Kejelasan dan Ketepatan Penyampaian

Kejelasan dan Ketepatan Penyampaian

Kejelasan dan Ketepatan Penyampaian

 

Secara umum, pengguna istilah “pelafalan”, “pengucapan”, dan “artikulasi” adalah sinonim. Namun, sejatinya, pelafalan mencakup tiga proses yang berbeda. Oleh karena itu, bisa didefinisikan sebagai penyampaian satu suku kata atau kelompok kata dengan memerhatikan artikulasi, aksentuasi dan pengucapan.

“Semakin sedikit yang Anda punya, Anda pun semakin perlu untuk mengembangkan dan menonjolkan apa yang Anda miliki” kata Nathan Sheppard.

Artikulasi

Artikulasi adalah pembentukan dan penggabungan dari bunyi bahasa dasar. Ada empat alas an mengapa begitu banyak pembicara yang memiliki artikulasi yang sangat tidak jelas; ketidaktahuan akan bunyi bahasa dasar, tidak bisa membedakan antara suara-suara yang mirip, penggunaan organ-organ vocal secara ceroboh serta […] Read more

Mengatasi Rasa Takut

Mengatasi Rasa Takut

Mengatasi Rasa Takut

 

Ketakutan sebetulnya hal yang wajar dan alami karena merupakan bagian dari emosi. Emosi itu bersifat positif. Namun, emosi baru menjadi negatif kalau diluapkan tidak pada tempatnya dan tidak menyelesaikan masalah, yang justru membuat masalah baru.

Penyesuaian Diri

Ketakutan umumnya adalah tanda dari ketidakbiasaan melakukan sesuatu. Penyesuaian diri bisa dilakukan dengan dua cara:

Secara Fisik

Datanglah lebih awal untuk mengecek segala sesuatu.

Secara Mental dan Pikiran

Tubuh dan Pikiran adalah satu paket. Tidak nyaman pada salah satunya dapat mengubah keduanya.

Pernapasan

Secara logika saat seseorang merasa takut, napas yang ditarik menjadi pendek. Apalagi kebanyakan orang melakukan pernapasan dada, yang tidak banyak menarik oksigen. Hal itu dapat menyebabkan […] Read more

Teknik Penutupan Yang Powerful

Teknik Penutupan Yang Powerful

Teknik Penutupan Yang Powerful

Jika anda sudah mengawali dengan baik, anda harus menutupnya dengan sempurna. Ada enam cara yang bisa anda gunakan untuk membuat penutupan yang  berkesan, yakni:

 

Ikrar atau Janji

Dengan teknik ini anda minta peserta membuat janji atau komitmen bersama untuk melakukan apa yang sudah dipelajari. Seperti mengatakan agar membangun kualitas pelayan pada perusahan untuk kemajuan bersama.

 

Ajakan

Teknik ini menekankan ajakan agar audiens melakukan apa yang sudah dipelajari. Contoh sederhana seperti mengajak audiens untuk membangun kualitas pelayanan pada perusahaan.

 

Cerita

Teknik penutup dengan cerita secara tidak langsung mengajak audiens melakukan apa yang sudah diajarkan.

Contoh:

“Suatu hari datang seorang pemuda, ia ingin menguji seorang guru yang […] Read more

Penyusunan Isi Presentasi

Penyusunan Isi Presentasi

Dalam penyusunan isi presentasi ada beberapa kesalahan beberapa pembicara adalah mengabaikan susunan atau alur dari isi pembicaraan mereka. Menyusun struktur pembicaraan dengan baik akan memudahkan audiens mengerti, memahami, dan mengingat pesan yang Anda sampaikan. Anda harus membuat alur yang benar dan baik agar audiens bisa mengikutinya dengan mudah. Bila audiens sudah mengingat pesan Anda, mereka bisa melakukannya.

Berikut teknik menyusun body presentasi Anda:

Teknik 5 W dan 1 H

Dengan teknik ini Anda menguraikan What, Where, When, Why, Who, dan How dari topik Anda. Walaupun tidak semua W harus Anda penuhi, ada dua unsur W, yaitu What dan Why, yang harus Anda masukkan ke […] Read more

Metode Penyampaian Public Speaking

Metode Penyampaian Public Speaking

Inti dari sebuah seminar public speaking adalah cara penyampaiannya. Semua persiapan ditunjukkan untuk memoles cara penyampaian, karena itulah yang ditunggu para penonton, dan sang pembicara dinilai dari cara penyampaiannya.

Terdapat lima metode dasar dalam menyampaikan sesuatu pembicaraan pada training public speaking. Semua metode lainnya hanyalah modifikasi dari salah satu atau beberapa metode dasar ini, yaitu membaca naskah, menghafalkan pidato tertulis dan menyampaikannya berdasarkan ingatan, berbicara dengan membaca catatan, pidato spontan, serta Metode penyampaian gabungan. Anda harus bisa mempertimbangkan situasi, Audience yang dihadapi, karakter topik yang dibawakan, dan keterbatasan Anda sendiri terkait waktu dan kemampuan.

1. Membaca Naskah. Metode ini tidak perlu dijabarkan dengan rinci didepan […] Read more

Kejelasan dalam Penyampaian | Public Speaking Academy

Kejelasan dalam Penyampaian | Public Speaking Academy

Secara umum, penggunaan istilah “pelafalan”, “pengucapan”, dan “artikulasi” haruslah tepat dan jelas karena pertimbangan itulah yang terpenting dalam pidato pada seminar public speaking. Pelafalan yang teledor bisa disebabkan oleh kelainan fisik atau karena kebiasaan. Berikut adalah hal-hal yang berkenaan dengan kejelasan dalam penyampaian yang meliputi :

1. Artikulasi. Artikulasi adalah pembentukan dan penggabungan dari bunyi bahasa dasar. Mengucapkan dengan jelas sekitar tiga ratus ribu kata yang membentuk kosakata bahasa Inggris memang tampak seperti tugas yang mengerikan, tetapi langkah awalnya sangat mudah yaitu dengan cara pelajari pengucapan yang benar dan pelan-pelan berpindah pada satu elemen ke elemen-elemen yang lainnya. Ada 4 alasan mengapa […] Read more

Suara Berkarisma dalam Public Speaking

Suara Berkarisma dalam Public Speaking

Menyampaikan pesan dengan suara rendah, bisa juga dikatakan sebagai pidato publik. Suara yang berkarisma dan digunakan secara tepat merupakan faktor fisik persuasi dan kekuatan terbesar, sering melampaui pengaruh nalar. Namun suara yang bagus, suara diproduksi dengan baik, bukan hanya menjadi senjata yang efektif bagi seorang pembicara seminar public speaking, tetapi juga menjadi ciri kultur pribadi, dan bahkan merupakan sebuah aset komersial yang nyata.

Ada tiga syarat pokok untuk menghasilkan suara yang berkarisma:

1. Ketenangan. Rahasia suara yang bagus adalah melakukan relaksasi– karena relaksasi adalah dasar dari ketenangan. Gelombang udara yang memproduksi suara akan menghasilkan nada yang berbeda saat menyentuh otot-otot yang kendur […] Read more

Pengaruh Jeda dalam Public Speaking

Pengaruh Jeda dalam Public Speaking

Dalam sebuah public speaking, jeda bukan semata-mata diam– tetapi diam yang sengaja dilakukan agar memberikan kesan bagi Audience. Anda harus bisa membedakan mana jeda dan mana kalimat yang terbata-bata. Contoh kalimat terbata-bata adalah menggunakan kata gap, yaitu “uh-oh-hmm-ah”. Seorang pembicara memang bisa saja efektif, meskipun berbicara terbata-bata. Namun, efektivitas tidak pernah terwujud karena terbata-bata.

Prinsip jeda retoris ini seharusnya dapat dengan mudah dipahami dan diterapkan. Jeda yang efisien akan memberikan salah satu atau justru keempat hasil seperti berikut :

1. Jeda memungkinkan pikiran pembicara mengumpulkan kekuatan sebelum menyampaikan gagasan. Gunakan logika yang sama di dalam pikiran Anda. Jika Anda ingin menyampaikan gagasan […] Read more

Cara Menaklukan Kemonotonan dalam Berpidato

Cara Menaklukan Kemonotonan dalam Berpidato

Seiring berjalannya waktu, bahasa yang dipergunakan oleh pembicara sering sekali mengalami perubahan. Bahasa yang dipergunakan seringkali melebihi makna awalnya. Perubahan ini pun menimbulkan kesan yang monoton. Bahasa dan nada suara yang dipergunakan seringkali lama-kelamaan jadi tidak beragam dan tidak bervariasi.

Pembicara yang monoton tidak hanya berpidato menggunakan volume dan intonasi yang sama, tetapi juga menggunakan aksentuasi yang sama, kecepatan yang sama, dan gagasan yang sama atau sama sekali tanpa berpikir. Kemonotonan yang merupakan kesalahan utama dan paling lazim dilakukan oleh pembicara publik, harusnya lebih diperhatikan oleh pembicara. Karena kemonotonan dapat merusak pidato yang sangat bagus.

Pengaruh kemonotonan terhadap Audience sangatlah mematikan–secepat kilat […] Read more

Percaya Diri Dihadapan Audience | How To Speak With Confidence

Percaya Diri Dihadapan Audience | How To Speak With Confidence

Jadi, persiapkan diri Anda agar lebih maksimal. Pahami materi yang Anda bawakan dan pahami bagaimana Anda akan menyampaikannya sehingga materi tersebut akan mudah dicerna oleh Audience yang mendengarkan dan juga mengamati Anda. Jika Anda lebih menguasai materi yang Anda bawakan dibandingkan dengan Audience Anda, tidak ada lagi yang perlu Anda takutkan.

 

Bersambung..

 

Setelah membahas 2 hal kemarin, berikut adalah kelanjutan bagaimana seorang pembicara harus percaya diri saat melakukan sebuah presentasi didepan para Audiencenya :

3.Kuasai Audience Anda

Dalam teknik berbicara di depan Audience, Anda harus memiliki sebuah energi yang positif. Jika Anda bisa mengendalikan diri Anda dalam memiliki energi positif itu, bisa dipastikan bahwa […] Read more