“The goal of coaching is to unlock a person’s potential to maximize their own performance.” — John Whitmore

Kinerja karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan teknis. Cara seorang atasan memberikan arahan, mendengarkan masalah, memberikan umpan balik, dan membantu karyawan menemukan solusi juga berperan dalam perkembangan mereka.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan perusahaan adalah coaching. Coaching bukan sekadar memberikan instruksi, tetapi membantu karyawan memahami tantangan, menemukan solusi, dan meningkatkan kemampuan melalui proses percakapan yang terarah.

Lalu, bagaimana coaching dapat diterapkan agar memberikan dampak pada kinerja sekaligus membantu mempertahankan karyawan?

1. Tentukan Tujuan yang Jelas
Coaching perlu dimulai dari tujuan yang spesifik. Karyawan perlu memahami kemampuan atau hasil apa yang ingin ditingkatkan. Daripada mengatakan “Kinerja kamu harus lebih baik,” coach dapat membantu mengubahnya menjadi tujuan yang lebih konkret, misalnya meningkatkan kemampuan presentasi, mempercepat proses kerja, atau meningkatkan pencapaian target. Tujuan yang jelas membuat proses coaching lebih terarah dan memudahkan perkembangan untuk dievaluasi.

2. Dengarkan Sebelum Memberikan Solusi
Coaching bukan sesi untuk atasan memberikan ceramah.
Coach perlu memberikan ruang bagi karyawan untuk menjelaskan kondisi yang mereka hadapi. Pertanyaan seperti:

  • “Apa yang menjadi kendala utama?”
  • “Menurut kamu, apa penyebabnya?”
  • “Apa yang sudah kamu coba?”

dapat membantu karyawan melakukan refleksi terhadap masalahnya sendiri. Dengan mendengarkan secara aktif, atasan juga dapat memahami persoalan yang mungkin tidak terlihat hanya dari hasil kerja.

3. Berikan Feedback yang Spesifik
Feedback yang efektif bukan hanya mengatakan “bagus” atau “kurang.” Karyawan membutuhkan informasi mengenai perilaku apa yang sudah tepat, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana memperbaikinya. Misalnya, daripada mengatakan “Presentasimu kurang menarik,” lebih membantu jika dikatakan, “Struktur materinya sudah jelas, tetapi bagian pembuka masih terlalu panjang sehingga perhatian audiens belum langsung terbentuk.” Feedback yang spesifik membuat karyawan mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

4. Dorong Karyawan Menemukan Solusi
Salah satu perbedaan coaching dengan sekadar memberikan instruksi adalah adanya kesempatan bagi karyawan untuk ikut menemukan solusi.

Atasan dapat bertanya:
“Menurut kamu, apa pilihan yang bisa dilakukan?”
atau
“Kalau cara pertama tidak berhasil, alternatif apa yang bisa dicoba?”
Pendekatan ini membantu karyawan mengembangkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan, bukan hanya menunggu instruksi dari atasan.

5. Lakukan Follow-Up Secara Konsisten
Coaching tidak berhenti setelah satu percakapan. Perlu ada tindak lanjut untuk melihat apakah rencana yang dibuat sudah dijalankan dan apakah terdapat perkembangan. Follow-up juga menunjukkan bahwa proses pengembangan karyawan bukan sekadar formalitas. Perusahaan dapat melakukan sesi singkat secara berkala untuk membahas:

Target → Perkembangan → Hambatan → Solusi → Langkah berikutnya.

Dengan proses yang konsisten, coaching dapat menjadi bagian dari budaya pengembangan karyawan.

Coaching yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berbicara. Dibutuhkan kemampuan mendengarkan, bertanya, memberikan feedback, dan membantu karyawan melakukan refleksi. Ketika dilakukan secara konsisten, coaching dapat membantu karyawan memahami ekspektasi, mengembangkan kemampuan, dan melihat adanya ruang untuk bertumbuh di dalam organisasi. Pada akhirnya, pengembangan karyawan bukan hanya tentang bagaimana perusahaan meningkatkan kinerja hari ini, tetapi juga bagaimana perusahaan membantu mereka berkembang untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Sumber: Wada, H.How Coaching Skills Drive Performance, Retention, and Commercial Results.. Diakses pada 29 September 2026.https://trainingmag.com/how-coaching-skills-drive-performance-retention-and-commercial-results//ongkyhojanto.com/ atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Fujji 0812-7194-0909.

Best Regards,
Admin – Fujji Kurnia Suci

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2025 Public Speaking Academy