Motivator | Pembicara | Public Speaking Ada beberapa pilihan yang dapat Anda gunakan saat akan menggunakan sebuah cerita dalam presentasi atau public speaking Anda. Salah satu dari jenis cerita yang dapat Anda gunakan adalah alur drama yang terdiri ketiga bagian untuk menggunakannya. Metode ini dimulai dengan Anda yang menceritakan masalah yang dialami oleh teman, keluarga, sahabat, pasangan, ataupun orang lain yang juga dialami oleh audiens Anda saat itu sehingga cerita tersebut dapat menjadi contoh bagi mereka. Baca juga : Humor yang tabu dalam Public Speaking Terapkan PAR ini dalam alur drama yang Anda gunakan : 1. Problem atau masalah Awalilah cerita yang Anda bawakan dengan melontarkan, mengungkapkan, atau mengemukakan sebuah masalah yang dialami oleh tokoh pada cerita Anda tersebut dan juga dialami oleh audiens Anda. 2. Action atau tindakan Setelah Anda selesai dengan masalah yang dihadapi oleh tokoh tersebut, maka Anda bisa menyampaikan apa saja tindakan atau jalan keluar yang…

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking “Humor dapat mengubah situassi apapun dan membantu kita mengatasinya saat kita tertawa.” – Allen Klein Humor adalah sebuah pemanis dalam presentasi atau public speaking yang Anda bawakan. Humor juga dapat menggairahkan pendengar dan membangkitkan emosi senang bagi audiens serta membuat audiens Anda tidak mengantuk karena terlalu serius membahas materi. Selain itu humor yang Anda gunakan ketika membawakan sebuah presentasi merupakan salah satu cara untuk memasukkan pesan ke dalam pikiran bawah sadar seseorang dan akan membekas lama sehingga diharapkan mereka mengingat hal tersebut sampai waktu yang lama. Baca juga : 5 teknik presentasi efektif Namun, humor yang menyenangkan tersebut dapat berubah menjadi tidak lucu apabila humor yang Anda lontarkan adalah humor-humor yang tabu untuk disampaikan. Seperti apa humor yang tabu atau sebaiknya Anda hindari untuk Anda bawakan dalam sebuah presentasi atau public speaking? Berikut ini humor yang tabu di public speaking : 1. Street Jokes…

Read more

Corporate Governance | Get this remarkable saying: “The secret of success is to be ready when an opportunity comes!” Compliance Management is now more meaningful as Governance Risk Compliance Management (GRC) is a must process to follow by entrepreneurs. Engagement in various stages of the entrepreneurial process while considering an individual’s start-up motivation is an opportunity and necessity inspiration. Take into account individuals driven by a combination of the three aspects: 1. good corporate governance 2. mitigation in risk management, then 3. adhering to rules & regulations: compliance management. Opportunity and necessity-driven entrepreneurs as well as those with mixed start-up motivations all need to really understand and practice this GRC Management. To engage in the entrepreneurial process more fully (‘to climb the entrepreneurial ladder’). For example, entrepreneurship-specific education, self-employed, risk tolerance, perception of lack of financial support, and living in a metropolitan area are essential variables in determining entrepreneurial engagement…

Read more

Corporate Governance | It’s easy to advise people to comply with law and regulations, as it is now so popular and recommended in any organization or business. CEOs or any Chief Executive and Managers are applying in their industry or business they lead, that employees should apply the Governance Risk Compliance Management. For sure, it is a must to comply with laws and regulations to lead a business to its goals. It is a must that industry and companies adhere to paying taxes on time. It is now obvious that Directors should lead the company to good governance based on its vision, mission, and values. These all are mitigation towards risks, which is well understood by the board of directors and senior managers. So, following all these laws and regulations and good conduct, a company is meeting the needs to comply as a successful company. But how should CEOs, CFOs,…

Read more

Public Speaking | How To Be Rich, salah satu buku yang mengubah jalan hidup saya. Buku yang ditulis oleh salah satu orang hebat dunia, seorang industrialis perminyakan Inggris, Jean Paul Getty atau yang akrab di sebut Paul Getty. Satu-satunya orang yang yang tercatat dalam Guiness Book of Record sebaga the world’s richest private citizen. Menjadi salah satu dari jajaran 100 orang terkaya di Amerika sepanjang masa dengan total kekayaan $22 billion pada tahun 2020. Beliau mengatakan bahwa penting untuk memiliki 3 hal ini jika Anda ingin meraih kekayaan. Yang pertama adalah jadi bos atas diri Anda sendiri, yang kedua adalah menjual produk anti resesi, dan yang ketiga adalah dapatkan hasil dari kerja masa lampau Anda. Baca juga : Cara menjadi active listener Ketika saya membaca hal tersebut, saya berpikir apa sekiranya profesi yang bisa membawa saya kepada tiga hal tersebut? 1. Menjadi trainer atau pembicara Dengan modal yang relatif kecil,…

Read more

Presentasi | Public Speaking “Improving your communication skills can make life more fulfilling on many levels.” – Ibrahim Mustapha Salah satu soft skill yang sangat dibutuhkan terutama dalam dunia kerja adalah kemampuan komunikasi. Banyak perusahaan terutama yang bergerak dalam bidang jasa, dagang, dan juga manufaktur yang dalam beberapa kesempatan akan meminta karyawannya untuk mempresentasikan produk yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Di saat-saat seperti inilah kemampuan komunikasi Anda sebagai seorang karyawan profesional akan di uji. Apakah Anda akan mampu membawakan presentasi tersebut dengan baik dan mampu menjelaskan tujuan dari produk yang Anda promosikan atau tidak. Berikut ini 3 cara membuat presentasi yang menarik, efektif, dan efisien : 1. Mulai dengan pembukaan yang memukau Kesan pertama akan sangat menentukan. Jika Anda sudah memulai dengan pembukaan yang memukau, akan mencuri pandangan audiens. Dua sampai tiga menit pertama presentasi akan sangat menentukan, apakah audiens akan antusias mendengarkannya sampai selesai atau tidak. Kalau audiens mau mendengarkan…

Read more

Public Speaking | Eeee, emmm, hmmm, maka, anu, kemudian, dan banyak kata sejenis lainnya adalah beberapa contoh dari kata-kata yang mungkin sering Anda ucapkan saat tengah presentasi atau public speaking. Beberapa contoh kata tersebut disebut juga sebagai Filler Words, atau dapat diartikan juga sebagai kondisi dimana Anda bingung dan tidak tahu ingin berbicara apa di tengah presentasi atau public speaking sehingga mengatakan kata-kata tersebut. Hal seperti ini tentu sering kali terjadi, bahkan seorang pembicara profesional sekalipun. Ada beberapa cara untuk mengatasi filler words agar Anda bisa membawakan presentasi dengan baik dan elegan di depan audiens yang hadir. Namun, sebelum membahas cara untuk mengatasinya, Anda harus tahu terlebih dahulu apa penyebab dari Filler Words. Baca juga : Gimmick online saat Public Speaking Berikut ini adalah 3 penyebab filler words : 1. Kehati-hatian Terlalu berhati-hati dalam memilih kata-kata yang akan Anda ucapkan akan memberikan ruang antara kalimat sebelumnya dan juga kalimat yang akan…

Read more

567/567

© 2025 Public Speaking Academy