Melihat Kepribadian dari gaya Komunikasi

Melihat Kepribadian dari gaya Komunikasi

Public Speaking | “People may hear your words, but they feel your attitude.” – John C Maxwell

Apakah Anda merasa sulit untuk berbicara dengan atasan atau rekan kerja tertentu? Apakah Anda merasa seperti berada di tempat yang salah? Atau merasa mereka tidak mengerti Anda?

Perbedaan gaya komunikasi tidak hanya dapat mempengaruhi produktivitas, tetapi juga dapat menyebabkan frustrasi dan konflik. Inilah sebabnya mengapa penting bagi kita untuk memahami kepribadian kita sendiri, serta kepribadian orang-orang di sekitar kita.

Kepribadian mempengaruhi cara kita berkomunikasi dengan orang lain, serta bagaimana kita menanggapi informasi. Semakin kita memahami gaya komunikasi kita sendiri dan orang-orang yang bekerja dengan kita, maka semakin efektif pula cara kita berkomunikasi, baik sebagai pemimpin, tim, maupun kolega.

Lalu bagaimana melihat kepribadian orang lain dari gaya komunikasi mereka? Seperti apa karakternya?

Penuh Keyakinan

Jika seseorang berkomunikasi dengan penuh keyakinan, itu artinya mereka tahu bagaimana memposisikan diri, terlihat konfrontatif dan keras kepala. Orang yang berkemauan tinggi biasanya juga punya tekad yang kuat, yang berarti sulit untuk mengubah pikiran mereka. Jika ingin membujuk mereka untuk sepemikiran dengan Anda, Anda harus memiliki argumen yang sangat kuat dan jelas.

Sebaliknya, seseorang yang memiliki keyakinan rendah biasanya cenderung lebih ‘menyembunyikan’ diri. Gaya komunikasi mereka sendiri mungkin lebih mengikuti saja dan tidak tegas, artinya mungkin sulit untuk mengetahui pendapat mereka yang sesungguhnya. Namun, mereka memiliki sifat yang sangat toleran dan mau mendengarkan, sehingga mudah didekati dan diajak bicara.

Penuh Semangat

Gaya komunikasi seperti ini menunjukkan orang tersebut lebih senang mencari tahu perasaan orang lain dan mengutarakan pendapat dengan lantang. Biasanya mereka menjadi frustrasi ketika berkomunikasi dengan orang yang lesu. Mereka bisa sangat energik dan antusias ketika berkomunikasi. Banyak orang melihat gaya komunikasi seperti ini sangat memotivasi dan menginspirasi, tapi ada pula yang menganggapnya mengganggu atau sombong.

Sebaliknya orang yang kurang berenergi, biasanya lebih tenang, lebih pendiam dan tertutup. Ucapan mereka lebih lembut dan menenangkan, tetapi bagi Sebagian orang pribadi seperti ini tidak menarik. Mereka bisa menjadi pendengar yang baik dan akan selalu mencoba memahami sebelum berkomentar, yang dapat membuat mereka menjadi orang yang mudah dan aman untuk diajak bicara.

Penuh Kasih Sayang

Orang yang memiliki gaya komunikasi seperti ini memiliki kepribadian yang hangat dan suportif. Mereka juga berpikiran terbuka dan menerima ide-ide baru, sehingga mudah didekati. Mereka sering menjadi mentor yang baik karena orang-orang merasa nyaman berbicara dengan mereka dan tahu bahwa mereka akan didengar.

Baca juga : Kenapa seorang pembicara harus pandai bercerita? 

Sebaliknya, gaya komunikasi yang cuek menandakan orang tersebut memiliki kepribadian yang pragmatis. Membuat keputusan dengan cepat, tidak suka basa-basi dan proaktif. Mereka mungkin terlihat sinis atau terkesan meremehkan orang lain.

Penuh Kontrol

Gaya komunikasi seperti ini menunjukkan orang tersebut memiliki pemikiran yang sangat kuat tentang apa yang benar dan salah. Mereka biasanya akan mengomunikasikan dengan sangat jelas bagaimana sesuatu harus dilakukan dan kapan harus dilakukan, sehingga semua berada di pihaknya. Dampaknya, orang-orang di sekitarnya cenderung takut untuk mengemukakan ide-ide baru.

Sebaliknya, gaya komunikasi yang bebas menunjukkan orang tersebut cenderung lebih santai dan tidak terlalu kaku. Tapi di sisi lain, mereka seringkali diragukan karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Namun, sifat santai ini membuat mereka mudah diajak bicara.

Emosional

Gaya komunikasinya lebih bersemangat, sehingga dapat memotivasi orang lain. Namun mereka tidak dapat diprediksi, yang dapat membuat orang enggan mendekati mereka untuk berdiskusi tentang suatu masalah. Saat berbicara dengan mereka, penting untuk mempertimbangkan sifat sensitif mereka.

Sebaliknya, seseorang yang tidak emosional cenderung berkomunikasi dengan cara yang lebih terukur dan santai, sehingga mudah diajak bicara. Sayangnya banyak yang menganggap mereka kurang termotivasi atau kurang aktif.

Di atas hanyalah beberapa contoh gaya komunikasi dan bagaimana hal tersebut bisa menggambarkan kepribadian seseorang ataupun sebaliknya. Dengan mengetahui kepribadian orang lain, Anda bisa memutuskan gaya komunikasi apa yang cocok ketika bertemu dengan mereka.

Jika Anda ingin mengetahui cara presentasi yang hebat, klik DISINI dan temukan jawabannya.

Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik www.publicspeakingacademy.co.id atau Untuk menanyakan mengenai Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Cheristine 0812 4950 909.

Sumber: https://www.t-three.com/thinking-space/blog/personality-and-communication-styles