Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 5 Strategi Membangun Budaya Coaching

“Coaching is unlocking a person’s potential to maximize their own performance.”John Whitmore

Di era kerja modern, coaching bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis. Organisasi yang mampu melatih pemimpinnya menjadi coach internal terbukti memiliki tingkat keterlibatan, retensi, dan kinerja tim yang lebih tinggi. Berikut 5 strategi praktis untuk membangun budaya coaching yang nyata:

Baca juga:4 Teknik Pelatihan Humanis di Era AI

1. Fokus pada Soft Skills Sebagai Fondasi
Coaching adalah interaksi antarmanusia. Keterampilan seperti empati, mendengarkan aktif, dan memberikan umpan balik membangun adalah pondasi utama. Tanpa itu, coaching hanya menjadi aktivitas transaksional. Dengan soft skills, coaching berubah menjadi pengalaman yang transformasional.

2. Gunakan Pembelajaran Eksperiensial
Mengajarkan coaching tidak cukup dengan teori. Metode berbasis pengalaman—seperti role play, simulasi, dan refleksi—lebih efektif. Misalnya, skenario percakapan sulit membantu manajer melatih respons intuitif, bukan hanya jawaban standar.

3. Bangun Coaching Peer-to-Peer
Membiasakan pembinaan sejawat (peer coaching) menciptakan ruang aman untuk berlatih. Ketika manajer saling melatih, mereka belajar kerentanan, membangun kepercayaan, dan memperkuat pola pikir coaching sebagai bagian dari kepemimpinan sehari-hari.

4. Integrasikan Perspektif Lintas Budaya
Dalam organisasi global, coaching perlu memperhitungkan konteks budaya. Mendukung karyawan yang akan bekerja lintas negara misalnya, bukan hanya membantu mereka beradaptasi, tetapi juga meningkatkan keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, dan kesiapan karier jangka panjang.

5. Perkuat dengan Sistem Jangka Panjang
Coaching bukan pelatihan sekali jadi. Dibutuhkan tindak lanjut seperti check-in mingguan, umpan balik 360 derajat, klinik bulanan, dan micro-learning. Konsistensi ini membentuk kebiasaan sehingga perilaku coaching terus hidup dalam organisasi.

Membangun budaya coaching internal berarti membekali pemimpin dengan kemampuan untuk menghubungkan, menginspirasi, dan menantang tim dengan empati. Ketika coaching ditanamkan sebagai perilaku, bukan hanya teori, organisasi akan menuai manfaat jangka panjang—dari keterlibatan karyawan hingga ketahanan budaya kerja.

Sumber: Daniel, C. 2025. Coaching Skills That Strengthen Employee Performance. Diakses pada 18 Agustus 2025. https://trainingindustry.com/articles/performance-management/coaching-skills-that-strengthen-employee-performance/

Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik publicspeakingacademy.co.id atau Untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Aura 081271940909.

Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy

Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2025 Public Speaking Academy