Public Speaking | “The most precious things in speech are the pauses.” ~ Sir Ralph Richardson. Seorang penulis memiliki sejumlah alat yang dapat mereka gunakan untuk membuat tulisan mereka lebih mudah dipahami: tanda baca, judul, kapitalisas, miring, huruf tebal, paragraf, dll. Namun, seorang pembicara tidak memiliki alat ini. Untuk membuat pidato mereka lebih dimengerti, mereka mengandalkan dua hal: intonasi (perubahan nada suara) dan jeda. Nah, kali ini kita akan bahas soal jeda. Memberi Ruang bagi Audiens untuk Refleksi Jeda memberikan kesempatan pada audiens untuk memikirkan apa yang pembicara katakan. Mereka memproses ide Anda saat Anda diam bukan saat Anda berbicara. Bahkan jeda satu detik pun dapat memberikan mereka waktu untuk menyerap apa yang Anda katakan. Tanpa jeda, audiens bisa kewalahan dan kehilangan jejak dari pesan yang ingin Anda sampaikan. Persiapan untuk Punchline Jeda juga merupakan cara yang bagus untuk menyampaikan punchline lho. Berpidato ibaratnya seperti penyaluran energi antara Anda dan audiens…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 6 Cara Kuasai Keterlibatan Karyawan “Employees who believe that management is concerned about them as a whole person are more productive, more satisfied, more fulfilled. Satisfied employees mean satisfied customers.” — Zig Ziglar Keterlibatan karyawan adalah fondasi retensi, produktivitas, dan budaya kerja yang sehat. Bagi materi training, pemahaman ini penting agar para pemimpin dan manajer mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendorong karyawan bertahan sekaligus berkembang. Berikut 6 cara utama yang dapat diintegrasikan dalam program pelatihan untuk kuasai keterlibatan karyawan. Baca juga:3 Tips Mendukung Gen Z di Dunia Kerja 1. Ciptakan Budaya PengakuanPengakuan sederhana namun konsisten mampu menurunkan turnover hingga 30%. Bentuknya bisa berupa apresiasi antar-rekan, perayaan pencapaian tim, atau sorotan prestasi di forum publik. Dalam training, peserta perlu memahami bahwa pengakuan tidak harus berupa hadiah mewah—yang terpenting adalah ketepatan waktu dan ketulusan. 2. Orientasi yang DipersonalisasiProses orientasi adalah titik awal keterlibatan. Training perlu menekankan pentingnya mentor, perlengkapan…

Read more

Public Speaking | Seth Godin mengatakan, “You are not being judged, the value of what you are bringing to the audience is being judged.” Sebelum Anda merancang atau mengadakan sebuah Workshop, mutlak harus diingat bahwa semua workshop pelatihan hanya bisa membahas dua hal : pengetahuan dan keterampilan. Pada kenyataannya, pelatihan tidak selalu merupakan jawaban. Jika para karyawan tidak memiliki perlengkapan yang tepat, tidak tahu seperti apa standar perfoma yang diharapkan, tidak mendapatkan umpan balik, atau tidak memiliki kapasitas fisik, mental, atau intelektual untuk melakukan pekerjaan yang dituntut dari mereka, Anda bisa saja mengajari mereka pengetahuan dan keterampilan untuk waktu yang sangat lama, tetapi hal itu tidak akan mendatangkan hasil yang Anda harapkan. Begitu Anda tahu bahwa pelatihan memang dibutuhkan, tips-tips berikut akan membantu Anda menganalisis audiens Anda. Siapa sajakah audiens Anda? Seperti apa rentang usianya, pencampuran gendernya, dan tingkat pendidikannya? Apa yang mereka harapkan dari pengalaman pembelajaran itu? Pertimbangkan faktor-faktor tersebut…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 3 Tips Mendukung Gen Z di Dunia Kerja “Gen Z wants stability, growth, and purpose in their careers.” — Ready to Hire Generasi Z mulai menunjukkan minat yang tinggi pada karier di bidang keterampilan seperti kesehatan, manufaktur, dan perdagangan terampil. Namun, masih banyak hambatan yang membuat mereka ragu untuk masuk ke sektor ini. Bagi profesional pelatihan dan pengembangan, inilah saatnya menata strategi agar Gen Z merasa didukung dan siap berkembang. Berikut 3 tips untuk mendukung gen z di dunia kerja dengan pelatihan dan pengembangan: Baca juga:5 Teknik Mengubah Perilaku Kepemimpinan 1. Bangun Kesadaran Sejak DiniBanyak pekerja muda mulai merencanakan karier sejak sekolah menengah. Karena itu, penting bagi organisasi dan institusi pendidikan untuk bekerja sama memperkenalkan jalur karier terampil sejak usia dini. Kolaborasi antara sekolah dan perusahaan lokal, serta kampanye di media sosial yang aktif digunakan Gen Z, dapat membuka pandangan baru tentang peluang kerja yang nyata dan…

Read more

Motivator | “Mimpi boleh tidak masuk akal namun untuk mencapai outcomes, caranya harus masuk akal” Well Formed Outcome yaitu merancang, menyusun dan merealisasikan hasil, tujuan atau impian yang mau dicapai. Ada 3 Agar tercapainya impian ala NLP : 1.      Positif State : Ungkapkan dalam kalimat positif Outcome harus menggunakan kalimat positif dan tidak mengunakan kalimat negative karena Kalimat negatif tidak memberikan tujuan yang jelas bagi otak, karena kalimat negatif cenderung memberikan arti. Tetapi akan sangat berbeda jika menggunakan kalimat positif, “Saya menjadi pribadi yang percaya diri”, dengan menggunakan kalimat ini, otak kita mampu menciptakan gambaran atau perasaan percaya diri dan selanjutnya memberikan kita solusi yang harus dikerjakan untuk mencapai hal tersebut. 2.      Context Evidence : Kontekstual dan memiliki tolak ukur yang jelas visualisasi : bayangkan dan rasakan bahwa anda memikirkan sesuatu hal dan gambaran tersebut jelas dipikiran anda 3.      Self control : Pastikan bahwa outcome berada dalam kendali Pastikan bahwa anda ada semangat untuk mencapai…

Read more

Workshop Story Telling: Seni Menyampaikan Cerita Kepada Pendengar Secara Menarik Dan Ekspresif

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Teknik Mengubah Perilaku Kepemimpinan “We do not rise to the level of our goals, we fall to the level of our systems.” — James Clear Dalam pelatihan kepemimpinan, tantangan terbesar bukan sekadar menyampaikan teori, melainkan mendorong perubahan perilaku nyata. Banyak manajer senior sulit didekati, sehingga menurunkan motivasi dan retensi tim. Karena itu, pembelajaran berbasis aktivitas menjadi solusi efektif untuk membentuk kebiasaan baru yang konsisten dan berdampak. Berikut 5 teknik untuk mengubah perilaku kepemimpinan dengan training yang bisa diterapkan: Baca juga:5 Teknik Improvisasi dalam Pelatihan 1. Fokus pada Umpan Balik, Bukan KepribadianPerbedaan pemimpin hebat bukan terletak pada karakter mereka, melainkan pada cara mereka memberikan umpan balik. Penelitian menunjukkan, tim dengan manajer yang rutin memberikan feedback memiliki produktivitas 18% lebih tinggi. Dalam training, peserta perlu diajarkan teknik memberikan umpan balik yang jujur, lugas, tetapi tetap penuh rasa hormat. 2. Terapkan Latihan Konsisten Selama 10 MingguMengubah perilaku bukan hal…

Read more

Public Speaking | Winston Churchill mengatakan, “If you have an important point to make, don’t try to be subtle or clever. Use a pile driver. Hit the point once. Then come back and hit it again. Then hit it a third time.” Beberapa tips yang dimuat di sini mungkin baru bagi Anda. Beberapa lainnya akan menegaskan bahwa Anda sudah melakukan hal yang benar. Penegasan ini penting karena hal itu akan memberi Anda sebuah alasan untuk memuji diri Anda sendiri atas semua hal baik yang telah Anda lakukan. Berikut 6 Sikap Pendidik Yang Baik. Berfokus pada peserta Pendidik yang baik tahu bagaimana mengutamakan peserta (didik). Sikap ini diletakkan pertama karena hal ini mencakup semuanya. Biar bagaimanapun, sikap ini menyangkut semua sikap lainnya. Pendidik yang berfokus pada peserta mengetahui materi mereka luar dan dalam, dan tahu materi mana yang relevan bagi peserta, sehingga mereka bisa memberikan penekanan di titik yang tepat. Mereka sangat…

Read more

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Teknik Improvisasi dalam Pelatihan “Improv helps people show up, not as a role, but as themselves. That’s where real engagement and innovation happen.” — Richard Baldwin Dalam dunia training modern, improvisasi (improv) bukan hanya sekadar permainan atau hiburan. Ketika digunakan dengan tepat, improv mampu meningkatkan keterampilan interpersonal, membangun kepercayaan, serta menciptakan tim yang lebih gesit dan inovatif. Berikut adalah 5 teknik improvisasi yang dapat diterapkan dalam program pelatihan. Baca juga:4 Cara Tingkatkan Pengalaman Karyawan 1. Membangun Psychological SafetyDalam improv, kesalahan bukan dianggap kegagalan, melainkan peluang belajar. Prinsip ini selaras dengan kebutuhan organisasi saat ini untuk membangun psychological safety. Karyawan yang merasa aman untuk bereksperimen akan lebih berani mengambil risiko, berinovasi, dan berkontribusi aktif tanpa takut dihakimi. 2. Melatih Deep ListeningImprov menuntut peserta untuk mendengarkan secara mendalam, bukan sekadar mendengar. Di dunia kerja, keterampilan ini menciptakan budaya saling menghargai, meningkatkan kepercayaan, dan mendorong kolaborasi yang lebih sehat.…

Read more

F. Scott Fitzgerald penulis nover terkenal This Side of Paradise, Charles M. Schulz kartunis komik Peanuts dengan tokoh snoopy yang memiliki sekitar 355 juta pembaca di 75 negara atau Adele penulis lagu dan penyanyi Hello pernah merasakan writer block. Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Belajar Public Speaking | Penyebab Writer Block Writer block di definisikan oleh Rose, Mike (1984). Writer’s block : dimensi kognitif merupakan kondisi di mana seorang penulis tidak dapat menghasilkan karya baru atau mengalami perlambatan kreatif. Baca Juga : Content Is The New Currency Menangkap akan fenomena ini dua orang psikolog, yakni : Jerome Singer and Michael Barrios dari Yale psychologists pada tahun 1970 dan 80-an melakukan penelitian akan faktor penyebab dari writer block. Dan Mereka mendapati empat penyebab ini : 1. Apatis Sifat apatis ini ditandai dengan  kesulitan untuk melamun atau tidak merasakan kreativitas. Orang sering merasa bahwa tulisannya harus cocok dengan aturan-aturan kepenulisan…

Read more

Public Speaking | “To effectively communicate, we must realize that we are all different in the way we perceive the world and use this understanding as a guide to our communication with others.” – Anthony Robbins Kepribadian mengacu pada karakteristik individu, gaya, perilaku, pola pikir, sikap, cara uniknya sendiri dalam memahami sesuatu dan melihat dunia. Faktor genetik, latar belakang keluarga dan budaya yang beragam, lingkungan, hingga situasi saat ini berperan penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Cara Anda berinteraksi dengan orang lain mencerminkan kepribadian Anda. Seseorang dengan kepribadian yang menyenangkan akan lebih dihargai dan dihormati oleh orang lain. Keterampilan komunikasi berperan penting dalam mengasah kepribadian Anda. Komunikasi membantu Anda untuk mengekspresikan diri dengan cara yang paling meyakinkan. Pikiran, perasaan dan pengetahuan Anda harus disampaikan dengan cara yang tepat dan keterampilan komunikasi yang efektif sangat menentukan tingkat keberhasilan Anda dalam menyampaikannya. Berikut beberapa tips yang bisa bermanfaat dalam berkomunikasi untuk menunjukkan kepribadian Anda…

Read more

110/579

© 2025 Public Speaking Academy