Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Motivator
“Mau belajar public speaking buat jadi trainer dimana ya? Perlu banget buat ngecoaching tim nih” NN
Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh seseorang di treads dan langsung direpon oleh puluhan orang yang menawarkan jasa kelas public speaking atau sekedar memberikan rekomendasi kelas public speaking orang lain. Memberikan rekomendasi tanpa diawali dengan diagnosa kebutuhan klien, sama seperti memberikan obat tanpa tahu penyebab penyakit.
Untuk mengetahui kebutuhan klien, umumnya dilakukan Training Need Analysis (TNA).
TNA adalah proses sistematis yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara keterampilan, pengetahuan, atau perilaku karyawan saat ini dengan standar atau tujuan yang ingin dicapai. Terdapat beberapa cara untuk melakukan TNA, yakni : kuesioner, survei, wawancara, focus group discussion, observasi langsung, penilaian kinerja, analisis dokumen.
Salah satu hal yang juga dapat di pakai untuk TNA adalah analisa pertanyaan atau pernyataan dari klien. Contoh, pertanyaan atau pernyataan dari klien adalah “Mau belajar public speaking buat jadi trainer dimana ya? Perlu banget buat ngecoaching tim nih”
Hal pertama yang harus diketahui sebelum memberikan saran adalah perbedaan fungsi dari public speaking, trainer dan coaching dalam meningkatkan kompetensi seseorang. Kamus merriam webster menjabarkan public speaking merupakan seni komunikasi verbal yang efektif di hadapan publik. Sementara, trainer (kata benda/noun) adalah seseorang yang melatih seseorang atau sesuatu. Kemudian, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mangatakan coaching atau pendampingan adalah proses pendampingan atau percakapan yang memiliki makna untuk mendorong atau memprovokasi pemikiran dan ide kreatif untuk memaksimalkan potensi baik individu maupun profesional menuju tujuan yang diinginkan.
Solusi pertama untuk penanya adalah mencari tahu lebih dalam apakah tim nya telah memiliki pengetahuan dan pengalaman, jika belum maka proses coaching tidak dalam dilakukan karena tugas dari seorang coach adalah memprovokasi pemikiran dan ide kreatif dari sang coachee dan orang tidak mungkin berpikir dan mengeluarkan ide kreatif tanpa memiliki dasar pengetahuan dan pengalaman. Peningkatkan kompetensi tim dilakukan dengan training. Dan untuk dapat mengirimkan pesan dengan menarik, maka penanya juga harus belajar public speaking.
Solusi kedua apabila tim dari sang penanya telah memiliki dasar pengetahuan dan pengalaman maka penanya dapat melanjutkan peningkatan kompetensi dengan metode coaching. Pada solusi kedua ini, penanyan perlu mendalami coaching bukannya belajar public speaking.
ongkyhojanto.com/ atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms.Fujji 0812-7194-0909.

