Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Kesalahan Umum Pelatihan Manajer

“Before you are a leader, success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all about growing others.”Jack Welch

Pelatihan manajer sering dianggap sebagai fondasi pembentukan pemimpin yang kuat dalam organisasi. Namun, banyak pelatihan gagal memberikan hasil nyata karena pendekatan yang keliru. Berikut 5 kesalahan umum dalam pelatihan manajer dan bagaimana Anda bisa menghindarinya dengan langkah praktis.

Baca juga:5 Strategi Gamifikasi Pelatihan Tim

1. Menganggap Semua Manajer Sama
Pelatihan yang bersifat satu ukuran untuk semua mengabaikan perbedaan peran dan karakteristik antar manajer. Padahal, kebutuhan manajer lini depan tentu berbeda dengan pemimpin strategis.
Solusi: Lakukan segmentasi peserta pelatihan berdasarkan fungsi, pengalaman, dan tantangan spesifik mereka. Ini memungkinkan pendekatan pelatihan yang lebih relevan dan aplikatif.

2. Promosi Berdasarkan Performa Individu
Karyawan berprestasi sering langsung dipromosikan menjadi manajer tanpa pelatihan kepemimpinan. Padahal, keahlian teknis tidak otomatis membuat seseorang mampu memimpin tim.
Solusi: Gunakan alat asesmen untuk menilai potensi kepemimpinan sebelum promosi. Sertakan pelatihan transisi peran agar mereka siap menghadapi tantangan baru sebagai pemimpin.

3. Mengabaikan Kepentingan Pribadi Manajer
Pelatihan sering hanya fokus pada kebutuhan organisasi tanpa memperhatikan motivasi pribadi peserta. Akibatnya, partisipasi menjadi rendah karena kurang relevan.
Solusi: Fasilitasi refleksi diri dalam pelatihan dan bantu peserta mengaitkan peran kepemimpinan dengan tujuan dan nilai pribadi mereka.

4. Fokus pada Gaya, Bukan Keterampilan
Banyak pelatihan mengidolakan satu gaya kepemimpinan tertentu, padahal yang dibutuhkan manajer adalah keterampilan praktis untuk menghadapi situasi nyata di lapangan.
Solusi: Latih keterampilan seperti coaching, komunikasi efektif, pengambilan keputusan, dan umpan balik, bukan sekadar membahas teori gaya kepemimpinan.

5. Minim Investasi untuk Manajer Baru
Justru manajer baru seringkali paling sedikit mendapat pelatihan, padahal mereka memegang peran krusial dalam membentuk budaya kerja tim.
Solusi: Mulailah pelatihan sejak hari pertama mereka menduduki posisi baru. Berikan pembekalan, mentoring, dan ruang praktik secara bertahap dan berkelanjutan.

Pelatihan manajer yang dirancang dengan cermat akan memperkuat fondasi kepemimpinan di semua level organisasi. Hindari kelima kesalahan ini agar pelatihan Anda menghasilkan pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menumbuhkan orang lain.

Sumber: Abelli, H. 2025. Top 5 Manager Training Mistakes — and How to Fix Them. Diakses pada 29 Juli 2025. https://trainingindustry.com/articles/leadership/top-5-manager-training-mistakes-and-how-to-fix-them/

Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik publicspeakingacademy.co.id atau Untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Aura 08113490909.

Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy

Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2025 Public Speaking Academy