JIS Dalam Komunikasi Interpersonal
Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | JIS Dalam Komunikasi Interpersonal Polemik renovasi JIS yang terjadi pada tahun 2023 ini menimbulkan pendapat pro dan kontra dari masyarakat Indonesia, ada yang berpendapat bahwa JIS sudah layak dan tidak memerlukan renovasi, namun disisi lain ada juga yang mengatakan bahwa JIS belum memenuhi standar FIFA dan harus melalui proses renovasi. Hal ini terjadi bukan tanpa sebab, kemungkinan anggaran yang mencapai 6 milyar dan pernyataan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono yang menyebut Jakarta International Stadium (JIS) belum memenuhi standar FIFA adalah penyebab utamanya. Bapak Anis Baswedan juga menyampaikan bahwa JIS adalah milik bangsa Kita dan terbuka untuk diperbaiki. Nah, Dalam komunikasi antarpribadi juga Kita harus memiliki JIS agar komunikasi antarpribadi yang Kita lakukan dapat berhasil dan berjalan dengan optimal. Lalu sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan JIS dalam komunikasi antarpribadi atau komunikasi interpersonal ? Baca Juga : Kita berbicara tetapi kita…
4 Tips menggunakan musik dalam workshop
Public Speaking | Garr Reynolds mengatakan, “Manusia sama sekali tidak mampu membaca dan memahami teks di layar dan mendengarkan pembicara pada saat yang bersamaan. Oleh karena itu, banyak teks (hampir semua teks!), Dan kalimat yang panjang dan lengkap itu buruk, Buruk, BURUK. ” Berikut adalah empat cara kreatif untuk menggunakan musik dalam workshop Anda. 1. Menciptakan atmosfer positif Gunakan musik yang energik untuk menciptakan suasana positif di saat orang yang memasuki ruangan. 2. Mainkan musik rancak di saat berganti aktivitas Mainkan sebuah musik yang rancak ketika orang berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. baca juga : 6 Teknik mengajukan pertanyaan 3. Tarik perhatian Keraskan volumenya untuk menarik perhatian orang-orang ketika ruang itu menjadi terlalu berisik. 4. Kembalikan fokus Gunakan musik untuk memfokuskan perhatian semua orang setelah mereka bekerja dalam kelompok-kelompok. Saya mengajak Anda untuk melakukan 4 Tips menggunakan musik dalam workshop Anda agar dapat menciptakan suasana positif dan perhatian…
4 Cara Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Interpersonal
“Agar hubungan apa pun berhasil, diperlukan komunikasi antarpribadi yang penuh kasih, hormat, dan pengertian.” -Miranda Kerr. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Interpersonal Manusia tidak akan pernah bisa lepas dari kegiatan komunikasi di setiap harinya dan kalimat di atas menyadarkan Kita bahwa komunikasi interpersonal memegang peranan penting dalam membangun suatu hubungan. Dari kalimat di atas juga dapat diartikan bahwa untuk meningkatkan keberhasilan hubungan Kita dengan klien, hubungan Kita dengan atasan, pasti ada kaitannya dengan keefektifitasan Kita dalam komunikasi interpersonal, dan itu juga dapat berpengaruh secara langsung pada karir Anda. Kemudian muncul pertanyaan : bagaimana cara meningkatkan efektivitas komunikasi interpersonal ? Baca Juga : “We Cannot Not Communicate” Berikut adalah 4 cara meningkatkan efektivitas komunikasi interpersonal : 1. Jadilah pribadi yang transparan Keterbukaan yang berlaku dalam komunikasi akan membantu Anda untuk memperoleh informasi yang komprehensif, sehingga komunikasi dapat lebih efektif. Sebaliknya : tanpa…
Pentingnya Memberi ‘Jeda’ Saat Berpidato
Public Speaking | “The most precious things in speech are the pauses.” ~ Sir Ralph Richardson. Seorang penulis memiliki sejumlah alat yang dapat mereka gunakan untuk membuat tulisan mereka lebih mudah dipahami: tanda baca, judul, kapitalisas, miring, huruf tebal, paragraf, dll. Namun, seorang pembicara tidak memiliki alat ini. Untuk membuat pidato mereka lebih dimengerti, mereka mengandalkan dua hal: intonasi (perubahan nada suara) dan jeda. Nah, kali ini kita akan bahas soal jeda. Memberi Ruang bagi Audiens untuk Refleksi Jeda memberikan kesempatan pada audiens untuk memikirkan apa yang pembicara katakan. Mereka memproses ide Anda saat Anda diam bukan saat Anda berbicara. Bahkan jeda satu detik pun dapat memberikan mereka waktu untuk menyerap apa yang Anda katakan. Tanpa jeda, audiens bisa kewalahan dan kehilangan jejak dari pesan yang ingin Anda sampaikan. Persiapan untuk Punchline Jeda juga merupakan cara yang bagus untuk menyampaikan punchline lho. Berpidato ibaratnya seperti penyaluran energi antara Anda dan audiens…
6 Cara Kuasai Keterlibatan Karyawan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 6 Cara Kuasai Keterlibatan Karyawan “Employees who believe that management is concerned about them as a whole person are more productive, more satisfied, more fulfilled. Satisfied employees mean satisfied customers.” — Zig Ziglar Keterlibatan karyawan adalah fondasi retensi, produktivitas, dan budaya kerja yang sehat. Bagi materi training, pemahaman ini penting agar para pemimpin dan manajer mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendorong karyawan bertahan sekaligus berkembang. Berikut 6 cara utama yang dapat diintegrasikan dalam program pelatihan untuk kuasai keterlibatan karyawan. Baca juga:3 Tips Mendukung Gen Z di Dunia Kerja 1. Ciptakan Budaya PengakuanPengakuan sederhana namun konsisten mampu menurunkan turnover hingga 30%. Bentuknya bisa berupa apresiasi antar-rekan, perayaan pencapaian tim, atau sorotan prestasi di forum publik. Dalam training, peserta perlu memahami bahwa pengakuan tidak harus berupa hadiah mewah—yang terpenting adalah ketepatan waktu dan ketulusan. 2. Orientasi yang DipersonalisasiProses orientasi adalah titik awal keterlibatan. Training perlu menekankan pentingnya mentor, perlengkapan…
5 Pertanyaan untuk diajukan dalam menganalisis audiens Anda
Public Speaking | Seth Godin mengatakan, “You are not being judged, the value of what you are bringing to the audience is being judged.” Sebelum Anda merancang atau mengadakan sebuah Workshop, mutlak harus diingat bahwa semua workshop pelatihan hanya bisa membahas dua hal : pengetahuan dan keterampilan. Pada kenyataannya, pelatihan tidak selalu merupakan jawaban. Jika para karyawan tidak memiliki perlengkapan yang tepat, tidak tahu seperti apa standar perfoma yang diharapkan, tidak mendapatkan umpan balik, atau tidak memiliki kapasitas fisik, mental, atau intelektual untuk melakukan pekerjaan yang dituntut dari mereka, Anda bisa saja mengajari mereka pengetahuan dan keterampilan untuk waktu yang sangat lama, tetapi hal itu tidak akan mendatangkan hasil yang Anda harapkan. Begitu Anda tahu bahwa pelatihan memang dibutuhkan, tips-tips berikut akan membantu Anda menganalisis audiens Anda. Siapa sajakah audiens Anda? Seperti apa rentang usianya, pencampuran gendernya, dan tingkat pendidikannya? Apa yang mereka harapkan dari pengalaman pembelajaran itu? Pertimbangkan faktor-faktor tersebut…
3 Tips Mendukung Gen Z di Dunia Kerja
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Tips Mendukung Gen Z di Dunia Kerja “Gen Z wants stability, growth, and purpose in their careers.” — Ready to Hire Generasi Z mulai menunjukkan minat yang tinggi pada karier di bidang keterampilan seperti kesehatan, manufaktur, dan perdagangan terampil. Namun, masih banyak hambatan yang membuat mereka ragu untuk masuk ke sektor ini. Bagi profesional pelatihan dan pengembangan, inilah saatnya menata strategi agar Gen Z merasa didukung dan siap berkembang. Berikut 3 tips untuk mendukung gen z di dunia kerja dengan pelatihan dan pengembangan: Baca juga:5 Teknik Mengubah Perilaku Kepemimpinan 1. Bangun Kesadaran Sejak DiniBanyak pekerja muda mulai merencanakan karier sejak sekolah menengah. Karena itu, penting bagi organisasi dan institusi pendidikan untuk bekerja sama memperkenalkan jalur karier terampil sejak usia dini. Kolaborasi antara sekolah dan perusahaan lokal, serta kampanye di media sosial yang aktif digunakan Gen Z, dapat membuka pandangan baru tentang peluang kerja yang nyata dan…
5 Teknik Mengubah Perilaku Kepemimpinan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Teknik Mengubah Perilaku Kepemimpinan “We do not rise to the level of our goals, we fall to the level of our systems.” — James Clear Dalam pelatihan kepemimpinan, tantangan terbesar bukan sekadar menyampaikan teori, melainkan mendorong perubahan perilaku nyata. Banyak manajer senior sulit didekati, sehingga menurunkan motivasi dan retensi tim. Karena itu, pembelajaran berbasis aktivitas menjadi solusi efektif untuk membentuk kebiasaan baru yang konsisten dan berdampak. Berikut 5 teknik untuk mengubah perilaku kepemimpinan dengan training yang bisa diterapkan: Baca juga:5 Teknik Improvisasi dalam Pelatihan 1. Fokus pada Umpan Balik, Bukan KepribadianPerbedaan pemimpin hebat bukan terletak pada karakter mereka, melainkan pada cara mereka memberikan umpan balik. Penelitian menunjukkan, tim dengan manajer yang rutin memberikan feedback memiliki produktivitas 18% lebih tinggi. Dalam training, peserta perlu diajarkan teknik memberikan umpan balik yang jujur, lugas, tetapi tetap penuh rasa hormat. 2. Terapkan Latihan Konsisten Selama 10 MingguMengubah perilaku bukan hal…
Sikap-Sikap Pendidik Yang Baik
Public Speaking | Winston Churchill mengatakan, “If you have an important point to make, don’t try to be subtle or clever. Use a pile driver. Hit the point once. Then come back and hit it again. Then hit it a third time.” Beberapa tips yang dimuat di sini mungkin baru bagi Anda. Beberapa lainnya akan menegaskan bahwa Anda sudah melakukan hal yang benar. Penegasan ini penting karena hal itu akan memberi Anda sebuah alasan untuk memuji diri Anda sendiri atas semua hal baik yang telah Anda lakukan. Berikut 6 Sikap Pendidik Yang Baik. Berfokus pada peserta Pendidik yang baik tahu bagaimana mengutamakan peserta (didik). Sikap ini diletakkan pertama karena hal ini mencakup semuanya. Biar bagaimanapun, sikap ini menyangkut semua sikap lainnya. Pendidik yang berfokus pada peserta mengetahui materi mereka luar dan dalam, dan tahu materi mana yang relevan bagi peserta, sehingga mereka bisa memberikan penekanan di titik yang tepat. Mereka sangat…
5 Teknik Improvisasi dalam Pelatihan
Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Teknik Improvisasi dalam Pelatihan “Improv helps people show up, not as a role, but as themselves. That’s where real engagement and innovation happen.” — Richard Baldwin Dalam dunia training modern, improvisasi (improv) bukan hanya sekadar permainan atau hiburan. Ketika digunakan dengan tepat, improv mampu meningkatkan keterampilan interpersonal, membangun kepercayaan, serta menciptakan tim yang lebih gesit dan inovatif. Berikut adalah 5 teknik improvisasi yang dapat diterapkan dalam program pelatihan. Baca juga:4 Cara Tingkatkan Pengalaman Karyawan 1. Membangun Psychological SafetyDalam improv, kesalahan bukan dianggap kegagalan, melainkan peluang belajar. Prinsip ini selaras dengan kebutuhan organisasi saat ini untuk membangun psychological safety. Karyawan yang merasa aman untuk bereksperimen akan lebih berani mengambil risiko, berinovasi, dan berkontribusi aktif tanpa takut dihakimi. 2. Melatih Deep ListeningImprov menuntut peserta untuk mendengarkan secara mendalam, bukan sekadar mendengar. Di dunia kerja, keterampilan ini menciptakan budaya saling menghargai, meningkatkan kepercayaan, dan mendorong kolaborasi yang lebih sehat.…










