Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Membuat Konten Mikrolearning

“Learning is not attained by chance, it must be sought for with ardor and attended to with diligence.”Abigail Adams

Mikrolearning kini menjadi pendekatan populer dalam dunia pelatihan dan pendidikan karena mampu meningkatkan retensi pemahaman hingga 17% lebih tinggi dibanding metode tradisional. Agar konten mikrolearning benar-benar efektif, ada beberapa prinsip penting yang harus diterapkan. Berikut 5 strategi untuk membuat konten dalam mikrolearning yang bisa Anda gunakan:

Baca juga:4 Teknik Melatih Gen Z di Garda Depan

1. Tentukan Tujuan yang Jelas
Konten mikrolearning harus dibangun berdasarkan tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur. Misalnya, peserta dapat “menyebutkan tiga elemen utama proses penjualan” setelah menyelesaikan modul. Dengan tujuan yang fokus, konten akan tetap relevan dan mudah dipahami.

2. Sajikan Konten Ringkas dan Menarik
Mikrolearning tidak boleh penuh detail yang membingungkan. Gunakan bahasa sederhana, paragraf pendek, poin-poin inti, serta visual yang mendukung. Cerita nyata dan contoh praktis juga membantu peserta memahami konsep lebih cepat.

3. Gunakan Format Variatif dan Ramah Seluler
Peserta lebih terlibat ketika konten disajikan dengan kombinasi teks, gambar, animasi, atau video. Pastikan juga desain responsif sehingga konten mudah diakses lewat ponsel. Navigasi yang cepat akan membuat pengalaman belajar lebih menyenangkan.

4. Terapkan Pembelajaran Aktif dan Relevan
Libatkan peserta melalui kuis, latihan interaktif, atau gamifikasi sederhana. Hubungkan materi dengan tantangan nyata di pekerjaan sehingga pembelajaran terasa praktis dan langsung bermanfaat.

5. Lakukan Penguatan dan Evaluasi Berkala
Gunakan metode pengulangan berjarak (spaced repetition) seperti kuis rekap atau ringkasan singkat agar peserta tidak cepat lupa. Tambahkan pula mekanisme umpan balik untuk mengetahui efektivitas konten dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Membangun konten mikrolearning yang sukses membutuhkan strategi yang fokus, ringkas, interaktif, relevan, serta dievaluasi secara berkala. Dengan menerapkan lima strategi di atas, organisasi dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus berdampak nyata bagi peserta.

Sumber: Willis, R. 2025. Best Practices for Microlearning Content Creation. Diakses pada 22 Agustus 2025. https://trainingmag.com/best-practices-for-microlearning-content-creation/

Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik publicspeakingacademy.co.id atau Untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Aura 081271940909.

Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy

Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2025 Public Speaking Academy