Pengaruh Jeda dalam Public Speaking

Pengaruh Jeda dalam Public Speaking

Dalam sebuah public speaking, jeda bukan semata-mata diam– tetapi diam yang sengaja dilakukan agar memberikan kesan bagi Audience. Anda harus bisa membedakan mana jeda dan mana kalimat yang terbata-bata. Contoh kalimat terbata-bata adalah menggunakan kata gap, yaitu “uh-oh-hmm-ah”. Seorang pembicara memang bisa saja efektif, meskipun berbicara terbata-bata. Namun, efektivitas tidak pernah terwujud karena terbata-bata.

Prinsip jeda retoris ini seharusnya dapat dengan mudah dipahami dan diterapkan. Jeda yang efisien akan memberikan salah satu atau justru keempat hasil seperti berikut :

1. Jeda memungkinkan pikiran pembicara mengumpulkan kekuatan sebelum menyampaikan gagasan. Gunakan logika yang sama di dalam pikiran Anda. Jika Anda ingin menyampaikan gagasan yang sangat efektif, beri jeda sebelum mengucapkannya. Konsentrsikan kekuatan pikiran Anda. Kemudian, berikan kesan dengan kekuatan yang dibarui itu. Ketika kita berada di hadapan Audience, sebagian besar metode alami pengucapan kita biarkan mengawang, kemudian diberdayakan setelah efek-efek buatan. Kembalilah menggunakan metode alam, dengan memberi jeda.

 

2. Jeda mempersiapkan pikiran pendengar untuk menerima pesan Anda. Herbert Spencer mengatakan bahwa seluruh alam raya aktif bergerak. Gerakan yang paling sempurna adalah irama. Bagian dari irama adalah jeda. Jeda mengikuti semua aktivitas alam. Fokus perhatian Audience Anda bekerja dengan cara yang hampir sama. Pahami aturan ini dan persiapkan diri Anda untuk itu– dengan memberikan jeda.

 

3. Jeda menghasilkan efek ketegangan yang efektif. Ketegangan memiliki andil yang besar atas ketertarikan kita terhadap kehidupan, begitu juga dengan cara Anda berbicara didepan umum. Kemampuan untuk memunculkan efek ketegangan merupakan bagian dari kekuatan. Pembicara yang belum terampil akan mengucapkannya dengan cara cepat, tanpa jeda atau memberi ketegangan sehingga kalimat itu akan terdengar datar bagi Audience.

 

4. Jeda setelah gagasan penting: Memberi waktu bagi Audience untuk menyerapnya. Sebuah pidato akan sama seperti hujan, tidak akan menyerap ke dalam pikiran pendengarnya jika disampaikan terlalu cepat. Mengapa kita menerapkan prinsip ini didalam berbagai hal, tetapi tidak dalam menyampaikan gagasan? Jika Anda sudah menyampaikan gagasan besar kepada Audience, berilah jeda untuk membiatkan mereka menyerap apa yang Anda sampaikan.

 

Ingin Mengundang Ongky Hojanto untuk seminar dan Training di perusahan anda ? Hub 0811 349 0909.

Originally posted 2016-07-13 10:40:53.