Cara Menaklukan Kemonotonan dalam Berpidato

Cara Menaklukan Kemonotonan dalam Berpidato

Seiring berjalannya waktu, bahasa yang dipergunakan oleh pembicara sering sekali mengalami perubahan. Bahasa yang dipergunakan seringkali melebihi makna awalnya. Perubahan ini pun menimbulkan kesan yang monoton. Bahasa dan nada suara yang dipergunakan seringkali lama-kelamaan jadi tidak beragam dan tidak bervariasi.

Pembicara yang monoton tidak hanya berpidato menggunakan volume dan intonasi yang sama, tetapi juga menggunakan aksentuasi yang sama, kecepatan yang sama, dan gagasan yang sama atau sama sekali tanpa berpikir. Kemonotonan yang merupakan kesalahan utama dan paling lazim dilakukan oleh pembicara publik, harusnya lebih diperhatikan oleh pembicara. Karena kemonotonan dapat merusak pidato yang sangat bagus.

Pengaruh kemonotonan terhadap Audience sangatlah mematikan–secepat kilat memudarkan rona dari pipi dan cahaya dari mata dan sering berujung kepada kehancuran.

Bagaimana sih cara menaklukan kemonotonan itu? Berikut adalah beberapa caranya :

1. Menghindari kemonotonan dalam berpidato dengan melipatgandakan kekuatan kita dalam berpidato.

 

2. Pembicara juga harus memiliki materi dan perlengkapan khusus yang harus dikuasai dan menggunakannya untuk mendasarkan gagasannya, memainkan perasaan, serta mengendalikan perasaan Audiencenya.

 

3. Banyak pembicara yang masih menggunakan metode kuno saat berpidato, alih-alih menggunakan metode modern atau canggih. Mereka mengabaikan ilmu-ilmu yang bisa digunakan untuk keefisienan dalam berpidato. Jika Anda memerhatikan dan menggunakan ilmu-ilmu tersebut, Anda akan lebih efisiensi dan meningkatkan keahlian Anda dalam berpidato.

Semuanya merupakan prinsip fudamental dalam keberhasilan pidato Anda, “Perkukuh prinsip-prinsip Anda,” kata Napoleon, “dan selebihnya hanya untuk perincian.”

Sia-sia saja memasang ladam di kuda mati dan semua prinsip fudamental di dunia tidak akan pernah menghasilkan pidato yang menarik jika dibuat dengan menggunakan metode-metode yang membosankan. Jadi harap dipahami, bahwa keahlian berbicara di depan public tidak berkaitan dengan penguasaan terhadap beberapa peraturan yang membosankan, yaitu ilmu yang paling penting berkaitan dengan berbicara didepan public yaitu memiliki keberanian, kekuatan, perasaan, dan semangat.Setelah Anda menguasai mekanisme berpidato yang diuraikan, Anda tidak akan punya masalah lagi dengan kemonotonan.

 

Ingin Mengundang Ongky Hojanto untuk seminar dan Training di perusahan anda ? Hub 0811 349 0909.

Originally posted 2016-06-28 13:46:40.