Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Tips Pengembangan Kepemimpinan di Era AI

“Play is the highest form of research.” – Albert Einstein

AI telah mengubah cara organisasi bekerja dan menuntut pemimpin untuk lebih adaptif. Sayangnya, 71% organisasi mengakui bahwa tenaga kerja mereka belum siap memanfaatkan AI secara efektif (Boston Institute, 2024). Artinya, kepemimpinan tradisional tak lagi cukup. Dibutuhkan pendekatan baru yang membekali pemimpin dengan keterampilan nyata dan kepercayaan diri menghadapi transformasi.

Baca juga:5 Strategi Membangun Budaya Coaching

Berikut 4 tips pengembangan kepemimpinan di era AI yang dapat diterapkan:

1. Gunakan Ilmu Bermain untuk Meningkatkan Adaptasi
Bermain bukan sekadar hiburan, melainkan kondisi otak yang membuat kita lebih kreatif dan terbuka terhadap pembelajaran. Dalam “zona bermain”, pemimpin bisa bereksperimen dengan AI tanpa takut salah. Organisasi visioner kini merancang pengalaman belajar berbasis gamifikasi, simulasi, hingga problem solving tim yang memungkinkan pemimpin mencoba strategi secara aman sebelum menghadapi situasi nyata.

2. Integrasikan Pembelajaran ke Dalam Alur Kerja
Pelatihan kepemimpinan tidak bisa hanya mengandalkan workshop tahunan. Dengan perubahan teknologi yang begitu cepat, pembelajaran harus hadir “just in time”. Misalnya, memberikan modul singkat atau rekomendasi personal saat seorang pemimpin hendak menerapkan tools AI baru. Cara ini membuat pengembangan lebih relevan, kontekstual, dan langsung berdampak pada kinerja.

3. Bangun Budaya Aman Psikologis
Amy Edmondson, profesor Harvard Business School, menegaskan: “Rasa aman psikologis adalah kunci bagi tim untuk berinovasi.” (Edmondson, 2019). Pemimpin perlu menciptakan lingkungan di mana kegagalan dianggap peluang belajar, bukan ancaman karier. Dengan demikian, tim lebih berani bereksperimen, mengambil risiko cerdas, dan melihat AI sebagai alat pendukung, bukan ancaman.

4. Fokus pada Pemberdayaan, Bukan Sekadar Kapabilitas
Meningkatkan keterampilan teknis memang penting, tetapi yang lebih krusial adalah membangun kepercayaan diri pemimpin untuk terus belajar dan mencoba hal baru. Dengan mindset pemberdayaan, organisasi dapat menciptakan pemimpin yang mampu membimbing tim melewati ketidakpastian sambil tetap menjaga semangat kolaborasi.

Era AI menuntut pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga berani bereksperimen dan mampu membangun budaya belajar berkelanjutan. Organisasi yang mengintegrasikan ilmu bermain, pembelajaran kontekstual, dan budaya aman psikologis akan lebih siap menavigasi masa depan.

Sumber: Howson, J. 2025. How the Science of Play Transforms Leadership Development in the AI Era. Diakses pada 19 Agustus 2025. https://trainingindustry.com/articles/artificial-intelligence/how-the-science-of-play-transforms-leadership-development-in-the-ai-era/

Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik publicspeakingacademy.co.id atau Untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Aura 081271940909.

Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy

Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2025 Public Speaking Academy