Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | 4 Teknik Pelatihan Humanis di Era AI
“Technology is nothing. What’s important is that you have faith in people.” — Steve Jobs
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, pembelajaran di tempat kerja harus memadukan inovasi teknologi dengan sentuhan manusia. AI mampu mempercepat kurasi konten dan mempersonalisasi jalur belajar, tetapi empati, koneksi, dan kepercayaan tetap menjadi inti pembelajaran yang berdampak. Berikut 4 teknik untuk memastikan pelatihan tetap relevan sekaligus humanis di era AI.
Baca juga:4 Strategi Memanfaatkan Feedback Karyawan
1. Terapkan Peningkatan Keterampilan Berkelanjutan
Pengembangan profesional bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Sama seperti peserta didik, Anda juga perlu mengikuti perjalanan belajar yang dipersonalisasi. Gunakan platform seperti LinkedIn Learning atau Coursera untuk memperdalam keterampilan teknologi dan desain pembelajaran. Pendekatan ini memastikan Anda tetap adaptif terhadap perubahan dan siap menghadapi tantangan baru.
2. Gunakan AI sebagai Mitra Kreatif
AI dapat menjadi rekan brainstorming, membantu membuat kerangka materi, atau menulis kuis yang relevan. Namun, AI tidak boleh menggantikan pemikiran kritis atau refleksi manusia. Gunakan alat seperti ChatGPT untuk ide konten dan Otter.ai untuk transkrip atau ringkasan, sambil memastikan keputusan akhir tetap berlandaskan intuisi dan empati Anda.
3. Kembangkan Perangkat dengan Tujuan
Ikuti perkembangan aplikasi pembuat konten dan platform kolaborasi modern. Misalnya, gunakan Articulate Storyline atau Rise 360 untuk e-learning interaktif, serta Monday.com atau Miro untuk perencanaan proyek tim. Alat yang tepat membantu mempercepat proses sekaligus menjaga kualitas desain pembelajaran.
4. Seimbangkan Teknologi dengan Desain Humanis
Teknologi hanyalah sarana; nilai sejatinya ada pada pengalaman belajar yang relevan dan emosional. Gunakan Peta Empati untuk memahami perspektif peserta dan Liberating Structures untuk mendorong partisipasi inklusif. Pastikan setiap sesi membuat peserta merasa diperhatikan, tertantang, dan didukung.
Masa depan pembelajaran bukanlah tentang memilih antara teknologi atau manusia, tetapi menggabungkan keduanya. AI dapat memperluas jangkauan dan efektivitas pembelajaran, sementara sentuhan manusia menjaga makna dan keterhubungan. Profesional L&D yang mampu memadukan keduanya akan memimpin perubahan ini.
Sumber: Cremo, A. & Bux, T. 2025. The Heart of Learning: Human-Centered Training in the Age of AI. Diakses pada 15 Agustus 2025. https://trainingmag.com/the-heart-of-learning-human-centered-training-in-the-age-of-ai/
Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik publicspeakingacademy.co.id atau Untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Aura 081271940909.
Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy
Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !


