Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Motivator
“The most important thing in communication is to hear what isn’t being said.”— Peter Drucker
Pernah memperhatikan bagaimana beberapa pembicara baru mengucapkan satu kalimat, tetapi audiens langsung fokus?
Salah satu rahasianya ada pada opening. Dalam public speaking, beberapa detik pertama menjadi kesempatan untuk mendapatkan perhatian audiens. Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah membuka dengan fakta mengejutkan—informasi yang tidak biasa, tidak banyak diketahui, atau bertentangan dengan asumsi yang selama ini dipercaya audiens. Namun, bukan berarti semakin mengejutkan faktanya, semakin bagus. Fakta tersebut tetap harus relevan, akurat, dan memiliki hubungan dengan pesan yang ingin disampaikan.
Berikut 4 strategi yang bisa kamu gunakan:
1. Pilih Fakta yang Membuat Audiens Berpikir
Fakta yang baik bukan hanya membuat audiens berkata, “Oh, saya baru tahu.” Lebih bagus lagi jika fakta tersebut membuat mereka bertanya-tanya. Misalnya, ketika membahas komunikasi:
“Pernahkah Anda berpikir bahwa masalah dalam komunikasi sering kali bukan karena kita tidak berbicara, tetapi karena pesan yang kita sampaikan tidak dipahami seperti yang kita maksud?”
Kalimat tersebut membuat audiens mulai menghubungkan materi dengan pengalaman mereka sendiri.
Kuncinya: pilih fakta atau informasi yang mampu menciptakan rasa ingin tahu.
2. Gunakan Fakta yang Berkaitan dengan Audiens
Jangan memilih fakta hanya karena terdengar keren atau mengejutkan.
Tanyakan terlebih dahulu: “Apa hubungannya fakta ini dengan audiens saya?”
Jika audiensnya adalah sales, gunakan fakta yang berkaitan dengan penjualan atau perilaku pelanggan. Jika audiensnya adalah karyawan, gunakan fakta yang dekat dengan komunikasi, produktivitas, atau dunia kerja. Semakin dekat fakta tersebut dengan kehidupan audiens, semakin mudah mereka merasa bahwa topik yang kamu bicarakan memang penting bagi mereka.
3. Berikan Jeda Setelah Menyampaikan Fakta
Kesalahan yang sering terjadi adalah pembicara menyampaikan fakta lalu langsung berbicara panjang. Padahal, jeda bisa membuat fakta tersebut lebih terasa.
Contohnya:
“Tahukah Anda, kesan pertama dapat terbentuk dalam waktu yang sangat singkat?”
Jeda.
Biarkan audiens memproses kalimat tersebut sebelum kamu melanjutkan:
“Karena itu, cara kita membuka presentasi tidak boleh dianggap sepele.”
Jeda sederhana dapat membuat audiens lebih fokus pada informasi yang baru saja mereka dengar.
4. Jadikan Fakta sebagai Jembatan Menuju Materi
Fakta mengejutkan sebaiknya tidak berhenti sebagai informasi. Setelah mendapatkan perhatian audiens, hubungkan fakta tersebut dengan masalah atau solusi yang akan kamu bahas.
Misalnya:
“Banyak orang mengira public speaking hanya soal berani berbicara. Padahal, keberanian saja tidak cukup. Kita juga perlu tahu bagaimana menyusun pesan agar mudah dipahami dan menarik untuk didengarkan.” Dari sini, kamu bisa masuk ke materi utama secara lebih natural.
Fakta yang mengejutkan memang bisa menjadi hook yang kuat, tetapi jangan mengorbankan akurasi hanya demi membuataudiens terkejut. Pastikan sumbernya jelas dan konteksnya tidak dipelintir. Tujuannya bukan sekadar membuat audiens berkata “Wow!”, tetapi membuat mereka tertarik untuk mendengarkan pesan berikutnya.
Teknik fakta mengejutkan merupakan salah satu teknik opening yang dibahas dalam 50 Hooks for Public Speaking karya Ongky Hojanto. Tersedia dalam 2 pilihan:
E-Book 50 Hooks for Public Speaking — Rp45.000
Buku 50 Hooks for Public Speaking — Rp110.000
Karena opening yang baik bukan hanya membuat audiens melihat ke arah kita, tetapi membuat mereka ingin tahu apa yang akan kita katakan selanjutnya. /ongkyhojanto.com/ atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Fujji 0812-7194-0909.
Best Regards,
Admin – Fujji Kurnia Suci


