Motivator | Public Speaking | Pembicara Dikutip dari Kompas.com edisi Maret 2021 dapat disimpulkan bahwa kebanyakan pelajar, mahasiswa, ataupun para pekerja umum lainnya beranggapan bahwa kelas online atau daring dianggap lebih membosankan dibandingkan kelas offline atau tatap muka. Dimulai dari awal tahun 2020 dimana Indonesia mulai menerapkan lockdown, sehingga semua kegiatan offline dialihkan menjadi online membuat beberapa pihak sedikit kaget dan butuh waktu untuk beradaptasi dengan hal baru tersebut. Salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar yang tadinya dilakukan secara langsung, harus berubah menjadi full daring menggunakan google meet, zoom, atau aplikasi sejenisnya. Baca juga : Buat public speaking menarik dengan 3P Penting Kelas yang sepi dan hanya berbicara serta tatap muka melalui layar gadget nyatanya kurang efektif dibeberapa orang karena dianggap membosankan. Hal ini pun menjadi PR dan perhatian penuh dari para tenaga pengajar, bagaimana caranya membuat sebuah kelas online yang menarik perhatian audiens-nya? Berikut ini 3 ide ice breaking…

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking “Tidak ada yang tidak bisa, yang ada hanya belum terbiasa” – Orang Bijak Dulu saya adalah seorang siswi biasa yang selalu memiliki kepercayaan diri yang kurang untuk dapat berbicara atau presentasi didepan kelas. Setiap kali mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan sebuah materi didepan kelas kepada teman ataupun pengajar yang ada saat itu, selalunya saya gugup sampai harus ke kamar mandi sebelum presentasi. Baca juga : Buat presentasi menarik dengan 3P penting Namun saya sadar bahwa hal tersebut tidak bisa berlangsung lama, saya butuh kemampuan untuk berkomunikasi dengan banyak orang. Terlebih saya adalah orang senang berbicara secara pribadi, namun untuk berbicara didepan orang banyak tentu rasanya berbeda dengan berbicara dengan satu dua orang. Sekitar 3 tahun yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk membuat sebuah presentasi didepan teman seangkatan dan juga adik kelas yang akan mengikuti kompetisi sains tingkat kabupaten. Saya beranggapan bahwa ini adalah presentasi yang…

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking “Antusiasme dapat menyalakan api keyakinan atas kemampuan kita dan meningkatkan rasa percaya diri” – Cale Carnegie Antusiasme dalam sebuah presentasi atau public speaking sangatlah penting untuk membuatnya menarik dimata audiens Anda. Dengan antusiasme yang ada  pada pembawaan presentasi atau public speaking Anda maka audiens Anda akan ikut terbawa suasana menjadi aktif dan berpartisipasi dalam kelas tersebut. Baca juga : Buat Public Speaking Menarik Dengan 3P Penting Ini Salah satu hal penting yang harus Anda perhatikan sebagai seorang pembicara untuk membuat sebuah presentasi atau public speaking menjadi menarik adalah intonasi suara yang Anda gunakan selama membawakan kelas tersebut. Perhatikan 3 tips ini pada intonasi suara Anda selama presentasi : 1. Perhatikan Nada Suara Berilah beberapa penekanan pada kalimat yang Anda sampaikan. Anda harus bisa membedakan mana kata-kata yang akan Anda tekanankan kepada audiens atau tidak. Hal ini berguna untuk membuat audiens menjadi tahu bahwa ada…

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking Saya pernah membawakan sebuah presentasi atau public speaking dengan audiens yang tidak bisa dibilang sedikit saat itu. 25 orang pada ruangan yang sama tengah duduk mendengarkan saya berbicara di depannya. Itu bukanlah presentasi atau public speaking pertama yang saya bawakan, namun rasanya masih saja seperti baru pertama kali membawakan sebuah presentasi. Gugup, bingung, dan ketakutan lainnya saya rasakan akibatnya saya menjadi terfokuskan pada apa yang saya rasakan, sehingga presentasi atau public speaking yang saya bawakan menjadi kurang hidup dan interaksi dengan audiens yang ada menjadi garing. Baca juga : Ice breaking saat public speaking Setelah belajar mengenai public speaking, saya mempelajari bahwa ada 3 P yang dapat menyelamatkan Anda dari sebuah Public Speaking yang garing. Apa saja? 3 P penting untuk menghidupkan public speaking : 1. Pembukaan Saat memulai sebuah presentasi atau public speaking, zona rawan Anda ada pada 3 menit pertama presentasi tersebut.…

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking Menurut data dari sebuah kamus yang diterbitkan oleh Cambridfe University Press, Cambridge Dictionary. Ice breaking atau ice breaker diartikan sebagai sebuah permainan, games, atau quiz yang digunakan untuk mencairkan suasana dan mempermudah orang-orang dalam satu lingkup untuk dapat lebih bisa lebih dekat satu sama lain. Ice breaking atau ice breaker ini merupakan salah satu cara yang sering digunakan dan sering juga berhasil untuk memulai sebuah seminar, pelatihan, ataupun presentasi lainnya. Kegiatan ini sangat tepat untuk digunakan ketika audiens Anda merupakan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda sehingga memerlukan suatu hal yang dapat dilakukan bersama demi terciptanya sebuah hubungan yang lebih dekat. Baca juga : Buat audiens terkesan dengan power point elegan Ketika Anda membuat sebuah pelatihan dimana para audiens Anda diharuskan dan diwajibkan untuk melakukan atau mempraktekkan apa saja yang mereka pelajari selama masa pelatihan tersebut, maka dibutuhkan sebuah kekompakkan antara audiens satu dan…

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking Pada umumnya otak manusia terdiri dari dua bagian, yaitu otak kiri dan juga otak kanan. Untuk menarik perhatian audiens dengan membuatnya terkesan Anda dapat mempraktekkan gaya bicara yang dinamis yang disertai dengan ilustrasi atau gambaran yang menarik sehingga dapat  terhubung dengan otak kanan audiens Anda. Buatlah sebuah slide presentasi yang efektif untuk diterima oleh audiens Anda sehingga audiens Anda dapat menyerap dan memahami materi yang diberikan dengan baik dan mendapatkan apa yang diharapkan dari kelas Anda. Baca juga : Alur cerita misteri dalam public speaking Lakukan hal berikut dan buat audiens Anda terkesan : 1. Optimalkan Penggunaan PowerPoint PowerPoint merupakan salah satu teknologi masa kini yang dapat Anda manfaatkan fungsinya untuk meningkatkan kualitas dari presentasi atau public speaking yang Anda bawakan. Buatlah slide-slide powerpoint yang menarik dan tidak terlalu banyak teks namun tetap mendukung poin utama Anda. 2. Gunakan Laser Pointer Agar Anda tidak…

Read more

Corporate Goverment | Bob Low on LinkedIn:  How to post consistently on LinkedIn once Zooms me advising and encouraging me to write meaningful articles posted on LinkedIn with an additional suggestion “Don’t expect miracles after posting articles then praying…” Surely I understood that academically that’s not the way to become professional in content and digital marketing. I have been a believer that one should do his best and then be grateful that he would be able to achieve it. Through gratitude and mindfulness of the effect of being grateful best efforts would lead to fruitful results. One should also know the phrases “I love you, I’m sorry, please forgive me, thank you!” taught by Dr. Hew Len from Hawaii, and made popular by Dr. Joe Vitale stressing on always being grateful is not magic but professionally proven to be true. Indonesians will express “Alhamdulillah” or “Puji Syukur,” also “Praise the…

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking Dalam sebuah presentasi atau public speaking, audiens maupun peserta yang pasif bukanlah suatu hal yang baru Anda temukan. Dalam setiap pertemuan pastinya, ada saja beberapa audiens yang secara fisik ada didalam ruangan tersebut, namun pikirannya sedang berjalan entah kemana. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan beberapa teknik atau strategi yang harus Anda kuasai sebagai seorang pembicara agar Anda bisa mengatasi audiens yang pasif, audiens yang tidak mau menjawab pertanyaan, ataupun audiens yang tidak fokus terhadap materi presentasi yang Anda sampaikan. Baca juga : Kuasai Panggung Dengan Public Speaking Berikut ini 3 tips untuk menghadapi audiens pasif : 1. Buat presentasi yang menarik Untuk menarik perhatian dan juga minat audiens, Anda harus melakukan sesuatu yang menarik dan mampu membuat audiens Anda merasa jika Anda tidak sedang menjelaskan sesuatu yang baku, melainkan suatu hal menyenangkan dan mudah dipahami. Anda bisa menyelipkan cerita-cerita dalam presentasi Anda baik berupa…

Read more

Motivator | Pembicara | Public Speaking ”Pelajarilah seni bicara maka And akan menguasai keadaan.” – Hieroglif Piramida Mesir Kuno Saat Anda diharuskan untuk berbicara didepan banyak orang dan membawakan sebuah materi presentasi atau public speaking, biasanya hal pertama yang akan muncul dalam pikiran Anda adalah apakah Anda bisa menaklukkan panggung tersebut? Apakah semua akan berjalan baik sesuai rencana yang ada? Apakah Anda bisa mengatasi kegugupan yang ada? Dan masih banyak pikiran-pikiran yang seakan meragukan jalannya acara tersebut. Untuk membuat sebuah presentasi atau public speaking yang baik dan berjalan sukses Anda harus memperhatikan beberapa aspek yang dapat membantu Anda dalam menguasai panggung dan juga acara tersebut. Apa saja? Baca juga : Teknik Sambo Dalam Public Speaking Berikut ini adalah 3 tips menguasai panggung dengan public speaking : 1. Menyiapkan Diri Siapkanlah diri Anda untuk melakukan presentasi tersebut dengan memahami materi yang akan Anda bahas nanti. Dengan memahami dan mengerti akan materi…

Read more

Public Speaking | “Communication: 20% what you know, 80% how you feel about what you know.” – Jim Rohn Cerita Adalah salah satu cara Anda untuk mempermudah audiens memahami apa yang Anda sampaikan. Dengan membawakan sebuah presentasi, public speaking, atau kelas Anda dengan sebuah cerita, maka hal tersebut akan membangkikan antusiasme dari audiens yang hadir. Mereka akan lebih mudah mengingat dan menerapkan poin-poin penting yang ada pada cerita Anda. Lalu, bagaimana caranya untuk membuat atau membawakan sebuah cerita yang menarik sehingga mampu membangkitkan antusiasme dan juga menggetarkan jiwa audiens Anda yang mendengarkan cerita tersebut? Baca juga : Teknik Sambo Dalam Public Speaking Lakukanlah 3 cara ini  : 1. Perhatikan alur cerita Sebelum membuat dan juga membawakan sebuah cerita pastikan bahwa Anda sudah paham dan tahu mengenai alur pada cerita tersebut. Alur sebelum dan sesudah yang ada didalamnya harus jelas. Apa saja yang Anda lakukan, apa yang Anda kerjakan, atau apa…

Read more

50/79

© 2025 Public Speaking Academy