartu yang berisi catatan dan berfungsi untuk membantu actor dan pembicara mengingat apa yang akan Mereka sampaikan. Cue cards sendiri awalnya di populerkan oleh John Barrymore diakhir tahun 1930an. Baca Juga : 3 Kunci Presentasi Yang Sukses Ada Beberapa Cara Untuk Membuat Cue Card Yang Menarik : 1. Ukuran Ukuran cue card janganlah terlalu besar. sabaiknya hanya sebesar…
5 Strategi Pelatihan Tanpa Hambatan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Pelatihan Tanpa Hambatan “Taking a step back doesn’t mean slowing down—it means ensuring sustainable success and investing in our people.” — Alkemy Pelatihan karyawan sering kali dianggap mengganggu produktivitas. Namun, strategi yang tepat dapat menyempurnakan pelatihan tanpa memperlambat kinerja tim. Berikut 5 strategi pelatihan yang efektif untuk mencapainya tanpa ada hambatan besar: Baca juga:5 Tantangan Keterlibatan Karyawan 1. Gunakan Pelatih EksternalMengundang pelatih eksternal untuk sesi pelatihan intensif satu hari dapat menjembatani kesenjangan keterampilan utama tanpa mengganggu ritme kerja. Cara ini memungkinkan tim memperoleh panduan ahli tanpa meninggalkan tanggung jawab harian terlalu lama. 2. Sediakan Materi Pembelajaran MandiriDorong budaya belajar berkelanjutan dengan menyediakan buku dan sumber digital. Karyawan dapat belajar di waktu senggang tanpa mengganggu aktivitas inti, mendukung pengembangan diri yang konsisten. 3. Adakan Pelatihan Lintas TimPelatihan lintas departemen membuka wawasan baru. Saat anggota tim berbagi keahlian mereka, seluruh organisasi memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dan…
4 Tips untuk akhir presentasi yang mengesankan
Public Speaking | Konfusius berkata, “Aku akan lupa apa yang ku dengar; aku akan ingat apa yang kulihat; aku akan paham apa yang kulakukan.” Setiap orang yang tampil didepan umum atau diatas panggung untuk mempresentasikan sesuatu, pasti menginginkan materi yang disampaikan dapat dimengerti oleh audiens. Tak lupa, untuk menyiapkan kata penutup untuk akhir dari presentasi yang dibawakan. Berikut 4 Tips untuk akhir presentasi yang mengesankan : 1. Isyaratkan bahwa Anda sudah hampir mengakhirinya. Gunakan kalimat penutup seperti : Sebagai ringkasan…Sebagai kesimpulan…Kesimpulannya… Pernyatan itu menarik perhatian mereka untuk (lanjut point 2) 2. Ringkaslah poin-poin utama Anda. Inilah saatnya Anda “menyampaikan apa yang telah Anda sampaikan kepada mereka dan pesan-pesan pemelajaran utama dari workshop itu. baca juga : 8 Tips Menyimak Pertanyaan 3. Mintalah mereka untuk bertindak. Beritahu mereka rencana-rencana tindak lanjut Anda, misalnya membagikan ringkasan dari materi papan peraga. Lalu ingatkan mereka akan lembar Rencana Tindakan. Mintalah mereka untuk berkomitmen dalam menerapkan satu…
4 TIPS SUKSES MELATIH KETERAMPILAN PUBLIC SPEAKING
Public Speaking | Dalam buku karangan Malcom Galdwell berjudul Outliers mengungkap rahasia jika ingin menjadi ahli dalam keterampilan tertentu kita harus menerapkan 10.000-hour rule. Bahkan dalam buku karya Anders Ericsson berjudul Peak, seseorang butuh waktu berlatih hingga 20.000 jam. Eits, tapi latihan seperti apa dulu nih? Nah, ada empat tips sukses melatih keterampilan public speaking yang wajib dicoba! 1. Tentukan Tujuan yang Spesifik Sebelum mulai berlatih, penting untuk menentukan tujuan dari setiap latihan yang Anda jalani. Misalnya, ‘Tidak akan melihat catatan selama lima menit presentasi Saya’ dan tidak berhenti berlatih sampai berhasil. Harus spesifik ya, karena semakin spesifik maka tujuan dari setiap latihan Anda akan semakin jelas. 2. Fokus Saat Latihan Penting untuk fokus selama latihan. Salah satunya adalah mengatur waktu latihan. Kalau Anda terbiasa beraktivitas di pagi hari, maka atur jadwal latihan di pagi hari. Lakukan terus secara konsisten untuk mencapain tujuan yang Anda tentukan di awal memulai latihan. 3.…










