Langkah Pertama Menjadi Motivator

Langkah Pertama Menjadi Motivator

“Pekerjaan-pekerjaan kecil yang selesai dilakukan lebih baik dari pada rencana-rencana besar yang hanya didiskusikan.” – Peter Marshall.


Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Motivasi | Motivator | Langkah Pertama Menjadi Motivator

DR Earnest Wong NLP Trainer pertama di Asia mengatakan ada lima S yang paling penting untuk menjadi seorang seorang Trainer yang handal :

1. Self Mastery

2. Subject Mastery

3. Sequencing

4. Showmanship

5. Salesmanship

Untuk dapat menjadi seorang Motivator maka langkah pertama yang harus Kita lakukan adalah menemukan self mastery yang Kita miliki. Self Mastery adalah pengalaman, pengetahuan atau ilmu yang dimiliki dan ingin dibagikan kepada para peserta seminar Anda. Salah satu pertanyaan yang menimbulkan keragu-raguan didalam hati, “Apakah Saya pantas untuk menjadi seorang Trainer ?” Jika Anda memiliki salah satu dari empat P ini, maka Anda layak untuk menjadi Trainer.


Baca Juga : Pola Pikir Ndeso Mengenai Motivator

Ada Empat P Yang Dapat Anda Gunakan Untuk Menggali Self Mastery :

1. Pengalaman Anda

Seseorang yang telah bekerja selama 20 tahun disebuah bidang tertentu, dapat membagikan pengalamannya. Anda juga dapat membagikan pengalaman hidup Anda untuk memotivasi seseorang melakukan sesuatu, membagikan pengalaman Anda untuk tujuan memberikan inspirasi atau dari pengalaman Anda orang dapat belajar sesuatu.

Contoh : seorang sales yang jago jualan dapat mengajarkan teknik jualan berdasarkan pengalaman menjual Dia. Ini yang dilakukan oleh Joe Girand – the greatest salesman in the world.

2. Pengetahuan Anda

Selain pengalaman, pengetahuan Anda juga dapat Anda bagikan kepada orang lain. Pengetahuan datang dari akibat Anda mempraktekan sebuah teori yang Anda buat sendiri atau pengetahuan dapat datang juga dari pengalaman hidup yang disimpulkan. Contoh : pengetahuan Anda dalam menyusun marketing strategi diperusahan Anda dapat Anda bagikan kapada orang lain.

3. Pendidikan Anda

Pendidikan formal Anda dapat berguna untuk mengajar di lembaga pendidikan formal seperti sekolah tinggi dan universitas. Contoh : Dosen yang mengajar, tentunya harus menamatkan pasca sarjana atau program doktoralnya terlebih dahulu.

4. Pengalaman Orang Lain

Dan Anda juga dapat menggunakan pengalaman orang lain sebagai bahan untuk berbagi kepada peserta Anda. Contoh : Dosen Kita dikuliah, mungkin tidak pernah memiliki pengalaman dalam berjualan, akan tetapi Mereka dapat mengajar sales dengan baik, berdasarkan pengalaman orang lain yang tertuang dalam buku panduaan belajar. Pengalaman orang lain bisa Anda peroleh dari seminar yang Anda hadiri dan buku yang Anda baca.

“Intinya sedikit ilmu yang dibagikan akan jauh bermanfaat dari pada ilmu banyak yang disimpan sendiri”

Ingin membaca artikel menarik lainnya ?

Bisa kunjungi web Kami di publicspeakingacademy.co.id

Demikian Saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan

Penulis Buku Best Seller

Founder Public Speaking Academy


Klik Disini : Bangkit dari kegagalan

Semoga bermanfaat !