Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Strategi Membebaskan Pelatihan dari Kertas “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.” — Alvin Toffler Di era digital, pelatihan tidak lagi harus terikat pada tumpukan kertas. Seperti kata futuris Alvin Toffler, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi jauh lebih penting daripada sekadar bisa membaca. Salah satu bentuk adaptasi itu adalah mendigitalkan materi pelatihan. Berikut 3 strategi yang bisa diterapkan untuk membebaskan pelatihan dari kertas: Baca juga:5 Cara Melatih Pola Pikir Berkembang 1. Jadikan Akses Pelatihan Lebih MudahPelatihan digital memungkinkan peserta belajar kapan saja dan dari mana saja, cukup dengan perangkat yang terhubung ke internet. Materi tidak lagi bergantung pada dokumen fisik yang sulit diperbarui, melainkan bisa diakses secara fleksibel dan sesuai kebutuhan pengguna. 2. Integrasikan Media InteraktifDengan pelatihan digital, Anda dapat menyisipkan video, audio, hingga animasi yang membuat pembelajaran lebih…

Read more

“Kalau Kamu memiliki mimpi, berjuanglah untuk mimpi tersebut. Bahkan passion sekalipun perlu disiplin. Ini juga bukan tentang berapa kali Kamu ditolak, gagal, atau terjerembab. Tapi ini tentang berapa kali Kamu bisa berdiri lagi, dan kembali memberanikan diri untuk terus bertahan.” – Lady Gaga. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Bullying Saat Public Speaking “Pernahkah Anda mengalami bully saat Public Speaking ?” Jika “Ya” maka hal ini tentunya akan meninggalkan bekas trauma yang mendalam di diri Anda, sehingga sulit untuk dapat berdiri memberikan presentasi lagi. Lalu bagaimana dengan mimpi-mimpi yang Anda miliki ? Haruskah Anda berhenti disini ? Adakah cara untuk dapat mengatasi atau menghindari rasa trauma saat public speaking ini ? Baca Juga : Cue Card – Kertas Contekan Berikut Adalah 3 Cara Untuk Menghindari Traumatik Mendalam Atau Menerima Bully-An Saat Public Speaking : 1. Percaya Diri Yakinkanlah diri Anda bahwa Anda dapat membawakan presentasi…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Cara Melatih Pola Pikir Berkembang “Don’t be a know-it-all; be a learn-it-all.” — Satya Nadella Dalam dunia kerja yang terus berubah, pelatihan karyawan tidak cukup hanya berfokus pada keterampilan teknis. Untuk menciptakan tim yang tangguh, inovatif, dan siap beradaptasi, organisasi perlu melatih pola pikir berkembang (growth mindset). Pola pikir ini adalah keyakinan bahwa kemampuan bisa terus dikembangkan melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan. Baca juga:5 Strategi Pelatihan Tanpa Hambatan Berikut 5 cara strategis melatih pola pikir berkembang dalam program pelatihan karyawan: 1. Tanamkan Keinginan untuk Belajar Seumur HidupPelatihan harus dimulai dengan membentuk kesadaran bahwa semua orang bisa terus berkembang. Dorong karyawan untuk terbuka terhadap masukan, berani mempertanyakan asumsi, dan mencari sudut pandang baru. Ini menciptakan dasar mental yang kuat untuk pembelajaran berkelanjutan. 2. Bangun Lingkungan yang Aman untuk Mencoba dan GagalSediakan ruang di mana karyawan merasa aman untuk mencoba hal baru tanpa takut dihakimi. Dalam sesi pelatihan,…

Read more

Pidato singkat sehubungan dengan Peresmian kehadiran First Media di Malang yang berlangsung di Malang Town Square, dibawakan dengan menarik oleh Prof. Dr. Didik Junaidi Rachbini selaku komisaris Independen. Pidato yang dibuka dengan audiens participation melalui salam satu jiwa. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Cue Card | Kertas Contekan Jika ada feedback yang dapat Saya berikan dalam acara tersebut adalah mengenai cue card yang di gunakan oleh beliau. Cue card tersebut terlalu besar dan mengganggu pandangan audiens. Cue card atau sering di sebutkan dengan note cards sebuah kartu yang berisi catatan dan berfungsi untuk membantu actor dan pembicara mengingat apa yang akan Mereka sampaikan. Cue cards sendiri awalnya di populerkan oleh John Barrymore diakhir tahun 1930an. Baca Juga : 3 Kunci Presentasi Yang Sukses Ada Beberapa Cara Untuk Membuat Cue Card Yang Menarik : 1. Ukuran Ukuran cue card janganlah terlalu besar. sabaiknya hanya sebesar…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Pelatihan Tanpa Hambatan “Taking a step back doesn’t mean slowing down—it means ensuring sustainable success and investing in our people.” — Alkemy Pelatihan karyawan sering kali dianggap mengganggu produktivitas. Namun, strategi yang tepat dapat menyempurnakan pelatihan tanpa memperlambat kinerja tim. Berikut 5 strategi pelatihan yang efektif untuk mencapainya tanpa ada hambatan besar: Baca juga:5 Tantangan Keterlibatan Karyawan 1. Gunakan Pelatih EksternalMengundang pelatih eksternal untuk sesi pelatihan intensif satu hari dapat menjembatani kesenjangan keterampilan utama tanpa mengganggu ritme kerja. Cara ini memungkinkan tim memperoleh panduan ahli tanpa meninggalkan tanggung jawab harian terlalu lama. 2. Sediakan Materi Pembelajaran MandiriDorong budaya belajar berkelanjutan dengan menyediakan buku dan sumber digital. Karyawan dapat belajar di waktu senggang tanpa mengganggu aktivitas inti, mendukung pengembangan diri yang konsisten. 3. Adakan Pelatihan Lintas TimPelatihan lintas departemen membuka wawasan baru. Saat anggota tim berbagi keahlian mereka, seluruh organisasi memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dan…

Read more

Public Speaking | Konfusius berkata, “Aku akan lupa apa yang ku dengar; aku akan ingat apa yang kulihat; aku akan paham apa yang kulakukan.” Setiap orang yang tampil didepan umum atau diatas panggung untuk mempresentasikan sesuatu, pasti menginginkan materi yang disampaikan dapat dimengerti oleh audiens. Tak lupa, untuk menyiapkan kata penutup untuk akhir dari presentasi yang dibawakan. Berikut 4 Tips untuk akhir presentasi yang mengesankan : 1. Isyaratkan bahwa Anda sudah hampir mengakhirinya. Gunakan kalimat penutup seperti : Sebagai ringkasan…Sebagai kesimpulan…Kesimpulannya… Pernyatan itu menarik perhatian mereka untuk (lanjut point 2) 2. Ringkaslah poin-poin utama Anda. Inilah saatnya Anda “menyampaikan apa yang telah Anda sampaikan kepada mereka dan pesan-pesan pemelajaran utama dari workshop itu. baca juga : 8 Tips Menyimak Pertanyaan 3. Mintalah mereka untuk bertindak. Beritahu mereka rencana-rencana tindak lanjut Anda, misalnya membagikan ringkasan dari materi papan peraga. Lalu ingatkan mereka akan lembar Rencana Tindakan. Mintalah mereka untuk berkomitmen dalam menerapkan satu…

Read more

Public Speaking | Dalam buku karangan Malcom Galdwell berjudul Outliers mengungkap rahasia jika ingin menjadi ahli dalam keterampilan tertentu kita harus menerapkan 10.000-hour rule. Bahkan dalam buku karya Anders Ericsson berjudul Peak, seseorang butuh waktu berlatih hingga 20.000 jam. Eits, tapi latihan seperti apa dulu nih? Nah, ada empat tips sukses melatih keterampilan public speaking yang wajib dicoba! 1. Tentukan Tujuan yang Spesifik Sebelum mulai berlatih, penting untuk menentukan tujuan dari setiap latihan yang Anda jalani. Misalnya, ‘Tidak akan melihat catatan selama lima menit presentasi Saya’ dan tidak berhenti berlatih sampai berhasil. Harus spesifik ya, karena semakin spesifik maka tujuan dari setiap latihan Anda akan semakin jelas. 2. Fokus Saat Latihan Penting untuk fokus selama latihan. Salah satunya adalah mengatur waktu latihan. Kalau Anda terbiasa beraktivitas di pagi hari, maka atur jadwal latihan di pagi hari. Lakukan terus secara konsisten untuk mencapain tujuan yang Anda tentukan di awal memulai latihan. 3.…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Tantangan Keterlibatan Karyawan “Only 31% of employees in the U.S. felt engaged at work in 2024 — the lowest level in a decade.” — Gallup, 2024 Keterlibatan karyawan yang rendah membawa risiko besar seperti absensi, pergantian staf tinggi, dan produktivitas menurun. Berikut 5 tantangan utama yang menyebabkan rendahnya keterlibatan karyawan dan tips mengatasinya. Baca juga:3 Cara Gamifikasi Orientasi Karyawan Baru 1. Komunikasi dan Koneksi yang LemahPerusahaan perlu membangun jalur komunikasi yang lebih terbuka. Mulai dari penunjukan mentor, jam kerja khusus pimpinan, pertemuan rutin, hingga survei umpan balik bisa memperkuat koneksi. Khusus karyawan remote, kegiatan virtual seperti ruang pelarian atau pertemuan daring wajib diprioritaskan. 2. Kelelahan yang BerkepanjanganBeberapa karyawan merasa lelah dan kehabisan tenaga di akhir hari. Untuk mengatasinya, penting menyediakan waktu jeda di antara rapat, jam kerja fleksibel, dukungan kesehatan mental, dan fasilitas kantor yang nyaman. Bahkan hal kecil seperti ruang tenang dan tempat kerja ramah…

Read more

“A mentor is someone who allows you to see the hope inside yourself ” – Oprah Winfrey. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Mentor Sang Pemandu Sukses Crawford (2010) mendefinisikan mentor sebagai  “Hubungan interpersonal dalam bentuk kepedulian dan dukungan antara seseorang yang berpengalaman dan berpengetahuan luas dengan seseorang yang kurang berpengalaman maupun yang pengetahuannya lebih sedikit”.  Ibaratnya, Anda mau melakukan sebuah perjalanan wisata ke satu tempat, maka akan sangat membantu jika Anda menggunakan pemandu wisata yang mengetahui detail seluk beluk daerah tersebut. Selain optimal dalam menggunakan waktu perjalanan, menurunkan biaya, Anda juga akan mendapatkan lokasi wisata terbaik. Baca Juga : Memupuk Asa Menjadi Trainer Terkenal Berikut Ini Adalah Dampak Dari Adanya Mentor Dari Kehidupan Anda : 1. Pengalaman Tanpa perlu mengalami langsung pengalaman kegagalan yang tentunya besar “biaya” Anda dapat menarik pelajaran dari kegagalan mentor Anda. Tiga tahun yang lalu, Juanda salah satu peserta seminar…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Cara Gamifikasi Orientasi Karyawan Baru “Games give you a chance to excel, and if you’re playing in good company you don’t even mind if you lose…” — Gary Gygax Menerapkan gamifikasi dalam proses orientasi karyawan baru bukan hanya tren, tapi solusi strategis yang terbukti meningkatkan keterlibatan dan efektivitas pelatihan. Alih-alih hanya menyuruh karyawan baru menonton video atau membaca manual, Anda bisa membuat proses ini lebih interaktif dan menyenangkan. Berikut adalah 3 cara gamifikasi untuk orientasi karyawan baru yang dapat Anda terapkan: Baca juga:6 Strategi Ampuh Pasca-Pelatihan 1. Apresiasi Setiap Pencapaian KecilBuatlah daftar periksa digital yang menandai tugas-tugas sederhana seperti melengkapi profil karyawan atau mengunggah dokumen. Kirim ucapan selamat atau badge virtual setiap kali tugas selesai. Pendekatan ini meningkatkan motivasi dan memberikan rasa pencapaian sejak hari pertama. 2. Gunakan Sistem Level atau TahapanTerapkan konsep “naik level” seperti dalam game. Misalnya, karyawan harus menyelesaikan 10 panggilan pelanggan sebelum…

Read more

240/576

© 2025 Public Speaking Academy