Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Cara Mendorong Kemandirian Belajar Karyawan

“The only person who is educated is the one who has learned how to learn and change.”Carl Rogers

Dalam program pelatihan, kemandirian belajar sering kali menjadi pembeda antara peserta yang sekadar hadir dan mereka yang benar-benar bertumbuh. Tantangan bagi para profesional L&D bukan hanya menyediakan konten, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan untuk mengarahkan perjalanan belajarnya sendiri. Inilah 4 cara yang dapat diterapkan dalam training untuk mendorong kemandirian belajar dari peserta atau karyawan Anda.

Baca juga:6 Rahasia Mempersiapkan Pemimpin Menghadapi Perubahan

1. Ajarkan keterampilan untuk dapat dibimbing
Kemampuan untuk dibimbing (coachability) bukan hanya soal menerima masukan, melainkan juga bagaimana peserta mampu mengevaluasi relevansi feedback dan menindaklanjutinya dengan bijak. Dalam training, hal ini dapat ditanamkan dengan memperkuat keterampilan mendengarkan aktif, meningkatkan kesadaran diri, serta membiasakan peserta untuk terbuka terhadap perspektif baru. Selain itu, peran manajer juga penting dalam menciptakan ruang aman psikologis agar setiap individu merasa nyaman untuk belajar dan berkembang.

2. Latih pengambilan keputusan melalui simulasi
Banyak program pelatihan hanya menekankan keterampilan teknis, padahal pengambilan keputusan adalah fondasi kemandirian. Rancanglah modul simulasi berbasis tantangan nyata di tempat kerja, ditambah sesi role-play. Dengan begitu, peserta dapat berlatih berpikir kritis, memecahkan masalah, hingga mengelola konflik dalam situasi aman namun relevan.

3. Terapkan pembelajaran tepat waktu
Informasi yang terlalu sedikit atau berlebihan membuat peserta kewalahan. Model pembelajaran just-in-time membantu mereka belajar sesuai kebutuhan dan konteks karier. Dalam training, fasilitator dapat memperkenalkan peta jalan pembelajaran yang jelas, dengan checkpoint refleksi agar peserta mampu melacak progres sekaligus menautkannya pada tujuan jangka panjang.

4. Fasilitasi program mentoring
Mentoring yang efektif memberi keseimbangan antara arahan dan kemandirian. Dengan bimbingan profesional berpengalaman, peserta bisa merefleksikan tujuan karier dan memilih peluang pengembangan yang tepat. Mentor perlu dilatih agar tidak hanya memberi solusi, tetapi juga memberdayakan mentee untuk mengambil tanggung jawab atas pembelajarannya sendiri.

Kemandirian belajar adalah kunci agar pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut dalam praktik kerja sehari-hari. Dengan mengajarkan coachability, melatih pengambilan keputusan, menerapkan pembelajaran tepat waktu, dan memfasilitasi mentoring, program training akan lebih mampu menumbuhkan kepercayaan diri serta rasa tanggung jawab peserta atas kariernya.

Sumber: Papacosta, M. 2025. How to Support Learning Autonomy in the Workplace. Diakses pada 28 Agustus 2025. https://trainingindustry.com/articles/performance-management/how-to-support-learning-autonomy-in-the-workplace/

Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik publicspeakingacademy.co.id atau Untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Aura 081271940909.

Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy

Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2025 Public Speaking Academy